Home ยป 5 Panduan Singkat Pemeliharaan Ayam Broiler dari DOC sampai Panen

5 Panduan Singkat Pemeliharaan Ayam Broiler dari DOC sampai Panen

Ayam broiler atau yang juga dikenal dengan ayam daging, membutuhkan waktu pemeliharaan lebih kurang 6 sampai dengan 7 minggu. Berikut merupakan 5 panduan singkat pemeliharaan ayam broiler dari DOC sampai panen yang mungkin bisa dijadikan referensi beternak ayam daging:

Daftar Isi

1. Hari ke-1 s/d ke-7 (Minggu Pertama)

Pindahkan ayam broiler DOC ke pemanas, beri air minum hangat yang telah dicampur dengan gula agar energi yang hilang selama proses pemindahan dapat segera terganti. Broiler DOC sendiri merupakan anak ayam yang berumur satu hari. Biasanya broiler DOC ini dijual kepada peternak untuk dikembangbiakkan menjadi ayam potong.

Beri pakan broiler DOC sesuai dengan kebutuhan, per ekor cukup diberi 13 gram pakan. Jika tidak pemberian pakan bisa langsung sebanyak 1,3 kg untuk 100 ekor anak ayam. Pakan sebanyak itu memang pakan yang rata-rata diberikan dan merupakan jumlah minimal.

Namun, pada prakteknya, jumlah pemberian pakan ayam DOC tidak dibatasi. Di awal pemeliharaan, beri pakan yang bentuknya butiran-butiran kecil, lakukan vaksinasi di hari keempat.

2. Hari ke-8 s/d ke- 21 (Minggu Kedua)

Pada minggu kedua rawat ayam broiler layaknya perawatan yang dilakukan pada minggu pertama, hanya saja suhu pemanas agak dikurangi sedikit. Perawatan di minggu kedua ini lebih ringan jika dibanding minggu pertama, sebab ayam broiler sudah beradaptasi dengan atmosfer barunya. Beri makan dan minum seperti yang diinstruksikan di minggu pertama.

3. Hari ke-1 s/d ke-21 (Minggu Ketiga)

Pemeliharaan ayam broiler dari DOC sampai panen yang harus dilakukan pada Minggu ketiga adalah menambah kebutuhan pakan, dari yang awalnya 13 gram menjadi 48 gram. Jika dalam 100 ekor ayam berarti jumlah pakan yang harus diberikan adalah sebanyak 4,8 kg. Pada minggu ini, pemanas sudah bisa dimatikan terlebih ketika siang hari.

Ketika usia broiler sudah 21 hari atau 3 minggu, lakukan vaksinasi ke-2 dan gunakan vaksin ND strain Lasotta. Vaksinasi pada ayam dapat dilakukan melalui air minum atau menyuntiknya . Jika vaksinasi dilakukan melalui air minum, usahakan untuk tidak memberi minum ayam beberapa saat sebelum vaksinasi dilakukan. Itu dilakukan agar ayam benar-benar merasa haus.

4. Hari ke-22 s/d ke-28 (Minggu Keempat)

Ketika sudah memasuki minggu keempat pemeliharaan, pemanas sudah tidak perlu lagi digunakan, lebih-lebih saat siang , karena di usia ini bulu ayam sudah lebat. Saat ayam broiler sudah memasuki usia 28 hari, peternak wajib melakukan sampling untuk mengetahui pertumbuhan dan berat rata-rata ayam.

Ayam broiler yang tumbuh normal minimal, memiliki berat 1,25 kg. Ayam dengan tersebut, membutuhkan pakan sebanyak 65 gram per ekor. Pada minggu-minggu ini, kontrol terhadap ayam broiler harus lebih ditingkatkan. Sebab, di usia-usia ini ayam mulai mudah sakit.

5. Hari ke-26 s/d ke-35 (Minggu Kelima)

Setelah memasuki minggu kelima, perhatikan tatalaksana lantai kandang sebab, di usia ini jumlah kotoran yang dihasilkan oleh ayam cukup tinggi. Diperlukan penambahan alas agar lantai tetap dalam keadaan kering dan tidak becek. Saat usia yama memasuki 3 hari, peternak harus kembali melakukan sampling, normalnya berat ayam pada yang sudah bisa dipanen 1,8 s/d 2 kg.

Kebutuhan pakan ayam yang sudah memasuki usia minggu kelima bertambah menjadi 88 gram per ekor atau setara dengan 8,8 kg per 100 ekor ayam. Hingga tahap ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan pakan ayam sampai dengan usia 5 minggu sebanyak 2,7 kg per 100 ekor ayam.

Itulah panduan singkat mengenai pemeliharaan ayam broiler dari DOC sampai panen. Ada dua fase pemberian makan dan juga pemberian minum pada ayam broiler. Disarankan ketika memberi minum di hari pertama, air ditambah dengan gula sebanyak 50 gram/ liter, dan ditambah obat stress, agar ayam mudah beradaptasi.

error: Content is protected !!