Home ยป 15 Ide Usaha Ternak Burung yang Menjanjikan di Masa Depan

15 Ide Usaha Ternak Burung yang Menjanjikan di Masa Depan

Kalau dengar kata ternak burung, jangan cuma mikir lomba kicauan di gantangan aja. Hari gini, ternak burung itu udah kayak tambang emas berjalan — asal kamu tau mainnya.
Bahkan, ada yang modal Rp500 ribuan aja udah mulai jalanin usaha kecil-kecilan dari rumah!

Ini bukan cuma tentang “burung bersuara emas”, tapi tentang peluang cuan yang, kalau dirawat bener, bisa ngalahin harga emas.
Yuk, kita kupas semua serunya!

Tapi Ternak Burung Bukan Kayak Ternak Sapi

Beda cerita kalau kamu pikir ternak burung itu cuma soal modal gemuk kayak ternak sapi.
Kalau di sapi, modal gede buat beli bibit sehat, kasih pakan banyak, tunggu gemuk, jual.

Tapi di ternak burung, modal duit doang gak cukup.
Kamu harus punya feeling, minimal bisa bedain mana suara burung yang “merdu”, mana yang “cempreng”.

Artinya apa?

➡️ Kamu harus ngerti kualitas — bukan cuma dari bentuk fisik, tapi juga dari potensi suara, mental, dan kesehatan burung.
Burung yang suaranya bagus, nafasnya panjang, dan rajin bunyi itu yang bakal bikin harga jualmu meledak.
Kalau kamu salah rawat atau salah pilih, siap-siap deh anakan kamu gak laku, atau harganya jeblok.

Ternak burung itu bukan sekadar pelihara, tapi ngerti karakter!

Makanya sebelum mulai, latih dulu telinga dan matamu:

  • Bedain suara ngekek panjang (buat lovebird)

  • Bedain irama ngeroll mulus (buat kenari, pleci)

  • Lihat mental tarung (buat murai batu)

Kalau skill ini udah kamu asah, baru deh kamu siap masuk ke dunia ternak burung beneran.

Udah dari Jaman Dulu, Burung Itu Piaraan Para Tumenggung dan Demang

Kalau kamu pikir ternak burung itu cuma budaya hobi modern, wah, salah besar.
Sejak jaman dulu, burung udah jadi piaraan orang-orang penting — mulai dari tumenggung, demang, sampai bangsawan zaman kerajaan.

Kenapa burung?

➡️ Karena burung itu simbol status sosial.
Suara merdu dan keindahan bulu burung itu kayak pameran gaya hidup elegan.
Semakin langka dan bagus burung yang kamu pelihara, makin tinggi pula wibawa kamu di mata orang lain.

Dulu, orang yang pelihara burung bagus itu dianggap orang berada. Bahkan ada cerita kalau satu ekor burung bisa ditukar sama sebidang tanah kecil!

Dari Simbol Status ke Komunitas Pecinta Burung

Waktu jalan terus, budaya ini berkembang.
Dari piaraan para pejabat lokal, jadi hobi massal.
Sekarang, komunitas pecinta burung ada di mana-mana:

  • Grup Facebook burung hias

  • Event gantangan burung kicau

  • Bursa burung online & offline

  • Forum jual beli lovebird, kenari, murai batu

Pasarnya? Gede banget.

Bahkan di beberapa daerah, ada event lomba burung yang hadiahnya bisa ratusan juta rupiah — cuma dari satu burung yang suaranya juara!

Artinya?
Kalau kamu ngerti cara mainnya, ternak burung itu bukan cuma nostalgia budaya, tapi peluang bisnis modern yang legit. 🚀


Ide Usaha Ternak Burung yang Menjanjikan di Masa Depan

Jangan salah, udah banyak banget miliarder dadakan yang lahir dari dunia ternak burung.
Bahkan, ada yang satu ekor burungnya aja bisa laku sampai ratusan juta rupiah — bukan mitos, tapi kenyataan.

Buat yang ngerti kualitas, sabar ngerawat, dan pintar main di komunitas, ternak burung itu kayak cetak uang jalan terus.
Dan kabar baiknya: peluang ini masih terbuka lebar banget, apalagi di masa depan, tren burung hias dan burung kicau makin meningkat seiring tumbuhnya komunitas baru.

Kalau kamu pengen ikutan ngerasain cuannya, nih banyak banget ide ternak burung yang prospeknya menjanjikan banget buat masa depan:


1. Lovebird Mutasi Warna

Lovebird kayak biola, blue series, parblue, warna makin unik = harga makin tinggi.
Pasar lovebird hias terus hidup karena orang cari burung buat lomba & pajangan.

2. Murai Batu Kelas Lomba

Murai batu itu raja di dunia kicau.
Yang punya suara tembakan panjang dan mental tarung kuat bisa dihargai puluhan juta per ekor.

3. Kenari Lokal Super

Cepat berkembang biak, suara ngerol panjang, pasar luas dari pemula sampai senior.

4. Jalak Suren

Gacor, pintar niru suara lain, sering dipakai buat burung masteran.

🔗 Baca Juga: Ternak Modal 300 Ribu: Realistis, Cepat Panen, dan Mudah Dijual

5. Pleci

Mini size, mini modal, tapi komunitas pecintanya loyal.
Ternak massal pleci bisa jadi pabrik cash kecil-kecilan.

6. Kacer

Burung fighter sejati.
Pasar lomba kacer gede banget, terutama buat yang suaranya “ngeplong” dan gayanya ngotot di gantangan.

7. Cucak Ijo

Cucak ijo punya suara ngeroll, variasi lagu banyak, warna hijau terang.
Harga anakan sampai dewasa bisa berlipat-lipat.

8. Anis Merah

Burung legendaris di dunia kicau karena suaranya yang merdu dan gaya teler unik pas lomba.

9. Cendet (Pentet)

Burung predator kecil dengan suara lantang, cocok buat kamu yang mau main di pasar burung fighter.

10. Parkit

Burung hias kecil warna-warni.
Pasar parkit stabil, cocok buat segmen anak-anak sampai keluarga yang pengen burung lucu di rumah.

11. Nuri dan Betet

Kalau mau main di segmen burung eksotis, nuri dan betet warna-warni bisa jadi pilihan.
Harganya lumayan, pasar ekspor juga ada.

🔗 Baca Juga: Usaha Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal: Cepat Panen, Gampang Dijual

12. Falk (Cockatiel)

Burung eksotis mini yang populer banget buat peliharaan indoor.
Suara pelan, jinak, dan gampang dirawat.

13. Lovebird Fighter

Selain lovebird warna, ada juga segmen lovebird fighter (LB konslet, LB ngekek panjang) yang ramai di gantangan.

14. Serindit

Burung kecil dari daerah timur Indonesia, warna keren, suara khas, makin banyak dicari penghobi.

15. Burung Derkuku dan Perkutut

Kalau mau sentuh pasar nostalgia, ternak derkuku atau perkutut klasik masih punya penggemar loyal — bahkan ada yang siap bayar mahal buat suara yang mistis.

Ringkasan Ide Usaha Ternak Burung yang Menjanjikan

No Jenis Burung Kelebihan Utama Kisaran Harga Pasar Catatan Penting
1 Lovebird Mutasi Warna Warna unik, banyak lomba, pasar luas Rp80k – Rp500k+ Fokus warna mutasi untuk premium
2 Murai Batu Raja kicauan, harga tinggi di lomba Rp500k – Rp10jt+ Wajib rawat suara dan mental
3 Kenari Lokal Super Mudah ternak, suara ngeroll, pasarnya luas Rp50k – Rp500k Ideal buat pemula
4 Jalak Suren Suara keras, masteran burung lain Rp400k – Rp2jt+ Perlu perawatan harian ekstra
5 Pleci Kecil modal kecil, komunitas aktif Rp30k – Rp300k Cocok ternak massal
6 Kacer Fighter kicau, gaya bertarung keren Rp300k – Rp2jt+ Cocok buat pasar lomba
7 Cucak Ijo Suara variatif, warna mencolok Rp500k – Rp3jt+ Burung semi fighter
8 Anis Merah Suara merdu, gaya teler unik Rp400k – Rp2,5jt+ Harga naik kalau sering lomba
9 Cendet (Pentet) Suara keras, mental fighter Rp200k – Rp1jt+ Pasar penggemar burung fighter
10 Parkit Warna-warni, lucu, cocok indoor Rp30k – Rp150k Cocok buat keluarga
11 Nuri dan Betet Eksotis, warna cerah, pasar ekspor Rp1jt – Rp5jt+ Perlu izin untuk ekspor tertentu
12 Falk (Cockatiel) Jinak, suara lembut, tren burung hias Rp500k – Rp2jt+ Cocok untuk ternak rumahan indoor
13 Lovebird Fighter Fokus suara & durasi ngekek, bukan warna Rp150k – Rp1jt+ Siap masuk pasar lomba konslet
14 Serindit Burung kecil eksotis dari timur Rp200k – Rp800k Pasar burung eksotis berkembang
15 Derkuku / Perkutut Suara klasik, pasar kolektor nostalgia Rp100k – Rp5jt+ Ada pasar high-end kolektor

Catatan Penting:

  • Harga sangat tergantung kualitas suara, warna, mental, dan prestasi (kalau sudah lomba).

  • Untuk jenis-jenis eksotis (seperti nuri, betet), perlu cek regulasi perizinan perdagangan.

  • Beberapa jenis (seperti murai batu, lovebird fighter) lebih kuat di segmen lomba dan butuh perawatan ekstra.


Kenapa Harus Banyak Pilihan Burung?

Karena pasar burung itu segmented:

  • Ada yang cari suara

  • Ada yang cari warna

  • Ada yang cari gaya tarung

  • Ada yang cuma mau buat piaraan lucu di rumah

Semakin kamu ngerti segmen pasar mana yang mau kamu mainkan, semakin besar peluang kamu buat cuan konsisten.

Makanya, jangan cuma fokus satu jenis, tapi kenali dulu mana yang cocok sama skill rawat kamu dan modal awalmu.
Boleh banget mulai dari satu jenis dulu, nanti kalau udah stabil baru nambah koleksi dan skala ternaknya.

Burung Bukan Kayak Batu Akik yang Tiba-Tiba Ramai Besok Ilang

Kalau kamu takut ternak burung itu cuma trend sesaat kayak fenomena batu akik dulu, tenang bro, beda banget ceritanya.

Batu akik dulu sempat meledak, semua orang jualan, semua orang pakai cincin segede bakpao, terus… sepi mendadak kayak pasar malam abis hujan.
Yang telat cabut, modalnya nyangkut semua.

Tapi burung? Gak gitu.

➡️ Ternak burung itu dibangun dari budaya, komunitas, dan pasar yang konsisten bertahun-tahun.
Ada kontes nasional, komunitas aktif, jual beli harian jalan terus, bahkan makin modern lewat marketplace online.

Ada Data Seriusnya

Biar gak cuma modal asumsi, ini beberapa fakta data yang bisa kamu pegang:

  • Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) 2023, Indonesia punya lebih dari 8,5 juta rumah tangga yang memiliki hewan piaraan, dan burung masuk 3 besar hewan peliharaan terpopuler setelah ikan dan kucing.

  • Data Kicau Mania Indonesia 2022 menyebutkan, komunitas burung kicau di Indonesia punya lebih dari 2 juta anggota aktif di seluruh daerah.

  • Jumlah event lomba burung skala lokal sampai nasional naik 15–20% tiap tahun dalam 5 tahun terakhir, dengan total hadiah bisa tembus miliaran rupiah per musim.

Kalau pasar batu akik itu “booming dadakan”, pasar burung ini jalan pelan tapi stabil dan berkembang.

Bahkan di masa pandemi kemarin, jualan burung online tetap jalan, malah komunitas online makin ramai. Artinya, burung bukan cuma gaya hidup — tapi juga jadi alternatif hiburan dan bisnis buat banyak orang.


🔗 Baca Juga: Usaha Ternak Lele Rumahan: Modal Kecil, Panen Cepat, Cuan Rutin

Singkatnya…

✅ Burung = budaya + komunitas + pasar aktif
✅ Ada jual-beli harian, bukan cuma booming seasonal
✅ Ada event lomba, jual beli anakan, masteran suara
✅ Ada tren baru (burung eksotis, burung hias, burung master)

Kalau kamu niat terjun, ternak burung bisa jadi ladang bisnis jangka panjang, bukan sekadar ikut-ikutan trend.

Tips Rahasia Menjual Burung Cepat Laku di Online + Offline

Punya burung bagus aja gak cukup kalau kamu gak paham cara jualannya.
Biar ternak kamu gak numpuk di kandang, nih rahasia jualan burung cepat laku baik online maupun offline:

1. Bangun Personal Branding dari Awal

Kalau kamu serius mau jualan burung, bikin nama buat farm kecilmu.
Contoh: “Rian Bird Farm”, “Fitri Kicau Center”, atau nama kreatif lain.

➡️ Branding itu penting! Orang lebih percaya beli dari yang kelihatan “serius” dibanding akun random.


2. Aktif di Komunitas Kicau

Gabung komunitas di:

  • Facebook Group

  • WhatsApp Group

  • Forum jual beli burung

  • Event latberan (latihan bersama)

➡️ Sering share foto burungmu, posting perkembangan anakannya, kasih tips ringan — bangun kepercayaan pelan-pelan.


3. Maksimalkan Marketplace & Sosial Media

Pasarkan burung lewat:

  • Shopee kategori hewan peliharaan

  • OLX (kategori hobi & komunitas)

  • Instagram (pakai hashtag burung, #kicaumania, #lovebirdindonesia, dll)

  • Facebook Marketplace

➡️ Upload foto jelas + deskripsi jujur: usia, jenis kelamin, suara (kalau bisa upload videonya).


4. Bikin Video Kecil Buat Bukti Suara

Bikin video singkat:

  • Burung ngekek panjang

  • Burung teler

  • Burung aktif ngeplong

➡️ Pembeli online lebih percaya kalau bisa dengar langsung performa burung kamu.


5. Jual Paket Burung + Bonus

Kadang susah jualan karena terlalu biasa.
Coba bikin promo kayak:

  • “Gratis kandang mini untuk pembelian 1 pasang lovebird!”

  • “Gratis vitamin starter pack buat kenari anakan!”

➡️ Nilai tambah kecil kayak gini bikin pembeli lebih tertarik.


6. Jangan Lupa After Sales Service

Beri garansi minimal:

  • “Jika dalam 3 hari burung sakit berat (bukan kelalaian pembeli), tukar baru.”

  • “Konsultasi gratis perawatan setelah beli.”

➡️ Bukan cuma jualan, tapi bangun hubungan biar mereka repeat order ke kamu lagi.


KESIMPULAN: Ternak Burung Itu Ladang Emas Kalau Kamu Main Pintar

Ternak burung bukan sekadar hobi.
Kalau dijalani serius, bisa jadi mesin uang jangka panjang.

Mulai dari pemilihan burung yang tepat, perawatan konsisten, sampai strategi jualan yang cerdas, semua faktor penting buat nentuin seberapa cepat usaha kamu ngebut.

Ingat:
✅ Burung bukan trend sesaat kayak batu akik
✅ Pasarnya luas, komunitasnya solid
✅ Skill, branding, dan jaringan itu kunci sukses
✅ Modal kecil, peluang besar!

Kalau kamu siap sabar, belajar, dan gerak aktif — bukan cuma suara emas burung yang kamu dengerin, tapi juga suara “cha-ching” dari hasil jualannya! 🚀🐦


Kalau kamu tertarik dengan bisnis peternakan yang menjanjikan selain ternak burung, kamu bisa mempertimbangkan bisnis sarang walet. Bisnis ini memiliki potensi keuntungan yang besar dan dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau.

Untuk panduan lengkapnya, kamu bisa membaca artikel berikut:​ 👉 Bisnis Sarang Walet: Langkah Mudah Menjalankannya bagi Pemula


Q: Modal minimal berapa buat mulai usaha ternak burung?
A: Mulai dari Rp500 ribuan udah bisa, tergantung jenis burung yang dipilih.

Q: Apakah burung gampang dijual?
A: Gampang kalau kamu aktif di komunitas, ngerti karakter burung, dan jujur saat jualan.

Q: Bisakah jualan burung secara online tanpa toko fisik?
A: Bisa banget! Marketplace, grup Facebook, dan Instagram adalah ladang potensial.

Q: Jenis burung apa yang paling cepat menghasilkan?
A: Lovebird, kenari, dan pleci karena siklus ternaknya cepat dan permintaan stabil.

Q: Apakah perlu izin untuk jualan burung?
A: Skala kecil rumahan biasanya gak perlu izin. Tapi untuk burung eksotis (nuri, betet) dan bisnis besar, perlu perizinan dari BKSDA.

Drajad DK - Penulis Bisniz.id
โœ๏ธ Drajad DK
Penulis sekaligus pelaku usaha mandiri di industri kreatif sejak 2013, dengan pengalaman di bidang konveksi, digital printing, franchise kuliner, serta strategi pemasaran berbasis SEO dan SEM.
๐Ÿ”— Lihat Profil Lengkap