Mau usaha snack tapi nggak mau main eceran terus? Coba main di jalur grosiran. Modal memang agak gede, tapi kalau dikelola dengan strategi yang pas, untungnya juga bisa berlipat.
Artikel ini cocok banget buat kamu yang mau jadi supplier snack ke warung, kantin, atau reseller online. Yuk, kita bahas tuntas dari nol!
🎯 Pahami Dulu Selera Pasar: Yang Beli Penjual, Tapi yang Makan Tetap Konsumen
Meskipun kamu jualannya ke pemilik warung, toko, atau reseller, yang bakal makan snack-nya tetap konsumen akhir: anak sekolah, pekerja pabrik, ibu rumah tangga, sampai pegiat ngemil malam hari.
Artinya, kamu nggak bisa asal kulakan produk cuma karena harganya murah atau gampang didapat. Sebelum nyetok besar-besaran, kamu harus riset:
🍟 Snack Seperti Apa yang Disukai Konsumen?
-
Rasa gurih atau pedas yang nendang
Mi lidi balado, basreng extra pedas, keripik kaca cabe rawit
-
Tekstur kriuk dan tahan lama
Usus crispy, makaroni kering, keripik singkong
-
Varian rasa kekinian
Snack dengan rasa keju, jagung bakar, BBQ, atau matcha
-
Snack ringan dengan harga seribuan
Cocok untuk kantin atau warung sekolah
📊 Cara Gampang Riset Produk Laku:
-
Lihat yang paling laku di Shopee/Tokopedia kategori snack kiloan atau snack repack
-
Tanya pemilik warung: snack apa yang paling cepat habis?
-
Coba survei kecil-kecilan ke teman/keluarga
Ingat: Jangan tergoda nyetok yang “unik” tapi belum jelas pasarnya. Mending main aman dulu di produk yang udah terbukti disukai orang banyak.
📦 Menentukan Produk untuk Stok Awal + Modal Awal Usaha Grosir Snack
Nah, setelah kamu tahu selera konsumen, langkah selanjutnya adalah milih produk yang mau kamu stok dan ngitung berapa modal awal yang realistis buat main grosir. Ingat, kamu bukan nyetok 1–2 bungkus, tapi main volume — jadi harus pintar pilih produk dan atur alokasi modal.
✅ Ciri Produk Snack yang Cocok Buat Grosiran
Kamu bisa mulai dari produk-produk berikut:
| Jenis Produk | Contoh Snack | Alasan Dipilih |
|---|---|---|
| Snack Kering Literan | Makaroni pedas, keripik kaca, mie lidi | Tahan lama, bisa repack |
| Snack Jadul Repack | Kacang bawang, opak, rempeyek | Disukai banyak umur, cocok buat warung |
| Snack Kekinian | Basreng keju, seblak kering, makaroni ngeju | Laku di Shopee/TikTok |
| Snack Pabrikan | Qtela, Nabati, Chiki | Cuan tipis tapi cepat muter kalau stoknya banyak |
| Permen & Wafer Mini | Permen kiloan, wafer mini isi 10 | Favorit kantin & warung anak sekolah |
Tips: Pilih 5–10 varian produk dengan rasa berbeda (pedas, gurih, manis) biar lebih variatif dan menarik buat reseller.
💰 Simulasi Modal Awal Usaha Grosir Snack
Kamu bisa mulai dengan modal Rp 5–15 juta, tergantung skala dan jenis produk. Berikut contoh alokasi modal:
| Kebutuhan | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Stok awal snack (10–15 varian @2–5kg) | Rp 4.000.000 – Rp 10.000.000 |
| Kemasan (plastik, label, ziplock) | Rp 300.000 – Rp 700.000 |
| Rak/gudang kecil | Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 |
| Ongkir / logistik awal | Rp 500.000 – Rp 1.000.000 |
| Biaya operasional awal (listrik, pulsa WA, dll) | Rp 500.000 – Rp 1.000.000 |
| Total Estimasi Modal Awal | Rp 6 juta – Rp 15 juta |
Kabar baiknya: kamu bisa mulai dari rumah, tanpa harus langsung sewa ruko.
🎒 Rekomendasi Starter Pack Produk (Contoh)
Kalau kamu butuh gambaran, ini contoh kombinasi produk untuk stok awal:
-
3 jenis makaroni pedas (original, keju, extra pedas)
-
2 jenis keripik singkong (balado, sapi panggang)
-
2 varian basreng (pedas dan BBQ)
-
1 jenis mie lidi (pedas manis)
-
2 snack repack kacang bawang + opak mini
-
1 snack manis (permen kiloan atau wafer mini)
Total ±30–50 kg stok awal, cukup untuk tes pasar dan nawarin ke warung atau reseller.

📦 Snack Repacking: Produk Andalan Grosir yang Fleksibel dan Untungnya Besar
Kalau kamu main grosir snack tapi belum nyentuh yang namanya repack, fix kamu kehilangan potensi cuan yang lumayan besar.
Snack repack itu intinya kamu beli dalam bentuk kiloan, lalu dikemas ulang jadi ukuran kecil-kecil, biasanya 100 gram, 250 gram, atau bahkan yang harga seribuan. Ini yang paling disukai reseller karena langsung bisa dijual tanpa ribet!
🔗 Baca Juga: Kelemahan Bisnis Frozen Food: Modal Kulkas Aja Nggak Cukup!
🎯 Snack Apa Saja yang Cocok untuk Direpack?
Snack yang gampang direpack biasanya:
-
Kering & tahan lama
-
Nggak mudah remuk
-
Aromanya tetap kuat meski dikemas ulang
Berikut beberapa contohnya:
-
Makaroni pedas berbagai rasa
-
Basreng & keripik kaca
-
Mi lidi
-
Usus crispy
-
Permen kiloan & wafer mini
🧾 Peralatan dan Bahan Pendukung Repacking
Untuk mulai repack dari rumah, kamu cukup siapkan:
-
Plastik OPP atau ziplock (bisa beli grosir)
-
Sealer manual (Rp 100–300 ribuan)
-
Timbangan digital kecil
-
Stiker label brand kamu (bisa print sendiri atau pakai jasa cetak)
💰 Simulasi HPP vs Harga Jual Snack Repack
Berikut simulasi sederhana perbandingan modal per bungkus vs harga jual eceran:
| Jenis Snack | Harga Beli per Kg | Berat per Bungkus | HPP per Bungkus | Harga Jual Umum | Keuntungan per Bungkus |
|---|---|---|---|---|---|
| Makaroni Pedas | Rp 35.000 | 100 gram | Rp 3.500 | Rp 6.000 | Rp 2.500 |
| Basreng Original | Rp 38.000 | 100 gram | Rp 3.800 | Rp 6.500 | Rp 2.700 |
| Mi Lidi Pedas | Rp 30.000 | 100 gram | Rp 3.000 | Rp 5.000 | Rp 2.000 |
| Perman Kiloan Campur | Rp 28.000 | 50 gram | Rp 1.400 | Rp 2.500 | Rp 1.100 |
Catatan: HPP belum termasuk plastik dan stiker. Tapi tetap bisa untung karena kamu jualnya dalam volume.
📣 Tips Branding Snack Repack Biar Lebih Menarik
-
Pakai nama brand yang unik dan lucu
-
Gunakan warna plastik yang cerah atau transparan
-
Tempel label rasa + logo kamu
-
Bikin paket “Isi 10 bungkus campur rasa” biar reseller langsung bisa jual ulang
Snack repack ini cocok banget untuk:
-
Warung kecil di kampung
-
Toko kelontong sekolah
-
Reseller rumahan
-
Snack hampers atau oleh-oleh

🏭 Snack-nya Dapat dari Mana? Produksi Sendiri vs Distributor Utama
Sebagai pemain grosir snack, kamu nggak harus langsung jadi produsen (bikin snack sendiri). Tapi kamu juga bisa naik kelas dari sekadar reseller jadi grosiran, dengan memilih satu dari dua jalur utama:
🔄 1. Ambil dari Distributor Lebih Atas (Jalur Umum & Cepat)
Cocok buat pemula atau yang ingin langsung jalan tanpa repot produksi.
✅ Kelebihannya:
-
Bisa langsung dapat banyak varian snack
-
Tidak perlu repot produksi, tinggal fokus repack dan distribusi
-
Banyak pilihan rasa & kemasan dari pabrik atau agen besar
-
Bisa mulai dengan modal menengah (Rp 5–15 juta)
❗ Kekurangannya:
-
Margin lebih kecil karena kamu “beli dari tangan ke-2”
-
Produk tidak eksklusif (banyak yang jual sama)
-
Kadang harus beli dalam jumlah besar per item (MOQ)
💡 Tips:
-
Cari distributor besar di marketplace grosir, grup Facebook reseller, atau langsung dari pabrik kecil (UMKM)
-
Tanya sistem kerjasama: apakah bisa dropship, sistem reseller, atau beli putus
-
Perhatikan expired date & legalitas produk snack
🔗 Baca Juga: Usaha Sambal Kemasan Rumahan: Bukan Asal Bisa Pedas, Tapi Harus Siap Main Cerdas
🧑🍳 2. Produksi Sendiri: Lebih Untung, Tapi Lebih Ribet
Kalau kamu punya tim produksi, atau bisa kerja sama dengan pengrajin rumahan, kamu bisa bikin snack sendiri dan jadi brand grosir snack yang lebih mandiri.
✅ Kelebihannya:
-
Margin bisa 2–3 kali lipat karena kontrol penuh dari bahan mentah
-
Bisa bikin rasa dan branding sendiri (beda dari pasar)
-
Lebih mudah bangun identitas brand: “Snack buatan sendiri, bukan kulakan”
❗ Kekurangannya:
-
Butuh waktu, tenaga, dan SDM untuk produksi
-
Harus siap soal BPOM/PIRT jika ingin naik level
-
Risiko lebih tinggi kalau produk kurang laku (stok menumpuk)
💡 Tips:
-
Mulai dari 1–2 produk dulu, misalnya: makaroni pedas & basreng
-
Pakai dapur rumahan dengan alat sederhana: penggorengan besar, spinner, dan sealer
-
Bisa kerja sama dengan ibu rumah tangga sekitar (produksi harian)
🔃 Gimana Kalau Mau Kombinasi Keduanya?
Justru ini strategi yang banyak dipakai pemain cerdas:
“Ambil sebagian snack dari distributor, sebagian produksi sendiri.”
Misalnya:
-
Snack branded kiloan (Qtela, Nabati, keripik pabrik) → untuk ke toko
-
Snack buatan sendiri (makaroni, keripik pedas, basreng) → untuk branding repack
Dengan begini, kamu punya stok cepat jalan + stok premium ber-merk sendiri. Win-win!
🛠️ Sistem Pemesanan, Distribusi, dan Branding Grosiran
Banyak usaha grosir gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena sistem kerjanya ribet, nggak transparan, dan bikin capek pembeli. Padahal justru di B2B, kemudahan dan kecepatan adalah nilai jual utama.
Yuk bikin sistem kerja yang rapi, jelas, dan enak buat diajak kerja sama!
📲 Sistem Pemesanan yang Praktis
Meskipun bisnis kamu belum besar, bukan berarti orderan harus via chat acak atau manual terus. Kamu bisa bikin sistem pemesanan sederhana kayak gini:
✅ Contoh Channel Pemesanan:
-
WhatsApp Business – pakai katalog produk, bisa auto-reply
-
Shopee / Tokopedia – biar bisa dijangkau reseller online
-
Google Form atau PDF Katalog – untuk order by list
-
Website atau Linktree – kalau kamu mau tampil lebih profesional
📌 Tips:
-
Jangan ubah harga sering-sering, reseller bakal malas order
-
Buat pilihan paket: paket Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, Rp 1 juta
-
Tampilkan stok ready secara berkala di story/WA/Shopee
🚚 Sistem Pengiriman & Distribusi
Kamu nggak harus punya armada sendiri kok. Untuk awal, manfaatkan jasa ekspedisi lokal atau cargo:
| Metode | Cocok untuk | Kelebihan |
|---|---|---|
| COD Lokal / Kurir Sendiri | Area sekitar rumah/kota | Aman, bisa kenalan langsung dengan pembeli |
| J&T Cargo / SiCepat Gokil | Pengiriman antar kota | Biaya per kg murah, cocok untuk grosir |
| Grab / Gojek | Pengiriman cepat dalam kota | Bisa kirim harian, fleksibel waktu |
Buat sistem: “Order hari ini sebelum jam 12 → kirim sore ini.” Konsisten kayak gini bikin pembeli percaya.
🎨 Branding B2B: Supaya Gampang Dikenali & Diingat
Branding nggak cuma buat konsumen akhir. Di bisnis grosiran, branding itu tanda profesionalitas. Ini yang bisa kamu siapkan:
🔖 Identitas Brand:
-
Nama brand yang mudah diingat
-
Logo simple yang bisa dicetak di kemasan
-
Stiker atau label “Dari [Nama Usaha Kamu]” di tiap kemasan
📎 Katalog Produk:
-
Bikin katalog digital (Canva/Google Slides)
-
Kasih foto produk + harga per kg + rekomendasi repack
-
Cantumkan kontak pemesanan dan syarat jadi reseller
🎁 Paket & Promo untuk Penjual:
-
Bonus repack untuk pembelian minimal
-
Diskon untuk pembelian rutin bulanan
-
Sistem referral: ajak reseller baru dapat potongan
🧲 Contoh Slogan & Nilai Jual
Biar makin melekat di pikiran reseller, kamu bisa pakai slogan kayak:
“Snack Laris, Untung Manis – Langsung dari Gudang ke Warung!”
“Grosir Snack Tanpa Ribet – Cukup WA, Barang Langsung Meluncur!”
🔗 Baca Juga: 7 Kelemahan Usaha Thai Tea: Ketika Tren Minuman Begitu Cepat
📣 Strategi Promosi dan Penetrasi Pasar Penjual Snack
Usaha grosiran snack nggak bisa cuma mengandalkan “stok banyak = pasti laku”. Kamu harus aktif mencari, meyakinkan, dan menjaga hubungan dengan penjual. Di sinilah peran strategi promosi B2B bekerja.
📌 1. Temukan dan Dekati Target Penjual
✅ Di mana nyari penjual potensial?
-
Grup WhatsApp “warung se-RT”, komunitas UMKM
-
Grup Facebook “jual beli snack kiloan”, “peluang reseller”
-
Forum lokal, bazar UMKM, koperasi karyawan pabrik
-
Chat personal ke warung sekitar: tawarkan katalog & tester
Jangan nunggu ditemukan. Kamu yang harus proaktif cari dan ngajak kerja sama.
🛍️ 2. Tawarkan Paket Khusus Reseller atau Warung
Biar mereka nggak bingung dan langsung tertarik, bikin paket-paket simpel:
| Nama Paket | Isi | Harga |
|---|---|---|
| Paket Starter Warung | 5 jenis snack repack (total 3 kg) | Rp 200.000 |
| Paket Laris Manis | 10 jenis snack campur (total 6 kg) + stiker label | Rp 500.000 |
| Paket Reseller Luar Kota | Snack mix 10 kg, bonus ongkir sebagian | Rp 1.000.000 |
Pastikan paket ini fleksibel dan kamu siap bantu repack atau labelin kalau mereka minta.
📣 3. Promosi di Media Sosial Khusus B2B
🔍 Konten yang cocok:
-
Testimoni reseller warung yang repeat order
-
Video packing pesanan besar (trust-building!)
-
Promo paket reseller setiap minggu
-
Edukasi: “Snack mana yang paling laris di warung sekolah?”
📲 Platform yang disarankan:
-
Facebook (grup jualan & komunitas)
-
Instagram (testimoni & visual produk)
-
WhatsApp Broadcast (langsung ke kontak reseller)
-
Shopee/Tokopedia (untuk jangkauan nasional)
Tips: Bangun feed IG atau katalog WA yang rapi & rutin update biar makin dipercaya.
🎁 4. Kasih Alasan untuk Repeat Order
Penjual butuh alasan buat beli lagi. Ini beberapa strategi yang bisa kamu jalankan:
-
Bonus pembelian: beli 5kg dapat 250gr gratis
-
Program loyalitas: 5x order = 1x free ongkir
-
Sistem titip jual: kasih beberapa pcs dulu, bayar pas udah laku
-
Jaminan tukar rasa: snack nggak laku? Bisa ditukar rasa lain (syarat & ketentuan)
🤝 5. Bangun Relasi Bukan Sekadar Transaksi
-
Chat ringan sesekali ke reseller kamu
-
Tanya pendapat mereka soal varian baru
-
Kirim ucapan atau bonus kecil saat momen spesial (Lebaran, akhir tahun, dll.)
Di bisnis grosir, repeat order datang bukan dari diskon besar, tapi dari rasa percaya dan hubungan yang nyaman.
🔚 Penutup: Mulai dari Rumah, Bangun Jaringan, Tebar Camilan
Usaha grosir snack bukan cuma soal kulakan dalam jumlah besar, tapi soal paham selera pasar, tepat milih produk, dan pintar bangun hubungan dengan penjual. Target kamu bukan orang yang makan, tapi orang yang jualan. Nah, mereka itu butuh partner yang:
-
Stoknya lengkap dan stabil
-
Komunikatif dan gampang diajak kerja sama
-
Nggak ribet pas order dan kirim barang
Mulailah dari skala kecil tapi pola pikir besar. Bangun sistem grosir yang rapi, berikan layanan yang bikin penjual betah, dan jangan pelit ilmu atau bantuan ke reseller baru. Karena dari situ, bisnis kamu bisa tumbuh bukan cuma jadi “grosir snack rumahan”, tapi bisa jadi supplier terpercaya se-kecamatan bahkan satu kota.
Dan yang paling penting:
Jangan tunggu momen sempurna. Camilan laris itu bukan cuma di hari raya – tiap hari selalu ada yang lapar atau butuh ngemil. Selama kamu konsisten dan punya rasa percaya diri + strategi yang jelas, kamu pasti bisa!
FAQ
Q: Apakah usaha grosir snack menguntungkan?
A: Ya, usaha grosir snack sangat potensial karena kamu bermain dalam skala besar dengan target pasar yang luas seperti warung, reseller, dan toko. Keuntungan bisa stabil karena sistem repeat order dan perputaran stok cepat jika dikelola dengan benar.
Q: Berapa modal awal untuk memulai usaha grosir snack?
A: Modal awal bisa dimulai dari Rp 5 juta–Rp 15 juta tergantung seberapa banyak varian dan stok yang ingin kamu siapkan. Biaya tersebut mencakup pembelian snack, kemasan, rak penyimpanan, ongkir, dan biaya operasional awal.
Q: Apakah bisa menjalankan usaha grosir snack dari rumah?
A: Bisa banget! Banyak pelaku usaha grosir snack yang memulai dari rumah dengan modal minim. Kamu hanya perlu ruang untuk stok, sistem pemesanan yang rapi (WA atau Shopee), dan strategi pemasaran ke penjual sekitar.
Q: Jenis snack apa yang paling cocok untuk usaha grosir?
A: Snack kering seperti makaroni pedas, mie lidi, basreng, keripik singkong, dan permen kiloan sangat cocok untuk grosir karena tahan lama, laku keras, dan mudah dikemas ulang (repack).
Q: Bagaimana cara mencari pelanggan untuk grosir snack?
A: Cari target pasar di komunitas warung, grup reseller, bazar UMKM, hingga marketplace. Bangun katalog, beri paket menarik, dan promosikan secara konsisten lewat media sosial dan WhatsApp broadcast.
Penulis sekaligus pelaku usaha mandiri di industri kreatif sejak 2013, dengan pengalaman di bidang konveksi, digital printing, franchise kuliner, serta strategi pemasaran berbasis SEO dan SEM.
🔗 Lihat Profil Lengkap