Home ยป Usaha Jualan Telur Gulung Kekinian: Modal Mini, Peluang Viral, dan Strategi Naik Kelas

Usaha Jualan Telur Gulung Kekinian: Modal Mini, Peluang Viral, dan Strategi Naik Kelas

🕰️ Nostalgia Jajanan Legendaris

Kamu pasti pernah jajan telur gulung waktu SD, kan? Yang digulung cepet-cepet sama abang-abang di wajan kecil, lalu ditusuk dan langsung dicelup ke saus merah encer. Rasanya? Legendaris.

Tapi sekarang? Telur gulung udah berevolusi. Ada yang pakai saus lada hitam pedas-manis, ada juga yang disajikan di cup lengkap sama mayonnaise dan topping keju lumer. Dari sekadar jajanan nostalgia, sekarang bisa jadi jualan cuan dengan gaya kekinian.

Elemen Versi Jadul Versi Kekinian
Penyajian Digoreng langsung, disajikan di tusuk sate Disusun rapi dalam cup, paper tray, atau box mini
Saus Saus merah encer Lada hitam, gochujang, saus keju, mayo pedas
Tampilan Sederhana Estetik, ditaburi nori, keju leleh, stiker lucu
Tempat Jualan Depan sekolah Bazar, event kuliner, GoFood/GrabFood
Harga Jual Rp1.000 – Rp2.000 Rp3.000 – Rp8.000

💡 Kenapa Usaha Telur Gulung Itu Masih Menjanjikan (Kalau Kamu Naikin Kelasnya)

Telur gulung itu udah menjanjikan dari dulu. Jajanan sejuta umat, murah, cepat, dan hampir nggak pernah gagal bikin anak-anak senyum. Tapi zaman berubah, dan pesaing makin banyak.

Sekarang, jajanan di depan sekolah udah nggak cuma telur gulung. Ada yang jual corn dog, es krim mochi, sushi mini, sosis spiral, sampai snack Korea-an.

Kalau telur gulung cuma bertahan di bentuk “jadul”—telur, gulung, saus merah encer—lama-lama bisa tenggelam ditelan tren baru.

Tapi justru di situ peluangnya.

Kalau kamu bisa naikin level telur gulung jadi versi kekinian, tambahin kreativitas, kemasan, rasa baru—usaha ini nggak cuma bertahan, tapi bisa berkembang dan jadi trendsetter baru.

Dari tusuk sate ke paper cup, dari saus merah ke saus lada hitam + mayo cheese—telur gulung bisa banget naik kelas, dan kamu bisa jadi pelopornya.

🚀 Telur Gulung Bisa Viral, Asal Nggak Cuma Digulung Doang

Telur gulung punya semua bahan dasar buat viral:
✔️ familiar dari kecil
✔️ proses bikinnya satisfying
✔️ gampang dimodifikasi

Tapi… nggak bakal ngangkat kalau tampilannya masih itu-itu aja.

Kalau mau naik kelas, bentuknya harus bikin ngiler.
Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal wujud baru yang kekinian.


Biar Telur Gulung Kamu Bisa Viral, Lakukan Ini:

  • 💥 Ubah bentuknya: Tambahin topping yang rame—saus lada hitam, keju leleh, mayo, sampai nori kering

  • 🍱 Ubah kemasannya: Dari tusukan ke cup bening, dikasih stiker lucu atau nama yang ngena

  • 🧠 Ubah namanya: Jangan “Telur Gulung Biasa”. Coba “Gulung Cheese Boom”, “Tusuk Saus Meledak”, atau “Telur Viral 2.0”

  • 📱 Poles di media sosial: Rekam proses gulung yang satisfying, edit cepat ala TikTok, tambahin musik yang lagi tren, upload di jam prime time

Intinya: Telur gulung kamu jangan cuma digulung. Tapi juga dibentuk, dikemas, dan dipromosikan biar naik kelas dan jadi bahan omongan di timeline orang-orang.

🎯 Telur Gulung Udah Punya Pasar, Tinggal Kamu Mainkan Positioning-nya

Simplenya, kamu nggak perlu cari pasar baru buat jualan telur gulung—karena pasarnya udah ada dari dulu.
Dari anak-anak SD, remaja jajan sepulang sekolah, sampai orang dewasa yang pengin nostalgia—semua masih doyan telur gulung.

Tapi…
Kalau kamu bisa kasih sentuhan positioning yang kuat + USP (Unique Selling Point) yang beda dari yang lain, telur gulung kamu nggak cuma disukai, tapi juga diburu.

Positioning Produk Keunggulan Produk Target Pasar
Telur Gulung Rasa Korea Saus khas, tampilan modern Remaja, anak konten TikTok
Telur Gulung Anak Sehat Pakai telur organik, saus homemade Ibu-ibu, anak SD
Telur Gulung Ekonomis 1000-an Nostalgia, harga hemat Siswa SD, penjaja lokal
Telur Gulung Viral 2.0 Nama catchy, topping rame, kontenable Mahasiswa, foodies Instagram

🔗 Baca Juga: Bisnis Jajanan Anak SD: Cara Jualan Biar Mereka Tetap Jajan Meski Bawa Bekal

Contoh Positioning Telur Gulung yang Beda Banget:

  • “Telur Gulung Rasa Korea”
    → Tambah saus gochujang + kemasan cup ala street food Seoul

  • “Telur Gulung Viral 2.0”
    → Fokus di visual konten dan varian topping kekinian

  • “Telur Gulung Anak Sehat”
    → Pakai telur organik, saus homemade, jualan di event parenting

  • “Telur Gulung Ekonomis 1000-an”
    → Balik ke nostalgia, tapi dimaksimalkan buat volume & bundling paket hemat


Dengan Positioning yang Tepat, Pasar Bisa Diperluas

Dari yang awalnya cuma:

  • Anak SD dan orang tua

  • Jajanan sore depan sekolah

Bisa berkembang ke:

  • Mahasiswa dan pekerja kantoran (versi spicy & creamy)

  • Event bazar, car free day, sampai food court

  • Market online (via frozen atau pre-order harian)

Kalau kamu tahu siapa yang kamu sasar, dan apa yang bikin produkmu beda, telur gulungmu nggak akan stuck di jajanan SD doang—tapi bisa jadi produk yang naik kelas dan bisa bersaing sama jajanan viral lainnya.

💥 Udah Tahu Target, Udah Punya Produk — Saatnya Jualan!

Kamu udah:

✅ Tahu siapa yang mau kamu sasar
✅ Tahu gaya telur gulung yang mau kamu jual
✅ Punya positioning dan konsep yang beda dari yang lain

Sekarang saatnya masuk ke fase paling seru (dan paling menegangkan): jualan beneran di lapangan.

Gaya Jualan Cocok Untuk Kelebihan Utama
Keliling Perumahan, sekolah, CFD Fleksibel, bisa jangkau banyak lokasi
Mangkal Taman, depan sekolah/minimarket Biaya tetap rendah, mudah dikenali
Titip Jualan Kantin sekolah, warung Minim tenaga, bisa jalan bareng usaha lain
GoFood/GrabFood Anak kos, pekerja, market online Jangkauan luas, cocok buat repeat order

🔗 Baca Juga: 7 Kelemahan Usaha Thai Tea: Ketika Tren Minuman Begitu Cepat

Pilih Gaya Jualan yang Sesuai Strategimu

🚶‍♂️ Jualan Keliling

Pakai gerobak dorong, motor modif, atau sepeda listrik
🟢 Cocok buat: Area komplek, sekolah, atau CFD
💡 Tips: Tempel banner lucu + speaker musik biar menarik perhatian

🏕️ Jualan Mangkal

Di depan sekolah, taman, atau depan minimarket
🟢 Cocok buat: Jajanan reguler tiap sore
💡 Tips: Pakai tenda mini warna cerah dan menu papan tulis yang catchy

🛍️ Titip Jualan

Titip di kantin sekolah, warung, atau booth jajan lainnya
🟢 Cocok buat: Yang nggak bisa standby jualan sendiri
💡 Tips: Buat kemasan rapi dan berlogo supaya tetap terlihat profesional

📲 Jualan Online

Jual versi frozen, pre-order, atau via GoFood/GrabFood
🟢 Cocok buat: Market rumah tangga atau mahasiswa kos
💡 Tips: Aktifin Instagram + TikTok biar dapet exposure dan repeat order


Bikin Jualanmu Gak Gitu-Gitu Aja

  • Kasih menu unik tiap minggu: misalnya “Telur Gulung Mozzarella Week”

  • Bikin paket hemat: 5 tusuk + 1 cup minuman

  • Gunakan bonus & stiker lucu buat anak-anak

  • Tawarkan “bisa request topping” biar lebih personal


Jangan Takut Gagal di Hari Pertama

Inget: jualan itu proses. Hari pertama bisa rame, bisa juga sepi. Tapi kalau kamu konsisten, terus evaluasi, dan ngerti cara menarik perhatian pasar, telur gulungmu bakal nemu jalannya sendiri.

Yang penting, kamu udah mulai. Telur gulung pertama yang kamu goreng bisa jadi awal dari ratusan ribu tusuk ke depannya 🥢🔥

📦 Gimana Telur Gulung Bisa Masuk ke GoFood? Update Kemasan Dulu, Bos!

Telur gulung itu bisa banget dijual online lewat GoFood, GrabFood, atau aplikasi kuliner lainnya. Tapi tantangannya: ini bukan jajanan yang “anteng” dibawa-bawa.

Kalau kemasannya masih plastik lemas, saus tumpah, atau tusukannya loncat-loncat — pembeli bisa kapok order.

Makanya, sebelum kamu listing di platform digital, upgrade dulu urusan kemasan. Ini bukan soal gaya-gayaan, tapi soal pengalaman pelanggan.


🔗 Baca Juga: Bisnis Kerupuk Seribuan: Kecil-Kecil Untung Jalan Terus

Tips Kemasan Telur Gulung Biar Siap Masuk Online Platform

✅ Gunakan Cup Bening Tebal + Penutup Rapat

  • Saus di dasar cup, telur ditata rapi di atas

  • Bisa ditambah stiker brand/logo di sisi cup

✅ Pisahkan Saus dalam Kemasan Kecil

  • Gunakan plastik segel kecil atau botol mini

  • Biar pembeli bisa atur sendiri level pedasnya

✅ Bungkus Rapat dan Datar Saat Pengiriman

  • Pakai kertas kraft/box tambahan agar cup nggak goyang

  • Simpan dalam posisi tegak lurus di tas kurir

✅ Bonus: Beri Sendok atau Tusuk Sate Cadangan

  • Kecil tapi berkesan. Bikin pembeli nyaman meski makan di kantor/kosan


Langkah Masuk ke GoFood/GrabFood

  1. Daftar sebagai Mitra Usaha di aplikasi GoBiz (GoFood) atau GrabMerchant

  2. Siapkan: KTP, NPWP (opsional), rekening bank

  3. Ambil foto produk + kemasan yang menggoda

  4. Tulis deskripsi menu dengan gaya yang memikat

    • Contoh: “Telur gulung isi sosis, disiram saus lada hitam dan keju leleh 😍”

  5. Aktifin promo “Beli 10 Gratis 1” atau “Diskon 10%” di awal buat naikin visibilitas


Telur gulung yang tadinya cuma di tenda depan sekolah, sekarang bisa sampai ke meja kosan anak kampus, ruang istirahat kantor, bahkan jadi jajanan malam buat yang lagi nugas.

Kuncinya? Kemasan aman + presentasi yang menggoda. Dunia online itu soal visual dan pengalaman—dan kamu bisa menang kalau siapin itu dari sekarang.

🏁 Sekarang Giliran Kamu: Mau Digulung Atau Menggulung Peluang?

Kamu udah baca dari awal.
Kita bahas nostalgia, kita upgrade jadi tren kekinian, kita ubah bentuk dan kemasan, sampai masuk GoFood segala.
Telur gulung bukan cuma jajanan—tapi bisa jadi senjata cuan kalau kamu serius maininnya.

Sekarang, tinggal kamu jawab satu hal:
Mau terus jadi penonton? Atau mulai “menggulung” peluang dari sekarang?


Mulainya Gak Harus Ribet

  • Coba tes resep di rumah pakai 2 telur aja

  • Lihat respons orang rumah atau tetangga

  • Beli peralatan pelan-pelan

  • Mulai mangkal di tempat ramai, walau cuma 2 jam sehari

Nggak perlu langsung perfect. Yang penting, kamu bergerak.


Karena Usaha Kecil Bisa Jadi Jalan Besar

Nggak usah minder cuma jualan telur gulung.
Justru dari hal sesimpel itu, kamu bisa:

  • Punya penghasilan harian stabil

  • Bangun brand sendiri dari bawah

  • Belajar dagang beneran, bukan teori doang

  • Dan pelan-pelan… jadi pengusaha yang tahan banting


Telur gulung itu cuma “media”.
Yang bikin dia berharga, adalah tangan kamu yang berani mulai.

Jadi… kamu pilih yang mana? Digulung keadaan, atau menggulung peluang?
Dunia jualan udah siap nerima kamu—asal kamu siap mulai duluan.

Drajad DK - Penulis Bisniz.id
โœ๏ธ Drajad DK
Penulis sekaligus pelaku usaha mandiri di industri kreatif sejak 2013, dengan pengalaman di bidang konveksi, digital printing, franchise kuliner, serta strategi pemasaran berbasis SEO dan SEM.
๐Ÿ”— Lihat Profil Lengkap