Home » Minimum Viable Product Adalah: Pengertian, Tujuan dan Tahapan Pembuatannya

Minimum Viable Product Adalah: Pengertian, Tujuan dan Tahapan Pembuatannya

Belum banyak yang mengetahui bahwa minimum viable product adalah sebuah strategi pengembangan produk di perusahaan-perusahaan startup. Sering juga disebut dengan istilah MVP.

Strategi ini diperlukan untuk membuat persiapan matang sebelum peluncuran sebuah produk karena perusahaan startup memiliki risiko besar gagal ketika rilis produk pertama. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembuatan MVP terlebih dahulu sebagai alat ukur pasar.

Sebuah produk dari usaha rintisan terkadang sulit diterima oleh masyarakat luas, meskipun sudah dibuat dengan biaya tinggi dan memiliki kelengkapan. Hal ini karena pembuatnya belum dikenal secara luas.

Lalu sebenarnya apa minimum viable product in dan apa tujuan pembuatannya, lalu bagaimana tahapan pembuatannya? Bagi para pelaku usaha rintisan hal ini sangat penting untuk diketahui.

Pengertian Minimum Viable Product adalah

Ketika merilis sebuah produk, tidak selalu berjalan lancar, bahkan perusahaan besar sekalipun akan mengalami masalah. Jadi, tidak heran apabila sebuah perusahaan rintisan juga mengalaminya.

Hal ini sudah lumrah sehingga tidak perlu takut dengan masalah yang datang saat perilisan produk. Fokuslah pada risiko yang mungkin dialami dari permasalahan tersebut, bagaimana cara meminimalkan masalah, dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Selalu ada kemungkinan sebuah produk digital tidak bisa diterima pelanggan, mengalami error, atau tidak user friendly. Alasan-alasan seperti inilah penyebab kegagalan perusahaan startup di pasar.

Minimum viable product adalah salah satu cara untuk mengurangi permasalahan yang timbul tersebut. Dengan adanya MVP ini, Anda dapat mengurangi risiko permasalahan bahkan menghindari kegagalan di pasar.

Menurut Forbes, MVP merupakan sebuah produk yang dihasilkan startup dengan berbagai fitur dasar sehingga mampu menarik perhatian pengguna. Selain itu, barang tersebut juga mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

Istilah ini dicetuskan oleh Eric Ries, seorang pengusaha dan konsultan startup asal Amerika dalam buku Lean Startup. Menurutnya, MVP merupakan versi product yang dibuat untuk mengumpulkan respon konsumen dengan biaya dan upaya rendah.

Tahap Pembuatan Minimum Viable Product Adalah

Untuk membuat MVP, maka perusahaan startup perlu mengikuti tahapan yang terstruktur agar mampu menghasilkan product terbaik. Beberapa tahapan penting yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pembuatan Prototype

Prototype merupakan sampel dari sebuah produk yang akan diproduksi. Pembuatan prototype ini menjadi langkah awal dalam penciptaan MVP dan menjadi gambaran akhir dari produk tersebut.

Namun, prototype bukanlah desain final, karena dapat diubah dengan menyesuaikan respon pasar terhadap peluncuran barang tersebut. Bisa saja dilakukan perubahan pada fitur dasar maupun desainnya.

Perubahan yang dilakukan akan sangat tergantung dengan hasil dari respon produk MPV oleh konsumen. Jadi, sangat penting untuk memfokuskan pada tahapan kedua setelah selesai pembuatan prototype.

  1. Pembuatan MVP Berdasarkan Prototype

Minimum viable product adalah sebuah gambaran mengenai daya guna dan manfaat dari produk yang akan diluncurkan. Akan tetapi, hanya mengandung elemen utamanya saja dan meniadakan elemen pelengkap.

Setelah selesai dibuat MVP akan diluncurkan ke pasar untuk dinilai para konsumen. Tanggapan konsumen nanti akan menjadi catatan penting dalam pembentukan product dari perusahaan startup.

  1. Product

Ini adalah tahap akhir dari rangkaian pada MVP, yaitu menciptakan sebuah barang yang dihasilkan dari riset pasar menggunakan prototype dan MVP. Di dalamnya bukan hanya ada elemen dasar, tapi juga elemen pendukung lainnya.

Barang yang dihasilkan ini merupakan hasil paling sempurna, tapi tidak menutup kemungkinan tetap memiliki kekurangan. Akan tetapi, karena sudah dilakukan evaluasi dari MVP, maka kemungkinan kegagalannya lebih rendah.

Tujuan Pembuatan Minimum Viable Product Adalah

Banyak juga perusahaan startup yang melewatkan tahapan pembuatan MVP sehingga mengalami kegagalan dalam peluncuran produk pertama. Hal ini terjadi, karena masih banyak pelaku usaha tidak memahami dengan baik apa saja tujuan dari MVP berikut ini:

  1. Mempercepat Peluncuran Produk

Tujuan utama dari pembuatan MVP adalah untuk membantu pelaku bisnis dalam percepatan peluncuran produk. Sebab sebuah product harus diluncurkan di waktu dan tempat yang tepat agar meningkatkan peluang suksesnya.

Dengan menggunakan MVP untuk mengecek keinginan konsumen, maka pelaku usaha dapat menyempurnakan product dengan baik. Kemudian peluncuran produk dapat dilakukan sesuai dengan waktunya.

  1. Melakukan Pengujian pada Konsumen Sebenarnya

Minimum viable product adalah sebuah strategi yang membantu pelaku usaha untuk melakukan pengujian. Meskipun sudah dilakukan pengujian lab dengan berbagai metode testing, tetap saja dibutuhkan pengujian ke pengguna sesungguhnya.

Dari sinilah akan didapatkan feedback dari konsumen sehingga pelaku usaha dapat melakukan perbaikan sehingga ketika rilis akan diterima pasar. Apabila tidak dilakukan pengujian sama saja pelaku usaha mengambil risiko besar.

  1. Menghemat Pengeluaran

Pembuatan MVP dapat membantu pelaku usaha startup menghemat pendanaan dalam penyempurnaan produk karena adanya feedback dari konsumen. Mengingat pendanaan perusahaan startup terbatas membuat hal ini menjadi sangat penting.

Dengan adanya umpan balik konsumen membuat pelaku usaha tahu apa saja yang harus diperbaiki, dihilangkan, dan ditingkatkan. Jadi, bisa fokus dan tidak mengeluarkan biaya besar ketika melakukan penyempurnaan.

BACA JUGA: Mengelal Apa Itu Venture Capital dan Jenisnya

  1. Memperkecil Risiko Kegagalan

Dalam menjalankan usaha risiko merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Berhasil dan gagal merupakan dua hal pasti dalam sebuah bisnis sehingga tidak ada bisnis anti gagal.

Hanya ada pebisnis yang mampu meminimalkan kegagalannya, caranya dengan menggunakan strategi minimum viable product. Hanya dengan membuat beberapa fitur dasar dalam produk, Anda bisa melihat bagaimana tanggapan konsumen.

Dengan begitu, saat menyempurnakan produk dapat menyesuaikan dengan harapan pengguna. Hasilnya adalah sebuah produk yang dapat diterima oleh konsumen sehingga tidak mengalami kegagalan.

Ketika membuat MVP Anda harus memastikan bahwa produk tersebut memiliki nilai yang cukup menarik bagi pelanggan, memiliki manfaat di masa depan, dan dapat berkembang sesuai kebutuhan pasar.

Memahami pentingnya meminimalkan risiko sebelum meluncurkan sebuah produk dengan memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan merupakan penting bagi pelaku usaha. Menggunakan strategi minimum viable product adalah cara terbaik dalam keadaan tersebut.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!