Home » Konsumen Adalah: Berikut Perilaku Konsumen dan Faktor Penentunya

Konsumen Adalah: Berikut Perilaku Konsumen dan Faktor Penentunya

Apakah Anda tahu mengapa konsumen adalah pihak yang sangat diutamakan dan diprioritaskan oleh perusahaan? Pada dasarnya konsumen memang menjadi pihak yang diprioritaskan karena semua produk perusahaan tersebut dikonsumsi dan digunakan oleh konsumen.

Tanpa konsumen, produk atau jasa menjadi terbuang secara sia-sia karena tidak ada pihak yang menggunakannya. Apalagi sekarang ini ada banyak perusahaan besar yang muncul baik itu lokal atau internasional dengan berbagai produk hasil buatannya.

Ya, di zaman sekarang ini ada banyak perusahaan besar yang tersebar luas di beberapa negara. Bahkan perusahaan-perusahaan tersebut ada yang menggunakan produk bertipe sama dengan ciri khasnya sendiri-sendiri sebagai karakteristik pembeda.

Setiap produk dari perusahaan tersebut selalu membuat inovasi berkonsep baru yang didapatkan dari perilaku daya tarik para konsumennya. Jadi, intinya adalah konsumen sebagai pembeli yang akan selalu membutuhkan barang dan perusahaan merupakan produsennya.

Konsumen adalah pihak ketiga yang ada di dalam siklus kegiatan ekonomi bersama distributor dan produsen. Produsen adalah pihak yang membuat produk yaitu perusahaan dan distributor akan menjual barang tersebut kepada konsumen berdasarkan harga standarnya.

Tentu saja siklus ekonomi ini akan berlangsung selama-lamanya karena ketiga pihak tersebut saling berhubungan dan menyempurnakan. Baik itu konsumen dan produsen, keduanya bisa memberikan timbal balik jika dilihat dari siklusnya.

Konsumen Adalah Bagian dari Siklus Ekonomi

Sekarang ini definisi pembeli atau konsumen sudah sering digunakan dalam perencanaan strategi pemasaran produk. Konsumen bisa dianalisis dari perilaku, budayanya, demografi atau letak wilayah pembeli itu tinggal serta bagaimana ketertarikannya terhadap suatu produk atau jasa.

Semua itu masuk ke dalam pertimbangan perencanaan produk agar kebutuhan masyarakat luas bisa terlengkapi. Pada dasarnya, kata konsumen sudah ada di dalam Undang-undang Indonesia pada pasal perlindungan konsumen.

Disebutkan di sana bahwa konsumen adalah setiap orang pengguna jasa atau barang yang bisa dipergunakan. Terutama untuk kepentingan sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak dapat diperdagangkan.

Jadi sebagai pengguna barang, mereka mendapat prioritas lebih dari perusahaan. Bahkan semua perusahaan juga bersaing untuk mendapatkan konsumen terbanyak dari hasil produknya dengan karakteristiknya masing-masing.

Pembeli Menikmati Barang Hasil Produksi

Biasanya konsumen adalah pihak yang akan membeli barang dengan kemampuan dan seberapa besar daya belinya. Ketika melakukan pembelian barang, konsumen juga melihat apakah barang atau jasa tersebut memiliki nilai yang sesuai dengan kegunaannya.

Selain itu karena pembeli tersebut mengonsumsi barang dan produk yang digunakan, maka nama konsumen menjadi sering digunakan. Perusahaan juga memiliki beberapa aspek penting untuk memprioritaskan kepuasan para konsumennya.

Aspek utamanya adalah perilaku konsumen itu sendiri yang mempengaruhi minatnya terhadap suatu produk. Jika memang minat pembeli mengarah pada produk tersebut, maka perusahaan atau produsen akan membuatnya dalam jumlah besar.

Dalam siklus ekonomi ada juga yang dinamakan permintaan (demand) dan penawaran (supply). Kedua hal ini bisa mempengaruhi harga jual suatu barang atau produk pada kondisi tertentu yang mempengaruhi siklus ekonomi.

Ketika permintaan sudah semakin banyak dan produk menjadi langka, maka harga suatu produk juga akan meningkat. Tapi jika permintaan sedikit dan produk meningkat, maka harganya akan turun lalu menjadi murah.

Hak dan Kewajiban Setiap Konsumen

Tahukah Anda jika pembeli atau konsumen juga memiliki hak dan kewajibannya masing-masing? Ya, hal inilah yang jadi bahan pertimbangan ketika suatu perusahaan memprioritaskan konsumen dari segi pelayanan sampai ke distribusi produknya.

  • Hak Konsumen

Hak konsumen adalah mendapatkan jaminan jika produknya dalam kondisi baik dan bisa dipakai untuk suatu jenis kebutuhan. Ketika produknya tidak dalam kondisi baik, konsumen bisa langsung mengajukan keluhan ke pihak perusahaan sebagai salah satu bentuk hak yang diberikan.

Tentu saja ada hak pembeli lainnya yang harus dituruti oleh perusahaan atau distributor. Seperti memberikan layanan terbaik, diperlakukan dengan baik, mendapatkan informasi jelas mengenai suatu produk, serta mendapat barang sesuai dengan nilai, harga dan nilai tukarnya.

  • Kewajiban Konsumen

Sedangkan untuk kewajiban konsumen adalah beritikad baik terhadap suatu perusahaan dan distributor. Etika baik ini dijalankan saat membeli barang, menanyakan informasi barang hingga menyelesaikan permasalahan antar kedua pihak jika memang ada.

Tentu saja, kewajiban lainnya adalah konsumen harus membayar barang tersebut sesuai harga dan nilai tukar yang ada. Dengan begitu, kedua belah pihak bisa saling memberikan timbal balik yang dapat menguntungkan keduanya.

Perilaku Konsumen Adalah Rasional dan Irasional

Jika dilihat dari segi produsen, konsumen juga memiliki karakteristik yang perlu dianalisis agar produknya dapat ditujukan sesuai targetnya. Berikut ini beberapa penjelasan singkat mengenai perilaku rasional dan irasional yang dimiliki oleh konsumen zaman sekarang.

  1. Perilaku Rasional

Perilaku ini lebih mengarah kepada konsumen yang berpikir secara luas yaitu mementingkan kegunaan dan manfaat dari barang pembeliannya. Biasanya nilai barang, kualitas barang dan fungsi barang akan diperhatikan oleh konsumen berperilaku rasional.

Ketika konsumen tidak menemukan adanya kegunaan pada suatu barang, maka mereka tidak akan membelinya. Namun, setiap pembeli pasti sudah memiliki perilakunya masing-masing sehingga tidak semua mementingkan kualitas serta mutu dan harganya.

  1. Perilaku Irasional

Selain dari perilaku rasional, ada juga perilaku irasional yang memiliki karakteristiknya sendiri. Perilakunya konsumen adalah lebih cenderung ke pemboros karena suka membeli barang dari iklan dan berdasar merek terpopuler menurut tren di sekitarnya.

Perilaku ini tidak mementingkan nilai, mutu, kualitas dan fungsi barang karena mereka hanya membeli sesuai minatnya. Bahkan, barang mahal sekalipun bisa dibelinya jika memang bisa memuaskan minat dengan fungsi yang tidak seberapa.

Faktor Penentu Perilaku Konsumen Adalah

Kedua perilaku tersebut juga memiliki beberapa faktor penyebab yang harus Anda pahami. Tentu saja ketika kedua perilaku dipertimbangkan, Anda bisa memahami lebih dalam mengapa para konsumen lebih cenderung ke berperilaku rasional atau irasional.

Berikut ini penjelasan singkat mengenai motivasi, ekonomi, sikap, kebudayaan, kelompok sosial dan keluarga yang mempengaruhi perilaku konsumen. Semoga Anda bisa memahaminya sebagai bentuk analisis sifat konsumen yang dibutuhkan oleh perusahaan.

  1. Motivasi

Keadaan ini memacu pada aktivitas yang dilakukan untuk suatu tujuan. Biasanya motivasi ini lebih cenderung ke perilaku rasional karena para konsumen lebih mementingkan barang yang berguna untuk tujuan tersebut.

  1. Ekonomi

Faktor ekonomi juga menjadi pengaruh paling penting di dalam perilaku konsumen. Ketika seseorang menyesuaikan kebutuhan dan daya belinya, maka konsumen tersebut akan lebih berhati-hati dalam membeli agar kebutuhan bisa dilengkapi.

Ekonomi bisa mempengaruhi konsumen rasional atau irasional tergantung kondisinya. Jika memang berkecukupan, maka irasional bisa jadi faktor paling menonjol dan ketika seseorang tidak berkecukupan maka rasional bisa jadi perilakunya.

  1. Sikap

Konsumen adalah pihak yang membeli dan sikap bisa jadi faktor penentu perilaku. Pemboros dan penghemat menjadi contoh yang ada di dalam keseharian kita karena keduanya bisa ditemukan di mana saja.

Pemboros lebih cenderung ke perilaku irasional karena mereka suka membeli barang tanpa memikir lebih mengenai fungsi dan kegunaannya. Sedangkan penghemat lebih ke perilaku rasional karena mereka memikirkan dengan matang mengenai barang yang akan dibelinya.

  1. Kebudayaan

Sebagai salah satu faktor pembentuk perilaku, budaya juga bisa menentukan barang apa yang harus dibeli. Contoh sederhananya adalah untuk acara kebudayaan atau untuk suatu acara penting dengan melibatkan barang-barang hasil karya seseorang.

Tentu saja setiap daerah juga memiliki budayanya masing-masing dengan tipe barangnya yang berbeda beda. Kebutuhan ini termasuk ke dalam perilaku rasional karena memang barang yang digunakan adalah produk penting.

BACA JUGA: 4 Faktor Produksi yang Diterapkan oleh Pelaku Bisnis

  1. Kelompok Sosial

Selain kebudayaan, ada juga kondisi lain yang menentukan perilaku seseorang jika dilihat dari keadaan sekitar. Kelompok sosial bisa terdiri dari seorang teman yang sering berhubungan satu dengan lainnya.

Ketika ada salah satu di kelompok tersebut membeli barang, maka kecenderungan perilaku seseorang untuk membeli barang juga akan meningkat. Hal inilah yang bisa kita lihat ketika membicarakan kelompok sosial sebagai penentu perilaku konsumen.

  1. Keluarga

Jika kelompok sosial adalah dari eksternal maka sama halnya dengan keluarga. Faktor penentu perilaku seseorang bisa tercipta dari keadaan sekitarnya yaitu keluarga baik itu dari segi daya tarik hingga minat barang yang akan dibelinya.

Faktor ini bisa menjadi irasional atau rasional tergantung dari sifat keluarga itu sendiri. Jika keadaan keluarga selalu membeli barang yang sesuai kebutuhan maka perilakunya rasional dan jika tidak maka perilakunya irasional

Setiap konsumen pasti memiliki minatnya sendiri-sendiri sehingga produsen atau perusahaan harus berpikir secara luas. Karena sifatnya, konsumen adalah pihak yang harus diprioritaskan baik itu dari segi kebutuhan barang atau jasanya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!