Home » Feedback Adalah: Pengertian, Jenis, Sifat dan Pentingnya Dalam Bisnis

Feedback Adalah: Pengertian, Jenis, Sifat dan Pentingnya Dalam Bisnis

Apakah Anda sering memberikan feedback adalah kepada para karyawan, atau malah Anda yang sering menerima feedback dari atasan maupun pelanggan? Jangan anggap ini sebagai sesuatu yang buruk karena dengan adanya feedback, ada hal yang bagus telah menanti.

Belakangan ini, kata feedback sangat sering ditemukan dan juga banyak yang ingin memberikan feedback terhadap sesuatu yang telah ia terima. Bahkan, perusahaan besar sekalipun dalam beberapa waktu terakhir memberikan forum feedback untuk pelanggan.

Mereka menganggap ini adalah salah satu persyaratan jika ingin membangun bisnis yang lebih maju. Strategi ini pada akhirnya juga ditanggapi oleh para pelanggan maupun bawahan dengan maksimal, mereka memberikan feedback tentang apa yang dirasa ada kurangnya.

Lantas, kini feedback telah dianggap sebagai sesuatu yang wajib agar bisa mengembangkan kemampuan perusahaan dan karyawan. Bos bisa memberikan feedback kepada karyawan, karyawan bisa memberikan feedback ke bos, dan pelanggan bisa memberikannya juga.

Pengertian Feedback Adalah?

Secara umum, Feedback merupakan sebuah istilah untuk mengutarakan kesan terhadap sesuatu yang telah mereka dapatkan, baik dalam bentuk jasa, pekerjaan, keluh kesah, hingga produk. Dan kata Feedback ini juga merupakan karta serapan dari bahasa Inggris.

Feedback dalam bahasa Inggris bisa dipisah menjadi kata Feed dan Back. Feed memiliki arti memberikan manfaat, dan back bisa juga diartikan sebagai kembali, sehingga ketika digabung, pengertiannya bisa menjadi memberikan manfaat kembali.

Karena pada dasarnya feedback adalah satu hal yang penting, maka perusahaan atau produsen bisa mendapat kesan balik dari pelanggan pastinya akan sangat bermanfaat. Mereka menjadi bisa tahu apa kekurangannya sehingga dapat memperbaikinya segera.

Begitu juga yang terjadi di lingkungan pekerjaan, dengan memberikan feedback ini, siapa saja menjadi tahu tindakan apa yang perlu dilakukan ke depannya dan harus diperbaiki. Ini adalah untuk mencapai tujuan dari perusahaan dengan mengetahui apa saja kekurangan.

Jika dirasakan ada yang salah dengan lingkungan pekerjaan, perusahaan harus menghargainya dengan menetapkan strategi pemasaran yang lebih fresh lagi. Target menjadi lebih cepat dicapai, serta pekerja dalam menjalani rutinitas mereka dengan lebih giat.

Jadi, kritik, saran, masukan, pendapat, ini semua adalah kata yang bisa dikaitkan dengan feedback. Jika Anda ingin memberi feedback, pastikan Anda ketahui sifat umum dari kata ini sendiri serta bagaimana cara untuk memberikannya dengan tepat dan tidak menyinggung.

Sifat Umum dari Feedback Adalah

Berbicara soal feedback lebih jauh, tidak akan hanya membahas seputar definisi maupun penjelasan secara umum saja, melainkan juga ada dua jenis dan sifat umum dari feedback itu sendiri. Dua tersebut bisa dikategorikan sebagai sifat yang positif dan satu lagi negatif.

  • Feedback Positif

Jika berbicara soal feedback positif, ini bisa diarahkan kepada satu hal yang memiliki tujuan baik. Kita masih memiliki kepedulian kepada tempat, produk, atau lingkungan yang kita dapatkan, dengan memberikan kritikan yang bersifat membangun dan cenderung halus.

Bahkan ada juga yang menganggap feedback tipe ini sebagai sebuah pujian atas pencapaian yang telah berhasil di dapatkan. Ini juga menjadikan bukti bahwa feedback adalah satu hal yang sangat dibutuhkan terlepas dari kekurangan saat mengerjakan sesuatu.

  • Feedback Negatif

Di lain sisi, ada feedback negatif, dan ini biasanya bersifat masukan yang lebih to the point dan agak memprotes. Misalnya ada pekerjaan yang miss atau kurang dimengerti, maka dengan memberikan feedback ini, diharapkan agar bisa memberikan penjelasan lebih jelas.

Ini bukan berarti tidak peduli lagi, melainkan adalah sifat dasar kekecewaan atas apa yang telah didapatkan. Tetapi, cara menerima feedback ini kembali tergantung kepada individunya, diharapkan semua dapat menerimanya dengan positif karena ini adalah hal yang baik.

Tips Agar Bisa Memberikan Feedback

Anda mungkin sering ingin memberikan feedback, tetapi yang menjadi persoalannya adalah Anda takut bahwa orang lain menerimanya dengan cara yang salah. Jadi, ada cara untuk bisa memberikan feedback dengan baik dan tidak membuat orang lain marah, caranya adalah:

  1. Fokus Pada Masalah, Bukan Kepada Orangnya

Yang harus Anda ingat adalah feedback kepada masalahnya, lupakan masalah personal dan bersifat lebih dewasa dengan bisa fokus mengkritik masalahnya saja. Karena mungkin akan sulit jika masalah personal dibawa hingga ranah feedback.

Jika Anda ingin mengkritik produk yang Anda rasa jelek, sampaikan keluh kesah Anda, dan jangan bawa kalimat bahwa perusahaan itu adalah yang jelek. Begitu juga ketika Anda berikan feedback kepada karyawan, kritik saja masalah yang sedang dihadapi.

  1. Harus Komunikatif

Feedback adalah satu hal yang berniat untuk positif, bukan negatif, sehingga jangan sampai ketika Anda memberikan feedback, kesannya seperti sedang dihakimi. Anda wajib sampaikan feedback itu dalam bentuk percakapan dalam dua arah.

Artinya, jangan Anda sendiri saja yang berbicara, sementara orang lain hanya diam mendengarkan. Ini akan membuat yang lain merasa takut dan menjadi terintimidasi, dan itu juga yang tidak akan membuat perusahaan bergerak maju kedepannya.

  1. Berikan dengan Jelas dan Spesifik

Tips pertama agar Anda bisa menyampaikan feedback adalah pastikan agar apa yang Anda sampaikan itu jelas dan spesifik. Tujuannya praktis hanya untuk menghindari salah paham dan ketidak jelasan yang bisa membuat mispersepsi.

Daripada melontarkan feedback yang tidak jelas nantinya, akan lebih baik jika siapkan dulu apa yang akan Anda sampaikan sebelumnya. Sebisa mungkin agar Anda juga menyertakan solusi dari permasalahan tersebut agar mereka tidak menjadi ragu.

  1. Lakukan Dalam Kondisi Tenang

Saat menyampaikan feedback, akan lebih baik jika Anda tahu intonasi nada yang pas serta pemilihan kata yang sempurna. Jangan karena Anda menggunakan intonasi yang tinggi, mereka merasa dihakimi secara sepihak dan merasa tidak nyaman.

Bahkan sering kali ditemukan orang yang memberikan feedback saat kondisi sedang emosi. Ini hanya akan membuat lepas kontrol karena terlalu menggebu-gebu dan tidak bisa menyapaikan apa poin yang seharusnya disampaikan pada saat itu.

BACA JUGA: Cara Menentukan Segmentasi Pasar

Tips dalam Menerima Feedback

Setelah tahu bagaimana untuk memberi feedback, Anda juga tidak boleh menyepelekan kenyataan bahwa Anda juga akan mendapatkan feedback dari orang lain. Maka dari itu, jangan sampai Anda menerimanya dengan kesan buruk karena ada cara menerimanya.

Yang harus Anda lakukan adalah pastikan Anda berpikir positif dan rasional. Meskipun orang lain tidak tahu bagaimana cara memberikan feedback yang benar, Anda yang bisa memperbaiki diri Anda sendiri melalui cara menerimanya dengan positif.

Pikirkan itu sebagai satu hal yang akan membangun Anda dan bisnis Anda agar bisa lebih baik. Terima saja feedback tersebut dengan langsung memperbaikinya sebisa mungkin dan coba lakukan kontrol di lapangan lebih sering lagi.

Selain itu, Anda juga harus menerima feedback dengan komunikatif. Mungkin pelanggan tidak tahu apa yang menjadi alasan tidak melakukan apa yang mereka minta, tetapi Anda bisa sampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan kondisi perusahaan dan yang lainnya.

Anda harus sadar bahwa hidup tidak semua tentang hal yang diterima saja, melainkan ada kalanya orang akan protes terhadap apa yang telah mereka dapatkan. Termasuk dengan kasus feedback, padahal feedback adalah hal yang positif, tetapi sering dipandang negatif.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!