Home » Transaksi Keuangan Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Pembukuan di Perusahaan

Transaksi Keuangan Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Pembukuan di Perusahaan

Transaksi keuangan adalah kegiatan yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, masih banyak di antara kita yang belum memahami apa itu transaksi keuangan, jenisnya, macam bukti maupun cara pembukuan transaksi.

Transaksi adalah kegiatan tukar menukar, baik dengan uang maupun benda di mana kedua belah pihak saling sepakat dan mendapatkan keuntungan. Berbeda lagi dengan transaksi keuangan yang tentunya melibatkan uang sebagai medianya.

Apa Itu Transaksi Keuangan Adalah?

transaksi keuangan adalah

Setiap individu pasti pernah melakukan transaksi keuangan. Namun dalam artikel ini kita akan membahas transaksi keuangan yang dilakukan dalam lingkup perusahaan.

Transaksi keuangan menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis atau usaha. Transaksi keuangan adalah kegiatan yang memberikan efek ekonomi untuk perusahaan yang terlihat.

Bukan hanya tentang jual-beli yang ada. Transaksi keuangan perusahaan juga berbicara tentang kejadian hilangnya aset karena suatu musibah.

Dengan artikel ini, Anda tidak hanya bisa memahami pengertian transaksi keuangan, tapi juga jenis transaksi keuangan, bukti transaksi. Pentingnya menyimpan transaksi keuangan hingga cara pembukuan.

Jenis Transaksi Keuangan di Perusahaan

Setelah memahami pengertian transaksi keuangan, Anda juga harus mengenal apa saja jenisnya. Kebanyakan orang mengira bahwa transaksi keuangan adalah kegiatan yang melibatkan uang masuk dan keluar saja, padahal tidak demikian.

Tanpa mengetahui jenis transaksi keuangan perusahaan dengan baik, maka Anda akan mengalami kesulitan saat melakukan pembukuan. Oleh karena itu, kita akan membahas tentang dua jenis transaksi keuangan, yaitu internal dan eksternal.

  1. Transaksi Keuangan Internal

Jenis transaksi keuangan perusahaan yang pertama adalah internal di mana hanya pihak dalam yang terlibat saja. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi ini tidak melibatkan pihak luar perusahaan karena tidak memengaruhi kondisi keuangan.

Transaksi internal juga tidak mengadakan jual beli sehingga jenis ini juga disebut dengan transaksi non-pertukaran. Pada bisnis berbasis UMKM, transaksi ini mencakup bukti kas keluar, bukti kas masuk, dan memo saat ada penyusutan aset.

  1. Transaksi Keuangan Eksternal

Jenis kedua transaksi keuangan adalah eksternal yang dilakukan dengan pihak luar perusahaan. Transaksi ini melibatkan pihak secara lebih luas karena hanya orang luar yang akan dilibatkan dalam transaksi, bukan pihak dalam perusahaan.

Misalnya saja, pinjaman modal, pembayaran utang, pembelian peralatan atau perlengkapan usaha, uang masuk hasil jual barang ke pembeli, bayar gaji karyawan. Dan juga uang keluar karena membeli stok barang, ada piutang yang dilunasi dan lainnya.

Transaksi Keuangan perusahaan

Macam-macam Bukti Transaksi Keuangan

Bukan hanya pengertian dan jenis transaksi keuangan yang perlu dipahami, tapi juga macam-macam bukti transaksi keuangan. Saat melakukan transaksi, penting untuk meminta bukti.

Karena nantinya ada laporan atau pertanggungjawaban di akhir. Sebagian besar dari kita mungkin hanya mengenal struk sebagai bukti pembayaran.

Sebenarnya, masih ada beberapa bukti transaksi keuangan perusahaan. Baik tunai maupun kredit dan berikut penjelasan lengkapnya terkait 4 macam bukti transaksi.

  1. Struk

Bukti transaksi keuangan adalah struk yang biasa kita jumpai saat membeli suatu produk. Informasi yang ada pada struk antara lain nama usaha dagang, tanggal dan jam transaksi, nama barang, jumlah barang, harga, nama kasir hingga nomor struk.

Selain itu, struk biasanya juga akan mencantumkan total pembayaran dan metode pembayaran yang dilakukan. Detail informasi yang tercantum pada struk tergantung pada masing-masing perusahaan, jadi pastikan untuk memeriksa bukti tersebut.

  1. Faktur

Bukti transaksi keuangan perusahaan yang lainnya adalah faktur atau tagihan yang merinci pengiriman dan pembelian barang secara lengkap. Metode pembayaran yang bisa dilakukan terbilang bervariasi, yaitu secara kontan atau cicilan.

Faktur biasanya mencantumkan daftar barang sekaligus harganya, jumlah barang, tenggat waktu. Untuk pembayaran kredit, data perusahaan penjual dan pembeli serta masih banyak lainnya.

  1. Kuitansi

Selanjutnya, ada bukti transaksi keuangan perusahaan dalam bentuk kuitansi yang dibuat oleh si penerima. Bukti penerimaan uang ini biasanya berisi tentang data pembeli, total harga, dan penggunaan dana secara umum.

Kuitansi memiliki dua bagian, yaitu bagian bonggol yang disimpan oleh penerima, sedangkan bagian lain nantinya akan dirobek terlebih dahulu untuk membayar. Kuitansi ini biasanya diberikan dalam tulisan tangan.

  1. Cek

Terakhir, bukti transaksi keuangan adalah cek atau perintah pembayaran. Pada kertas cek biasanya berisi informasi terkait nama penerima dan nominal transaksi yang nantinya bisa dicairkan ke bank dan diganti bentuk uang.

Cek ini hanya bisa didapatkan oleh pembeli sekaligus pemilik rekening di bank. Bank inilah yang memberikan cek tersebut untuk bisa digunakan sebagai bukti transaksi keuangan.

transaksi keuangan adalah

Pentingnya Menyimpan Transaksi Keuangan di Perusahaan

Bukti transaksi keuangan sangatlah penting jadi pastikan Anda mendapatkan bukti tersebut setelah melakukan transaksi keuangan dalam perusahaan. Sekecil apapun transaksi yang dilakukan.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan menyimpan bukti transaksi keuangan. Seperti mencegah adanya penggelapan dana perusahaan, mengetahui total omzet tiap hari, bahan pembuatan laporan keuangan, dan lainnya.

Bukti transaksi keuangan ini perlu disimpan karena menjadi bukti konkret jika ada kesalahan dalam transaksi. Klaim kesalahan menjadi lebih mudah jika Anda menyimpan bukti transaksi tersebut.

BACA JUGA: Jenis Rasio Keuangan dan Fungsinya

Cara Pembukuan Transaksi Keuangan di Perusahaan

Untuk menjamin keberlangsungan bisnis yang stabil dan sehat, kita harus bisa mencatat transaksi keuangan perusahaan dengan tepat. Penulisan laporan keuangan memang tidak mudah dan berikut ada beberapa langkah yang bisa diikuti:

  1. Kumpulkan bukti transaksi dalam bentuk apapun.
  2. Lakukan pengecekan terhadap keaslian bukti transaksi, mulai dari tanggal, stempel tanda tangan dan nominal.
  3. Catat transaksi ke dalam jurnal sesuai bukti transaksi.
  4. Pindahkan jurnal ke dalam buku besar.
  5. Pisahkan transaksi antara kredit dan debit di dalam neraca.

Anda bisa mengikuti beberapa langkah di atas untuk membuat laporan keuangan perusahaan. Selain itu, penggunaan aplikasi atau software transaksi keuangan adalah pilihan terbaik karena akan mempermudah dan mempercepat penulisan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!