Home » Mengenal Apa Itu Venture Capital (Modal Ventura) dan Jenis-jenisnya

Mengenal Apa Itu Venture Capital (Modal Ventura) dan Jenis-jenisnya

Tahukah Anda apa yang dimaksud Venture Capital (VC) atau modal ventura? Bagi para pelaku usaha, terutama yang sedang membangun perusahaan startup, istilah ini sangat penting dan patut diketahui karena akan menjadi pembantu pengembangan usaha.

Membahas mengenai usaha startup, saat ini perkembangannya memang sangat cepat. Tidak dengan perlahan, para pelaku usaha startup ini melebarkan sayap dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam waktu hitungan bulan sudah bisa memasuki pasar.

Hal ini memang tidak aneh, karena adanya dukungan dari perusahaan besar yang membackup usaha tersebut. Dari segi pengelolaan, pemberian modal, hingga promosi, seringkali startup dibantu oleh perusahaan akselerasi.

Karena jenis bantuan ini hanya akan berjala selama beberapa bulan sehingga membuat perusahaan startup harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Sebab jika tidak, maka usaha yang dijalankan tidak akan bisa berkembang dan mati.

Sistem pembiayaan diberikan dari investor melalui program akselerasi ini disebut dengan modal ventura. Ingin tahu lebih banyak, berikut akan kami jelaskan mengenai apa itu modal ventura.

Apa yang Dimaksud Venture Capital?

Modal ventura merupakan jenis pembiayaan dari investor diberikan kepada pelaku bisnis baru, besarnya mulai kecil hingga menengah. Modal ini berasal dari perusahaan besar maupun investasi dari bank bisa juga dari perguruan tinggi atau universitas.

Apabila ingin mendapatkan pembiayaan ini, maka perusahaan baru tersebut harus berkembang dan memiliki prospek bisnis yang bagus. Selain itu, harus memiliki rencana usaha masa depan sehingga meyakinkan investor dalam menanamkan modal.

Venture Capital yang diberikan akan diawasi oleh ventur capitalist. Biasanya terdapat beberapa orang atau tim yang akan mengawasi aktivitas manajemen, administrasi pendanaan, penyaluran dana, hingga perkembangan bisnis.

Dalam perkembangan pasar saat ini keberadaan VC merupakan hal sangat penting, karena sangat memengaruhi ekosistem startup. Tanpa adanya VC sangat sulit bagi perusahaan baru untuk berkembang dan mendapatkan pendanaan.

Tantangan dalam Memberikan Venture Capital

Tentunya tidak mudah bagi perusahaan besar atau lembaga keuangan memberikan pendanaan pada bisnis baru. Karena usaha baru sangat rentan mengalami kegagalan, bahkan 9 dari 10 perusahaan startup mati dalam 3 tahun.

Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha tidaklah kecil, mulai dari jutaan hingga milyaran rupiah dapat digelontorkan sebagai pendanaan. Dengan modal besar ini tentu saja harus ditanamkan di bisnis berpotensi tinggi.

Risiko besar membutuhkan penanganan tepat agar modal dikeluarkan memberikan keuntungan. Oleh sebab itu, pekerjaan sebagai venture capitalist tidaklah mudah. Sebab harus bisa menemukan perusahaan baru yang tepat.

Biasanya venture capitalist akan melakukan penilaian apakah sebuah startup dapat memberikan potensi keuntungan. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh keuntungan juga menjadi perhitungan.

Kebanyakan venture capital diberikan kepada perusahaan yang memang sudah memperlihatkan potensi, terutama apabila usaha tersebut berpotensi mendapatkan cap perusahaan startup Unicorn.

Sebab dengan demikian, potensi keuntungan akan makin tinggi dan bisa didapatkan dalam waktu singkat. Karena pada dasarnya investor memberikan pendanaan bukan sebagai amal, tapi untuk meraih profit.

Jenis-jenis Pendanaan dari Venture Capital

Modal ventura yang saat ini diberikan sebagai bantuan usaha dari organisasi atau lembaga besar kepada pemula dalam bisnis memiliki beberapa jenis. Berikut beberapa jenis VC di pasar saat ini.

  1. Seed Capital

Ini merupakan pendanaan tahap awal, biasanya diberikan kepada sebuah usaha yang belum memiliki produk dan tidak terorganisir dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan pendanaan dari tahap paling dasar.

Di permulaan dana yang diberikan dalam jumlah kecil dan digunakan untuk penelitian pasar, pembuatan produk sampel, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. VC akan menilai perkembangannya, kemudian mempertimbangkan pendanaan selanjutnya.

  1. Startup Capital

Dalam jenis venture capital ini biasanya sebuah usaha sudah memiliki produk sampel dari awal. Sudah ada desain, perencanaan bahan baku, dan produksi sehingga dana yang dibutuhkan adalah untuk kebutuhan lanjutan.

Misalnya untuk melakukan riset pasar tambahan, merekrut anggota tim, penyelesaian produk, atau persiapan pemasaran produk. Selain pemberian modal untuk mendanai kegiatan lanjutan, biasanya perusahaan pemberi dana juga membantu bagian promosi.

Banyak bisnis baru yang mencatut nama investor untuk meningkatkan promosi dan penjualan produk mereka. Hal ini wajar saja dilakukan dan biasanya investor mempersilakannya sebab juga akan menjadi profit nantinya.

  1. Early Stage Capital

Jenis selanjutnya adalah pendanaan yang diberikan pada masa perkembangan bisnis. Artinya, produk sudah mulai dijual dan memperlihatkan statistik penjualan yang baik serta memperlihatkan grafik meningkat di masa depan.

Dalam tahapan ini, usaha baru biasanya sudah mulai memiliki pondasi kuat, yaitu punya struktur organisasi lengkap dan kantor sendiri. Pendanaan dibutuhkan untuk peningkatan produksi, penjualan, juga meningkatkan efisiensi kerja.

  1. Expansion Capital

Jenis pendanaan venture capital berikutnya diberikan kepada pelaku bisnis yang sudah bisa dikatakan mapan dan matang dalam melakukan ekspansi. Pelaku bisnis akan diberikan bantuan untuk melakukan penjelajahan ke pasar baru.

Misalnya, sebelumnya pemasaran dilakukan hanya di pasar domestik, kini mulai merambah pasar regional. Atau ekspansi untuk mengembangkan produk, seperti menambah produk baru untuk segmentasi pasar berbeda.

Kebanyakan pelaku bisnis baru memang sangat membutuhkan bantuan dana pada tahapan ini dan besarnya modal diperlukan juga tidak sedikit. Di tahapan ini persiapan harus sudah sangat matang untuk meminimalkan risiko kegagalan.

  1. Late Stage Capital

Ini adalah jenis pendanaan VC yang paling tinggi, karena diberikan kepada pelaku bisnis dengan pencapaian bagus dan mapan. Pendanaan ini biasanya dibutuhkan sebagai tambahan modal dan kebutuhan peningkatan kapasitas.

Sebuah startup yang sudah mapan bukan berarti tidak membutuhkan investor, bahkan sebenarnya sangat membutuhkannya. Pendanaan ini sangat tepat untuk menstabilkan perusahaan sehingga dapat bertahan di pasar.

Jika Anda memiliki usaha rintisan dan membutuhkan dana, tidak ada salahnya membuat proposal pendanaan ke VC. Venture Capital akan menilai proposal tersebut kemudian mengambil keputusan setelah melihat potensi yang Anda tawarkan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!