Home » 6 Jenis Indikator Kepuasan Pelanggan Pada Bisnis yang Wajib Diketahui

6 Jenis Indikator Kepuasan Pelanggan Pada Bisnis yang Wajib Diketahui

Pada sebuah bisnis, indikator kepuasan pelanggan harus mencapai performa yang baik. Bukan hanya sekedar positif tapi berada pada level lebih tinggi. Meski sulit, tapi level hijau sudah tergolong baik.

Terlebih hal ini sudah lama dikenal sebagai kunci sukses atau tidaknya suatu usaha. Kalau berada dalam kondisi kurang baik, harus segera diperbaiki. Apalagi dampaknya menonjol di masa depan nanti.

Tentu saja dengan banyak atau tidaknya penjualan produk sampai pemesanan jasa. Meski terjual dengan banyak, bukan berarti sudah ada nilai baik. Bisa saja ada faktor tersembunyi yang sebenarnya tidak diketahui.

Harus diketahui kalau sampai saat ini ada banyak faktor kenapa konsumen kita terpenuhi keinginannya. Misalnya saja dari produk itu sendiri sampai pelayanan. Faktor yang kurang kelihatan juga perlu diperhatikan.

Besarnya pengaruh membuat orang yang meninggalkan indikasi ini semakin kesulitan. Bahkan untuk sekarang akan tersendat kegiatan usahanya. Lebih buruknya lagi pada kelanjutan bisnis lebih jauhnya lagi.

Jenis Indikator Kepuasan Pelanggan Perusahaan

Indikator Kepuasan Pelanggan

Berbagai macam indikasi tentang seperti apa senang tidaknya konsumen terhadap perusahaan kita sebenarnya dapat dilihat dengan mudah. Terlebih jika sudah sering mencatat data. Nantinya proses mengetahui indikator akan dipermudah.

  1. Kualitas Produk

Kualitas produk akan menjadi indikasi kebahagiaan konsumen terhadap produk jualan kita. Termasuk dalam faktor kepuasan nomor satu. Jika ketinggalan, artinya poin yang lain tidak dapat diikutkan.

Indikator kepuasan pelanggan ini sendiri dapat tercipta bila konsumen ingin memperoleh barang dengan kualitas tertinggi. Wajib selalu sesuai dengan ekspektasi, terlebih sedikit di bawahnya saja kurang baik.

Semakin bagus produk yang kita miliki, maka pelanggan semakin senang dengan perusahaan. Kalaupun belum bisa menaikkan kualitas barang, usahakan supaya tidak menurun alias stabil tanpa ada penurunan.

  1. Pelayanan Bagi Konsumen

Pelayanan bagi konsumen sepertinya sudah menjadi hal wajib bagi setiap usaha atau bisnis. Terlebih selalu dijadikan sebagai pertimbangan yang besar. Sangat berguna sebagai pemuas kesenangan pelanggan kita.

Dalam indikator kepuasan pelanggan kedua ini, artinya Anda harus melayani dengan baik. Disini keramahan juga menjadi kunci kesuksesan. Kalau sudah terlengkapi, maka tidak mungkin sang konsumen tidak merasa puas.

Maka dari itu Anda sebelumnya perlu tingkatkan dulu pelayanan yang dimiliki saat itu. Bila masih dalam kadar biasa, harus segera menaikkan kualitas tersebut. Jangan sampai dianggap terlalu biasa.

Akan lebih baik jika kualitas pelayanan tersebut membuat siapapun merasa lebih tertarik. Misalnya dengan pembawaan semangat sehingga membuat konsumen lebih memperhatikan dan akhirnya membeli produk jualan.

  1. Harga Produk atau Jasa

Untuk harga produk atau jasa milik perusahaan pasti harus sebanding. Tidak harus selalu dinaikkan atau diturunkan menuruti konsumen. Melainkan kita ketahui sendiri apakah pantas dinilai tinggi atau rendah.

Umumnya pada suatu indikator kepuasan pelanggan yang benar, tidak masalah meningkatkan harga. Terlebih jika kualitasnya memang terbilang bagus. Bahkan wajib lebih tinggi banderolnya bila kualitas diatas rata-rata.

Kalau kita menaikkan harga, artinya paham bagaimana kualitas produk jualan. Di mana sudah pasti dapat membuat pembeli merasa puas. Terlebih jika Anda sebelumnya sudah pernah menggunakan barang tersebut.

Tidak masalah untuk saat ini menaikkan harga, apalagi pada suatu momen pasti akan diturunkan. Misalnya membuat promo atau diskon event tertentu. Jadi, keuntungan perusahaan akan tetap bagus hasilnya.

  1. Akses yang Diberikan

Selanjutnya Anda perlu memperhatikan tentang akses yang diberikan. Pada zaman sekarang, pastinya penjualan dengan cara online adalah kuncinya. Pada produk atau barang apapun harus dijual secara daring.

Tapi bukan berarti kalau dagangan tersebut ditinggalkan dalam penjualan biasa. Tetap boleh memiliki toko fisik untuk tempat berjualan. Tapi wajib ada online shop demi dapat terakses pelanggan dari luar kota.

Sementara itu untuk sistem pembayaran juga harus diperbaiki terlebih dahulu. Harus bisa menggunakan transfer bank sampai jenis pembayaran digital lainnya. Akan lebih baik jika memiliki pembayaran dompet digital.

  1. Cara Marketing

Cara marketing sebelumnya dikenal hanya menguntungkan bagi penjual saja. Tapi nyatanya harus memberi nilai kesenangan juga bagi calon konsumen. Terlebih supaya lebih paham mengenai produk jualan tersebut.

Selain itu tidak boleh terlalu memaksa letak iklan tersebut. Harus ada pada platform serta website yang tepat saat meletakkan iklan. Terlebih dengan maksud membuat iklan tersebut lebih eye catching.

Sementara itu dalam indikator kepuasan pelanggan, iklan dalam marketing ini wajib menggunakan bahasa sederhana. Jangan bertele-tele memberi penjelasan sehingga sang calon pembeli lebih cepat paham.

Nantinya dengan proses marketing lebih sederhana, maka tidak membuat calon pembeli terlalu banyak berpikir. Sekali melihat iklan langsung beli. Bahkan tanpa perlu tanya pada sales atau customer service.

  1. Metode Riset Servis

Agar metode memuaskan konsumen berjalan dengan lancar perbaikannya, perlu metode riset servis terbaik. Hal ini demi mengukur tingkat kepuasan satu per satu indikator. Terlihat dengan review sampai bintang.

Metode terbaik disini yaitu menambahkan kritik dan saran. Biasanya metode semacam ini hanya ada pada SMS atau telepon. Tapi untuk masa sekarang, harus ada dalam platform media sosial dan sebagainya.

Lalu supaya lebih efektif, Anda boleh survey tentang kinerja produk atau jasa. Apakah dapat memuaskan atau tidak menurut konsumen. Beri pertanyaan spesifik agar survey tersebut berjalan dengan maksimal.

BACA JUGA: Skema Reseller dan Kelebihannya

Terakhir, Anda dapat mencoba tentang analisa para mantan konsumen. Meski suka dengan produk kita, bukan berarti akan selalu setia. Mereka yang sudah berpaling dalan dimanfaatkan mencari kelemahan sendiri.

Jika Anda sudah mengetahui semua indikator tersebut, saatnya memperbaiki kesalahan yang mungkin ada dalam usaha Anda. Tapi jika nilainya lebih positif, maka perlu ditingkatkan lebih baik dari sebelumnya.

Pasti yang namanya bisnis, saingan juga memperbaiki diri mereka. Jadi, kalau berpuas dengan apa yang dimiliki sekarang kurang disarankan. Terlebih indikator kepuasan pelanggan bisa selalu berubah-ubah.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!