Home » Cashback Adalah: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Kekurangannya

Cashback Adalah: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Kekurangannya

Jika membahas tentang belanja online hemat, tidak jauh-jauh cashback adalah andalan bagi konsumen saat ini. Jika mendapatkan cashback, mereka merasa sudah meminimalisir pengeluaran dengan baik.

Saat ini, para pelaku usaha juga menyediakan program cashback guna menarik perhatian calon pelanggan. Di sini ada strategi pemasaran berupa psikologi marketing, di mana mereka memainkan emosi para audiens untuk tergerak membelinya.

Jika diartikan secara lebih mudah, cashback adalah memberikan pengembalian sejumlah uang. Jika menanyakan jumlahnya, Itu tergantung dari pembelian yang dilakukan serta presentase dari promo cashback itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya lagi, kami akan memberikan informasi lebih detail mengenai cashback. Sepertinya Anda juga telah paham karena kegiatan jual-beli secara daring sudah sangat sering dilakukan.

Definisi Cashback Adalah Sebagai Berikut

Mungkin Anda akan sangat senang ketika belanja online, beli makanan atau bahkan bayar tagihan, tertera kata cashback. Sebenarnya itu apa, dan bagaimana kinerjanya hingga banyak orang menantikannya.

Jika menurut pengertiannya, cashback adalah sebuah penawaran yang akan didapatkan pembeli setelah bertransaksi, berupa pengembalian uang atau dana virtual. Banyaknya pengembalian, tergantung presentase dari penyedia layanan terkait.

Bisa diibaratkan, Anda semakin hemat dalam melakukan transaksi. Meski nantinya bukan uang tunai yang didapat, tapi uang virtual juga masih bisa digunakan sebagai tambahan belanja nantinya.

Tapi, untuk saat ini memang penyedia layanan yang mengadakan program cashback, lebih memilih pengembalian dalam bentuk deposit. Nantinya, jika sudah terkumpul, konsumen bisa melakukan withdraw atau melakukan transaksi lagi.

Hal tersebut memang ada tujuannya. Keberadaan pengembalian dana berupa deposit, dilakukan agar pelanggan kembali melakukan transaksi lagi dari penyedia layanan secara berulang.

Saat ini cashback adalah menjadi media penyedia layanan belanja atau pembayaran digital, untuk menarik perhatian konsumen. Di sini, memang ada unsur strategi psikologi marketing yang cukup bagus.

Jenisnya sendiri sekarang ada berbagai macam dari beragam pelayanan. Untuk lebih jelasnya, sub bab berikutnya akan kami jelaskan tentang jenis-jenis dari cashback.

Jenis-jenis Cashback yang Sering Ditemui

Melihat tagihan yang membengkak, membuat Anda menghela napas dan ini adalah hal yang sangat tidak diinginkan. Maka, penyedia layanan pembayaran bisa menjadi jawaban untuk masalah ini.

Caranya dengan mengadakan cashback. Sekarang, membayar tagihan bisa melalui aplikasi uang digital atau e-wallet, tinggal bayar lewat ponsel, semuanya menjadi beres.

Tapi, untuk menaikkan minat para konsumen membayar di aplikasi tersebut, perusahaan terkait mengadakan promo cashback. Mengadakan cashback adalah cara ampuh, menggerakkan mereka untuk membayarnya dari Apps terkait.

Meski bentuk cashbacknya, tidak berupa uang tunai dan dengan saldo, sebenarnya sama saja bila Anda di tagihan berikutnya menggunakan media itu lagi. Tidak hanya dari aplikasi pembayaran atau e-wallet, ternyata beberapa jenis deposit juga ada beragam, apa sajakah itu?

  • E-Commerce/Toko Oline

Tentunya Anda sudah tidak asing dengan e-commerce atau toko online, bukan? ada Shopee, Tokopedia, BliBli, Lazada dan lain sebagainya.

Di dalam platform tersebut terdapat banyak sekali toko. Biasanya, demi menarik konsumen ada yang mengadakan diskon hingga cashack dari toko tersebut.

Biasanya promo pengadaan cashback adalah dari pihak tokonya atau marketplace itu sendiri. Pengembalian uang akan dilakukan setelah bertransaksi dengan nominal transaksi tertentu.

Biasanya, pengembalian itu bukan berupa uang tunai atau virtual, melainkan potongan harga di perbelanjaan berikutnya. Sehingga pelanggan bisa datang lagi untuk berbelanja.

  • Properti

Cashback dari properti biasanya berwujud dan bisa langsung dinikmati keuntungannya setelah membeli jenis properti yang dijual. Ini diadakan oleh pengembang atau developernya.

Biasanya, jenis properti bisa berupa pelengkap properti seperti AC, kipas angin, TV, kulkas, mesin cuci dan lain sebagainya. Bahkan ada yang berani memberikan cashback seperti motor hingga mobil.

Masa promo dengan hadiah berlimpah itu tentu ada masa berlaku dan kuotanya. Dengan cara seperti ini, pembeli akan langsung cepat bertindak.

  • Kartu Kredit

Untuk cashback dari kartu kredit itu sendiri, biasanya potongan atau diskon dari transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit. Semakin besar jumlah transaksinya, semakin besar juga cashback diterima.

  • Kendaraan Bermotor

Cashback untuk kendaraan bermotor biasanya diadakan oleh leasing terkait. Jenis pengembalian dana berupa hadiah seperti handphone, rice cooker, peralatan dapur dan lainnya.

Keuntungan dan Kekurangan Cashback Adalah

Suatu program yang diadakan, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Seperti yang kita ketahui, perusahaan yang mengadakannya adalah pihak yang telah memikirkan matang-matang dari untung ruginya.

Bila dari pelanggannya sendiri, tentu untung, mereka bisa dapat potongan harga ketika membeli atau hadiah dalam wujud yang nyata. Tapi, tentu ada keuntungan dan kekurangannya sendiri.

Apa saja untung ruginya dengan keberadaan program cashback itu? Berikut ulasan lebih jelasnya :

  • Kelebihan

Untuk kelebihan sendiri, sudah kami catat di atas, tentunya yang banyak diuntungkan adalah konsumen, seperti :

  • Lebih hemat belanja
  • Mendapatkan hadiah
  • Dan juga merasa dihargai karena reward tersebut.

Sementara bagi pihak produsennya, memiliki keuntungan konsumennya puas dan ada kemungkinan mereka kembali berbelanja lagi.

  • Kekurangan

Sementara itu, ternyata ada segi kekurangannya yang mungkin sudah disadari banyak orang, seperti :

  • Syarat pembelian yang terlalu banyak
  • Adanya iuran yang nanti dibebankan kepada pembeli
  • Fleksibilitas tidak da karena presentase cashback telah ditentukan penyelenggara
  • Dan terakhir waktu pemberian lama bisa sampai Seminggu hingga satu bulan setelah pembelian barang tersebut.

Pentingkah Cashback untuk Para Pelaku Bisnis

Meski ada segi kekurangannya, tapi apakah cashback itu penting bagi pelaku bisnis? Mengesampingkan konsumen dulu, karena mereka sudah diuntungkan dengan keberadaan reward mereka terima.

Sudah pasti, pihak penyelenggara juga telah menghitung pengeluaran serta pemasukan akan terjadi pada perusahaannya. Tapi, di dunia perekonomian dengan persaingan ketat, cashback adalah hal penting.

Perlu diketahui bahwa masyarakat akan tertarik dengan penawaran dari suatu barang atau jasa. Mereka ada gerakan melakukan tindakan dan memutuskan, setelah melakukan beberapa pertimbangan.

BACA JUGA: Apa Itu Sales Funnel, Cara Kerja dan Pengaplikasiannya

Masyarakat akan memutuskan memilih penawaran bisa melihatnya dari harga, kualitas dan juga promosi yang sedang berlangsung. Bahkan saat ini, sudah banyak perusahaan yang melakukan adanya cashback.

Tujuannya, agar bisa mencapai penjualan sesuai target yang telah ditentukan. Jadi, jika cashback penting, apa alasannya?

  1. Memberikan kebahagiaan terhadap konsumen karena merasa cashback tersebut sangat menguntungkannya.
  2. Karena telah berhasil membuat pelanggan bahagia dengan melakukan transaksi atau pembelian di sana, mereka akan melakukannya lagi. itu berarti, perusahaan telah meningkatkan penjualan.
  3. Jika adanya promo cashback hingga potongan harga, konsumen yang awalnya ragu, mulai tertarik untuk mencoba, melihat-lihat dan memutuskan membeli.
  4. Membuat konsumen menyingkirkan logika dalam membeli, produsen akan untung karena mereka tidak ragu untuk membelinya tanpa pertimbangan. Itu karena ada rasa takut kehilangan promonya.

Bila dilihat dari penjelasan di atas, penting tidaknya sebuah cashback bagi pelaku bisnis, tentu saja penting. Tapi bagi konsumen, jangan jadikan cashback adalah segalanya, pertimbangan sebaik mungkin sebelum memutuskannya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!