Kalau kamu lagi cari ide usaha makanan yang minim risiko, satu hal yang perlu kamu pahami dulu:
“Jarang rugi bukan berarti nggak bisa rugi.”
Yup, semua usaha itu ada potensi rugi—mau kecil, menengah, atau besar. Tapi… ada lho jenis usaha makanan yang dari dulu selalu ada aja pembelinya, gampang dimulai, dan punya pasar luas banget. Nah, kita bahas bareng yuk!
🍽️ Kenapa Usaha Makanan Masih Jadi Pilihan Banyak Orang?
Coba perhatikan deh, bahkan di tengah krisis, orang tetap butuh makan. Makanan itu kebutuhan pokok. Dan bukan cuma buat kenyang, sekarang orang juga cari:
-
Yang praktis,
-
Yang enak dan estetik,
-
Yang bisa dikirim ke rumah,
-
Dan yang worth it buat di-Instagram.
Jadi, usaha makanan tuh sebenarnya punya peluang besar banget. Tinggal kita main di segmen yang pas dan tahu cara jualannya.
🧠 Ciri Usaha Makanan yang “Jarang Rugi”
Biar nggak asal-asalan, yuk kenali dulu ciri-ciri usaha makanan yang layak dijadikan andalan:
✅ 1. Peminatnya banyak dari dulu sampai sekarang
Biasanya punya karakter seperti:
- Sudah jadi bagian dari budaya makan sehari-hari
- Punya rasa universal (semua umur suka)
- Cocok dijual di berbagai skala dan waktu (pagi, siang, malam)
✅ 2. Bisa disesuaikan skalanya
Mulai dari dapur rumah sampai buka booth kecil.
✅ 3. Modal kecil, tapi marginnya oke
Apalagi kalau kamu bisa bikin dari bahan yang murah tapi nilai jualnya tinggi.
✅ 4. Gampang dijual online maupun offline
Zaman sekarang? Tinggal posting di IG/WA Story, atau daftar di GoFood–GrabFood.
💡 Ide Usaha Makanan yang Jarang Rugi (dan Gampang Laku)
🍱 1. Ayam Geprek, Goreng, Crispy
- Disukai segala usia
- Bisa dijual dari harga murah sampai premium
- Persaingan tinggi, tapi bisa menang di sambal & topping
🔗 Baca Juga: Cara Memulai Usaha Grosir Snack: Panduan Lengkap dari Modal, hingga Strategi Jual ke Penjual
🍲 2. Soto Ayam, Sapi, Betawi
- Makanan comfort siang hari
- Cocok warung tenda atau rumahan
- Butuh resep khas biar menonjol
🍚 3. Nasi Goreng Aneka Variasi
- Menu malam yang laris
- Bisa dimodifikasi: mawut, kambing, seafood
- Gampang delivery
🍜 4. Mie Goreng & Mie Godog
- Fans setia banyak banget
- Modal kecil, topping bisa mahal
- Cocok dijual di angkringan atau kaki lima
🍽️ 5. Bubur Ayam Pagi Hari
- Favorit sarapan
- Bisa jual kilat (subuh – siang)
- Repeat buyer tinggi
🧦 6. Pentol, Cilok, Sempol
- Jajanan anak-anak sampai dewasa
- Bisa jualan keliling
- Harus punya sambal juara
🍡 7. Siomay & Batagor
- Bisa jualan langsung atau frozen
- Cocok untuk dititip ke warung
- Bumbu kacang = kunci sukses
🔗 Baca Juga: Bisnis Kopi Botolan: Jangan Cuma Bikin Kopi, Bikin Alasan Orang Pilih Kamu
🥞 8. Martabak Telur & Martabak Manis
- Menu malam favorit sejuta umat
- Martabak telur cocok buat yang cari gurih, martabak manis cocok untuk pecinta topping
- Bisa main di ukuran mini sampai jumbo, topping bisa dikreasikan
🌠 9. Sate Ayam & Kambing
- Makanan khas Indonesia
- Aroma dan asap = strategi marketing
- Bakar di tempat lebih menarik
🌾 10. Jual Sayur Matang Pagi Hari
- Target: ibu rumah tangga, pekerja
- Bisa dititip ke warung
- Hanya jalan pagi saja
🍛 11. Nasi Padang
- Selalu ramai
- Bisa dine-in, take away, frozen
- Lauk variatif, repeat order tinggi
☕️ 12. Angkringan (Ala Jogja)
- Jual nasi kucing, sate usus, gorengan
- Nongkrong murah meriah
- Buka malam, cocok untuk komunitas
🧶 13. Tahu Kupat
- Menu tradisional yang mengenyangkan
- Bisa dikreasikan topping modern
- Rasa kuah jadi faktor utama
🥜 14. Ketoprak
- Murah, sehat, dan enak
- Bahan sederhana, margin besar
- Bumbu kacang harus khas
| Nama Usaha Makanan | Peminat | Keunggulan | Risiko Utama | Nilai Akhir |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Geprek / Goreng | Tinggi | Variatif, cocok semua segmen | Persaingan tinggi, harga ayam fluktuatif | Sangat Layak |
| Soto (Ayam / Daging) | Stabil | Makanan comfort siang hari | Rasa harus khas & konsisten | Layak |
| Nasi Goreng | Tinggi | Cocok dijual kapan saja | Persaingan luas | Sangat Layak |
| Mie Goreng / Godog | Tinggi | Topping variatif, cocok dine-in | Mie rebus kurang tahan delivery | Layak |
| Bubur Ayam | Stabil | Sarapan populer, cepat habis | Jam jualan terbatas | Layak & Stabil |
| Pentol / Cilok / Sempol | Tinggi | Modal kecil, bisa mobile | Saingan banyak, higienitas penting | Layak |
| Siomay / Batagor | Tinggi | Bisa frozen atau fresh | Proses masak cukup panjang | Sangat Layak |
| Martabak Telur & Martabak Manis | Tinggi | Cocok untuk malam hari, topping bisa dikreasikan | Persaingan kuat, butuh tempat strategis | Layak |
| Sate (Ayam / Kambing) | Tinggi | Aroma & visual jadi jualan utama | Daging mudah rusak, persiapan lama | Sangat Layak |
| Sayur Matang Pagi | Stabil | Repeat order tinggi, cocok rumahan | Hanya jalan pagi | Layak & Hemat |
| Nasi Padang | Tinggi | Lauk variatif, loyalitas tinggi | Butuh banyak bahan, biaya operasional tinggi | Sangat Layak |
| Angkringan | Tinggi | Nongkrong murah, menunya luas | Butuh spot strategis, jam malam | Layak & Ramai |
| Tahu Kupat | Stabil | Tradisional dan mengenyangkan | Butuh kuah dan sambal yang enak | Layak |
| Ketoprak | Stabil | Murah, sehat, margin besar | Persaingan banyak | Layak |
🔗 Baca Juga: Kelemahan Usaha Gorengan: Jangan Hanya Mikir Gorengan = Cuan Besar
💬 Tips Biar Usahamu Gak Gampang Kandas
🔍 Kenali Dulu Pasarnya
Jangan cuma karena temen laku, kamu ikut-ikutan. Lihat siapa pembelimu dan daya beli mereka.
🔪 Pilih Produk Sesuai Skill
Kalau jago masak, main di lauk. Kalau jago branding, fokus di snack atau minuman kekinian.
📦 Gunakan Kemasan Menarik
Produk biasa bisa naik kelas kalau dikemas bagus.
🚚 Jangan Takut Go Online
Zaman mager, konsumen suka yang bisa dipesan cepat. Manfaatkan marketplace & delivery.
🔄 Fokus ke Repeat Order
Kualitas rasa, pelayanan ramah, dan promo langganan bikin pelanggan balik lagi.
✍️ Penutup: Bukan Anti-Rugi, Tapi Anti-Ngambang
Usaha makanan itu seru. Tapi jangan berangkat dengan mindset “pasti untung”. Lebih baik pikir kayak gini:
“Apa yang aku jual itu dicari orang tiap hari, dan bisa aku kelola secara konsisten?”
Kalau iya, usaha kamu mungkin nggak anti rugi… tapi gampang balik modal dan cepat berkembang.
FAQ
Q: Apakah benar ada usaha makanan yang jarang rugi?
A: Iya, tapi perlu dicatat ya — jarang rugi bukan berarti gak mungkin rugi. Usaha makanan seperti ayam geprek, nasi goreng, soto, sampai cilok itu punya peminat luas dan demand tinggi. Selama kamu konsisten di rasa, tahu target pasar, dan jaga kualitas, potensi untuk rugi bisa ditekan banget.
Q: Kenapa usaha makanan disebut aman untuk pemula?
A: Karena makanan itu kebutuhan pokok. Bahkan di tengah krisis ekonomi, orang tetap cari makan. Usaha makanan juga fleksibel—bisa dimulai dari dapur sendiri, jualan di depan rumah, sampai masuk ke platform online. Plus, banyak bahan bakunya yang murah tapi punya margin tinggi.
Q: Apa kunci biar usaha makanan bisa stabil dan gak gampang rugi?
A: Fokus ke repeat order. Artinya: rasa enak, pelayanan oke, dan harga masuk akal. Selain itu, penting juga untuk sesuaikan skala produksi dengan permintaan, jangan langsung produksi besar kalau belum tahu pasar. Dan jangan lupa: tampilan dan kemasan juga ngaruh ke daya tarik!
Q: Usaha mana yang cocok buat jualan di pagi hari?
A: Kamu bisa coba bubur ayam, sayur matang rumahan, atau soto ayam. Ketiganya punya pasar stabil di pagi hari, terutama di lingkungan perumahan atau dekat kantor. Modalnya juga tergolong ringan dan bisa balik modal harian.
Q: Kalau modalnya minim, mana yang paling realistis untuk dimulai?
A: Pentol cilok, tahu crispy, atau roti bakar bisa jadi pilihan. Semua bisa dimulai dengan gerobak atau tenda kecil, bahkan bisa keliling pakai motor. Yang penting, punya bumbu atau sambal andalan biar pembeli balik lagi.
Q: Apa risiko utama usaha makanan walau kelihatannya aman?
A: Beberapa di antaranya: bahan baku naik-turun, makanan cepat basi, dan persaingan tinggi. Tapi kalau kamu punya USP (Unique Selling Point) kayak rasa khas, kemasan beda, atau pelayanan cepat, kamu tetap bisa unggul.
Penulis sekaligus pelaku usaha mandiri di industri kreatif sejak 2013, dengan pengalaman di bidang konveksi, digital printing, franchise kuliner, serta strategi pemasaran berbasis SEO dan SEM.
🔗 Lihat Profil Lengkap