Home » Konsep Penjualan: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya dengan Pemasaran

Konsep Penjualan: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya dengan Pemasaran

Sebagai seorang pebisnis pemula Anda harus tahu bedanya konsep penjualan dengan pemasaran. Kedua hal ini memiliki perbedaan dan contohnya.

Proses penjualan itu sendiri adalah salah satu bagian dari konsep pemasaran. Namun sering kali orang menyalah artikan dan menganggap keduanya sama.

Ada seorang pebisnis yang menggunakan konsep pemasaran untuk setiap produknya. Sebaliknya tidak jarang pebisnis menerapkan rancangan lain yaitu penjualan.

Sebelum Anda memilih akan menerapkan yang mana. Kenali terlebih dahulu perbedaan dua hal di atas pada uraian berikut ini.

Pengertian Konsep Penjualan dan Pemasaran

Rancangan penjualan itu sendiri ada pada bagian pemasaran produk. Tujuan dari penjualan untuk menjaga bisnis yang sedang dijalankan.

Pemasaran merupakan sebuah proses agar pihak pembeli dan penjual mendapatkan kepuasaan. Pebisnis yang menerapkan hal ini percaya bahwa tujuannya memuaskan pembeli.

Bisnis akan berkembang apabila konsumen merasa puas dengan produk tersebut. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan untuk jangka panjang.

Selain itu pemasaran juga memperhatikan hubungan antara pembeli dengan penjual. Tidak hanya itu, pebisnis yang menggunakan konsep ini mengandung tiga dasar pokok.

Tiga Dasar Pokok Proses Pemasaran dan Contohnya

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai konsep penjualan, ada 3 dasar pokok dalam proses pemasaran. Pertama adalah perencanaan menyesuaikan kebutuhannya dengan pelanggan.

Kedua segala kegiatan dilakukan secara terstruktur agar dapat menghasilkan banyak konsumen. Ketiga adalah mencapai apa yang menjadi tujuan dari perusahaan tersebut.

Adapun konsep-konsep yang terdapat pada pemasaran produk. Berikut ini penjelasannya yang lengkap untuk Anda

  1. Konsep Produksi

Berkaitan dengan apa kesukaan dari konsumen. Seperti pelanggan lebih senang dengan barang kualitas bagus harga murah.

Salah satu contohnya adalah ponsel jaman dulu Nexian dengan kualitas bagus dan harga pasar terjangkau. Tidak hanya itu, barang elektronik bautan China juga mudah didapatkan.

  1. Produk

Selanjutnya adalah product concept sesuai dengan kesukaan pelanggan terhadap barang yang memiliki inovasi baru serta fitur canggih. Contohnya dapat Anda lihat pada aplikasi Sync dengan fitur dapat berbicara di atas kendaraan.

  1. Selling Concept

Untuk rancangan ini berkaitan erat dengan promosi yang agresif, cara ini diterapkan agar pelanggan tahu produk Anda dan mau membelinya. Jika tidak melakukan promosi, tidak akan ada yang mengetahui produk tersebut.

Apalagi masyarakat lebih suka jika perusahaan tersebut sering melakukan penawaran. Contohnya bisa diambil dari rokok seperti Clas Mild dengan jargonnya dan isi iklan juga mampu menarik perhatian orang.

  1. Marketing

Berikutnya ini berkaitan dengan strategi marketing dari perusahaan Anda. Targetnya adalah mencapai kepuasaan pelanggan dan bisa mengalahkan perusahaan kompetitor.

Misalnya adalah komputer merk Dell dengan fitur sesuai keinginan masyarakat. PC ini dirancang agar kebutuhan semua orang bisa terpenuhi.

Michael Dell berhasil menciptakan barang elektronik dengan harga sesuai keinginan pasar. Tentu saja PC ini akan laku keras ketika dipromosikan.

Tidak hanya itu, pelanggan Dell dapat menikmati kecanggihan dari fitur-fitur PC. Tampilannya pun cukup sederhana namun menarik untuk dilihat.

  1. Social Marketing

Rancangan ini berhubungan dengan proses memasarkan produk yang menyangkut status sosial masyarakat. Seperti misalnya pesepak bola terkenal Christiano Ronaldo membeli sebuah kendaraan elite di Inggris.

Harga mobil ini juga mahal, mencapai 400 ribu dollar Amerika. Jadi ketika ada orang tersohor membeli produk mewah, tentu inilah yang dinamakan dengan konsep pemasaran sosial.

Uniknya kendaraan ini dari bagasinya, ketika dibuka akan mengeluarkan lemari penyimpanan sendiri. Lemari tersebut dapat digunakan sebagai tempat menyimpan minuman alkohol.

Perbedaan Antara Konsep Penjualan dan Pemasaran

Ada perbedaan di antara kedua rancangan tersebut dalam dunia bisnis. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perbedaan Tujuan

Pemasaran dilakukan agar mendapatkan kepuasan pelanggan dan dalam hal ini konsumen diutamakan. Sedangkan penjualan berfokus pada cara untuk menjaga kualitas produk.

  1. Konsumen

Perbedaan berikutnya terdapat pada konsumen, jika penjualan terfokus ke bagaimana pelanggan bisa memikirkan tentang produk tersebut. Lain halnya dengan pemasaran yang berusaha masuk ke dalam pikiran pelanggan agar mau membeli produk tersebut.

  1. Titik Awal Rencana

Perbedaan selanjutnya terdapat pada titik awal perencanaan untuk penjualan lebih mengutamakan pembuatan produk dan pabrik dulu. Kebalikannya jika pemasaran mengutamakan mencari tahu apa kebutuhan dari masyarakat baru membuat solusi.

  1. Fokus

Fokus dari konsep penjualan dan pemasaran ini juga ada perbedaan. Fokus dari penjualan kepada produk tersebut dan pemasaran pada konsumen.

  1. Jangka Waktu

Rentang waktu rancangan pemasaran biasanya digunakan untuk jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh pematangan konsep di awal yang telah dibuat.

Berbeda dengan rentang waktu penjualan biasanya dibuat untuk jangka pendek. Pebisnis yang menerapkan ini akan memikirkan cara agar bisa mendapatkan tempat di pasar.

  1. Upaya

Rancangan pemasaran berkaitan dengan upaya untuk memproduksi barang bagus. Untuk pemilihan tempat dan harga yang pas.

Selain itu juga memikirkan distribusi hingga promosi. Bedanya dengan konsep penjualan adalah upaya yang dilakukan jauh lebih sedikit hanya mencakup persuasif dan promosi.

  1. Harga Barang

Harga barang dalam pemasaran ditentukan sesuai dengan kondisi masyarakat, harganya ditentukan oleh permintaan komoditas. Perbedaannya dengan penjualan, harga dibuat berdasarkan berapa banyak biaya untuk membuat barang tersebut.

BACA JUGA: Apa Itu Forecest Penjualan dan Pentingnya Dalam Bisnis

Contoh Konsep Penjualan dalam Bisnis

Contohnya ketika Anda ingin membuat usaha makanan. Anda memikirkan makanan apa yang akan dibuat dan mencobanya agar mendapat kualitas bagus.

Misalnya Anda berhasil membuat sebuah makanan ringan rumput laut, berikutnya bukan pemasaran tetapi membuat pabrik. Untuk pemasaran, ketika Anda membuat sebuah bisnis makanan langkah awal adalah melakukan riset pasar.

Setelah mengetahui kebutuhan pasar lalu membuat produk tersebut. Makanan yang sudah dibuat langsung dipromosikan kepada masyarakat dengan harganya juga berdasarkan kondisi konsumen.

Jelas ada perbedaan di antara konsep pemasaran dengan penjualan. Penjualan masih berhubungan dengan pemasaran.

Ada contoh yang sudah dijelaskan di atas mengenai penjualan. Jadi setiap pebisnis boleh memilih salah satu untuk mengembangkan bisnis antara pemasaran dan konsep penjualan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!