Home » 5 Teknik Closing Cerdas Untuk Meningkatkan Prospek Penjualan

5 Teknik Closing Cerdas Untuk Meningkatkan Prospek Penjualan

Untuk bisa menjual barang dan memperoleh keuntungan, teknik closing merupakan hal penting untuk harus dilakukan. Penggunaan metode ini menjadi andalan banyak sales atau penjual untuk menghasilkan penjualan.

Umumnya ada 10 langkah harus dilakukan penjual untuk bisa mendapatkan prospek penjualan. Sepuluh langkah ini sudah digunakan sejak zaman dulu dan masih digunakan hingga saat ini.

Mulai dari langkah prospecting hingga tahapan closing dan follow-up service menjadi bagian dari 10 langkah harus dilakukan sales. Untuk tahapan closing atau eksekusi penjualan ada beberapa teknik dapat digunakan.

Penggunaan teknik ini tidak bisa sembarangan dan harus dipilih mana paling sesuai dengan keadaan. Jadi, sebagai penjual Anda harus pandai-pandai dalam memilih eksekusi terbaik dan sesuai untuk pelanggannya.

Kali ini, kami ingin berbagi beberapa metode dapat digunakan untuk mengeksekusi penjualan dan mendapatkan prospek keuntungan. Bisa jadi nanti salah satunya dapat Anda gunakan untuk menjual barang atau jasa yang dipasarkan.

Mengenal Apa itu Teknik Closing

Pertama-tama Anda harus tahu dahulu apa yang dimaksud dengan tahapan closing atau pembelian dari konsumen. Teknik ini merupakan cara digunakan sales untuk bisa membuat konsumen membeli barang atau jasanya.

Tahapan eksekusi ini berada di langkah ke sembilan dari sepuluh langkah penjualan dan menjadi bagian penting. Karena jika gagal, maka transaksi jual beli tidak akan terjadi, artinya tidak akan ada keuntungan didapatkan.

Sales bisa menggunakan berbagai metode eksekusi dengan menyesuaikan keadaan. Ketika Anda salah menentukan metode, maka bisa berakibat kegagalan transaksi sehingga perlu benar-benar mengenal semua metode yang ada.

Mengapa Perlu Menggunakan Teknik Closing?

Seorang penjual baru bisa dikatakan berhasil dalam penjualan apabila konsumen membeli produk atau jasa yang ditawarkannya. Oleh sebab itu, tahapan eksekusi merupakan bagian penutup paling penting.

Apabila bagian ini gagal, artinya tidak akan ada penjualan dilakukan dan membuat usaha yang dilakukan menjadi sia-sia. Inilah yang membuat tahapan eksekusi menjadi sangat penting dilakukan menggunakan teknik tepat.

Jadi, tidak salah apabila dikatakan bahwa seorang sales harus menggunakan teknik closing saat melakukan usaha membuat konsumen membeli. Bahkan sangat disarankan agar setiap sales menguasai teknik-teknik ini agar tidak gagal saat menemukan prospek.

Intinya adalah jika Anda adalah sales atau penjual, baik yang bekerja untuk usaha sendiri maupun seorang karyawan penguasaan teknik-teknik eksekusi merupakan hal penting. Dengan demikian, dapat memastikan jalan menuju prospek penjualan.

5 Teknik Closing yang Bisa Digunakan untuk Penjualan

Bagi Anda yang saat ini kesulitan untuk menjual karena tidak mengetahui cara tepat melakukan eksekusi prospek, pastinya perlu mempelajari mengenai cara lakukan closing. Beberapa teknik berikut ini mungkin akan sangat bermanfaat untuk hal tersebut:

  1. Now or Never Closes

Teknik pertama dalam hal penawaran dan eksekusi penjualan adalah dengan mengajak atau mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Metode now or never closes ini sebenarnya paling banyak dilakukan dan merupakan teknik utama para sales.

Dalam metode ini Anda akan mendorong konsumen untuk segera membeli dengan memanfaatkan benefit-benefit tertentu. Lalu meningkatkan sense of urgency sehingga konsumen mau membeli.

Misalnya dengan kalimat, “Produk ini diskon 25% hanya sampai besok saja”, “Kami memberikan diskon 20% untuk pelanggan yang mendaftar hari ini”. Kata-kata tersebut dapat mendorong konsumen membeli saat itu juga agar tidak kehilangan kesempatan.

  1. The 70/30 Rule

Teknik closing berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah membiarkan konsumen potensial lebih banyak hak bicara. Dalam hal ini konsumen akan berbicara 70% dan penjual hanya 30% saja.

Penjual tidak akan melakukan dominasi percakapan, tapi lebih mendorong agar konsumen yang bertanya mengenai sebuah produk. Sebab semakin banyak pelanggan bertanya, maka tingkat ketertarikannya terhadap produk makin tinggi.

Anda harus menjelaskan detil barang yang ingin diketahui oleh pelanggan dengan baik dan utamakan untuk memberi tahu mengenai keunggulannya. Namun, tidak boleh Anda yang berinisiatif, tapi biarkan pelanggan bertanya lebih dulu.

  1. The Thermometer Closes

Cara lainnya adalah dengan melakukan eksekusi setelah melihat tingkat ketertarikan pelanggan atau produk yang dijual. Dalam metode ini penjual akan memberikan skala 1-10 untuk produk dan konsumen akan menilainya.

Apabila angka skala menunjukkan nilai di atas 6, maka saatnya penjual beraksi untuk menawarkan produk. Namun, apabila masih di angka enam ke bawah, hanya perlu memberikan umpan balik berupa pertanyaan apa saja yang pelu ditingkatkan.

Jangan memaksa menjual pada responder yang menjawab di bawah angka 6, karena tingkat keberhasilannya cukup rendah. Tenaga Anda akan tersia-sia saat mencoba menjual pada costumer yang kurang tepat.

  1. The Sharp Angle Closes

Berikutnya adalah teknik closing yang dilakukan ketika konsumen sudah siap melakukan pembelian. Biasanya prospek keberhasilan sudah mencapai tahap 80% dalam keadaan ini sehingga hanya perlu sedikit dorongan.

Anda dapat meyakinkan pelanggan untuk membeli dengan memberikan informasi tambahan mengenai produk pilihan tersebut. Berikan dorongan dengan menyebutkan keunggulan dari produk sehingga pembeli makin termotivasi.

Biasanya, teknik seperti ini digunakan kepada konsumen yang datang memang dengan tujuan membeli karena membutuhkannya. Anda hanya perlu mendorong agar pembelian segera dilakukan.

BACA JUGA: Strategi Broadcast Untuk Pemasaran

  1. Trial Close

Cara terakhir yang akan kami berikan pada Anda adalah trial close. Ini merupakan teknik coba-coba closing saat masih melakukan presentasi penjualan, cara ini harus dilakukan dengan halus agar konsumen tidak merasa terpaksa.

Anda dapat menggunakannya ketika pelanggan sedang ragu dalam pengambilan keputusan. Ajukan pertanyaan seperti, “Ukuran apa yang Anda inginkan, besar atau medium?” atau “Apakah Anda ingin dikirimkan langsung ke rumah?”.

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan memancing ini akan membuat konsumen mengambil keputusan dengan cepat. Apalagi jika sudah ada indikasi bahwa pelanggan tersebut tertarik dengan produk Anda.

Penggunaan cara eksekusi yang tepat dapat mengarahkan Anda pada closing penjualan. Namun, jangan sampai salah menggunakan teknik closing, pastikan sudah mengenali tipe pelanggan dan kondisinya sebelum menerapkan salah satu metode eksekusi penjualan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!