Home » Struktur Organisasi Perusahaan, Pengertian, Tujuan dan Ragam Jenisnya

Struktur Organisasi Perusahaan, Pengertian, Tujuan dan Ragam Jenisnya

Untuk sebuah bisnis, struktur organisasi perusahaan merupakan hal penting sebagai landasan usahanya. Hal tersebut berguna bagi sektor apapun yang dijalankan.

Jika bagian itu bisa dilaksanakan secara ideal, maka kinerja orang-orang di dalamnya dapat dikatakan sangat efektif. Oleh karena itu, penting bagi siapapun untuk mengenalnya.

Misalnya saja dari segi definisi, fungsi, manfaat, sampai dengan ragam jenisnya. Bagi Anda yang sedang membuat sebuah bisnis, sebaiknya pahami betul tentang topik ini.

Seperti apakah pembuatan struktur organisasi di sebuah perusahaan yang baik? Ini dia ulasan lengkapnya untuk disimak.

Definisi Struktur Organisasi di Perusahaan Secara Umum

Mari kita mulai dari pengertian atau definisinya terlebih dahulu. Ini merupakan sebuah tingkatan atau susunan yang isinya lebih kepada pembagian peran serta tugas.

Pembagian tersebut tentu saja untuk setiap individu berdasarkan pada jabatan mereka di sebuah perusahaan. Bisa Anda lihat bahwa biasanya bagan digunakan sebagai wakilnya.

Bisa juga dalam bentuk garis hierarki yang menjelaskan setiap komponen penyusun korporasi. Susunan struktur organisasi perusahaan ini memiliki fungsi utama yang penting.

struktur organisasi di perusahaan intinya dapat menjelaskan posisi serta fungsi masing masing sumber daya manusia atau individu. Oleh karenanya, usahakan memilih orang yang tepat.

Tujuan dari Struktur Organisasi Perusahaan

Apakah tujuan dari pembuatan bagan seperti itu? Secara umumnya, tujuannya ialah untuk membuar distribusi tanggung jawab atau penugasan menjadi lebih mudah.

Jadi, adanya struktur pembagian peran masing-masing individu juga akan membuat batasan tugas mereka lebih jelas. Tanggung jawabnya sudah dibagi-bagi sesuai perannya.

Ini artinya, sebuah Struktur organisasi yang ditata dengan optimal sesuai fungsinya akan lebih mudah membesarkan perusahaan. Sebaliknya, roda korporasi bisa macet jika semuanya tidak tertata.

Oleh karena itu, selain mengetahui kemampuan masing-masing individu. Usahakan untuk berdiskusi dengan orang yang berpengalaman dalam pembuatan bagan ini.

Perbedaan Bagi Perusahaan Kecil dan Besar

Ada satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan, struktur organisasi perusahaan bagi korporasi kecil dan besar biasanya berbeda. Secara sederhananya, bagan untuk korporasi bisa dibagi menjadi beberapa tipe seperti dewan komisaris dan direksi.

Susunan keduanya juga tidak sama tentunya, semuanya sudah diatur di aturan perusahaan atau bisa juga dalam akta pendirian. Akta tersebut disahkan ketika sebuah korporasi sudah resmi memiliki badan hukum.

Selanjutnya, Anda juga harus memahami bagaimana cara pembuatannya. Ada beberapa poin penting yang dapat dijadikan patokan agar semuanya optimal seperti:

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan korporasi

Yang pertama sangat jelas bahwa semua harus sesuai dengan korporasi serta kebutuhan di dalamnya, rangkap peran sudah menjadi hal wajar untuk ini. Misalnya saja dalam perseroan terbatas di mana seorang dewan komisaris yang bisa juga menjadi dewan direksi atau bahkan pengurus.

Lalu apa selanjutnya? Pastikan bahwa struktur organisasi perusahaan mudah diterapkan serta dibuat. Oleh karenanya semua harus didasarkan pada tanggung jawab serta pola kerja internal.

  1. Pembagian tugas

Setelah selesai menentukan peran apa saja, maka selanjutnya informasikan tentang kejelasan masing-masing tugas kepada karyawan. Ini sangatlah penting agar mereka tidak bingung.

Dengan begitu mereka akan tahu mana yang menjadi tanggung jawabnya serta mana yang tidak. Selanjutnya garis koordinatif serta instruktif juga harus jelas dipahami oleh seluruh anggota.

Jangan lupa untuk menjadikan kebutuhan korporasi sebagai landasan utama. Dengan begitu target akan lebih mudah untuk dicapai selama beberapa waktu ke depan.

Posisi dalam Bagan Organisasi Sebuah Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan berbeda dengan yang ada di sekolah, alasannya karena keduanya memiliki kompleksitas yang tidak sama. Ada beberapa posisi penting di mana sebaiknya tetap berada di dalamnya, simak berbagai macam posisi tersebut seperti:

  1. Dewan Komisaris

Dewan komisaris merupakan sebuah peran yang seringkali tidak terlalu banyak ikut campur dengan seluk beluk teknis. Namun, mereka lebih sebagai pengawas, terutama bagi dewan direksi.

Untuk susunan dewan komisaris, Anda bisa memilih orang yang menjadi perwakilan, pemilik, atau representasi sebuah korporasi. Artinya, pemilik modal bisa menempatkan dirinya disana.

Tidak heran jika kebanyakan dewan komisaris bisa merangkap sebagai direksi juga. Hal tersebut sudah cukup lumrah dijumpai.

  1. Direksi

Direksi ialah sekelompok individu dengan tugas serta tanggung jawab untuk mengurus korporasi, salah satunya adalah perseroan terbatas. Banyak orang mengatakan bahwa posisi ini sangat penting dalam struktur organisasi perusahaan.

Oleh karenanya, direksi memang ada dalam posisi paling atas. Mereka akan membawahi bagian – bagian tertentu, di dalam suatu perseroan Anda akan menemukan posisi seperti direktur utama, wakilnya, dan beberapa direktur lainnya.

Wewenang direksi adalah mengambil keputusan untuk korporasi. Biasanya menyangkut hal – hal yang berhubungan dengan rencana serta targetnya di masa depan.

  1. Direktur utama

Ini adalah pucuk pimpinan dari sebuah korporasi di mana seringkali disebut dengan nama CEO. Apabila diumpamakan, direktur utama seperti pilot untuk pesawat.

Wewenang mereka dalam struktur organisasi perusahaan adalah untuk menetapkan serta merumuskan kebijakan. Termasuk di dalamnya adalah program umum.

Artinya, seorang dirut juga memiliki peran untuk membuat korporasi menjadi lebih maju. Mereka berperan dalam mengembangkan kantor sehingga lebih baik posisinya.

Selain itu, tugas lainnya ialah memimpin serta bertanggung jawab terhadap seluruh komite eksekutif. Termasuk di dalamnya tentu saja dewan komisaris.

Oleh karenanya, seorang Dirut wajib memiliki ide kreatif serta bermanfaat bagi kantornya. Mereka juga bisa menjadi perwakilan ketika melakukan kerja sama.

  1. Direktur

Posisi direktur tepat di bawah dirut dalam sebuah struktur organisasi perusahaan. Biasanya, ada sekitar 3 hingga 6 direktur berbeda di mana mereka membawahi bidang berbeda juga.

Pemilihannya bisa ditentukan oleh kebutuhan sebuah perusahaan itu sendiri. Secara umum, sebuah kantor seringkali memiliki direktur operasional, teknologi, keuangan.

Tugasnya menjadi beragam tergantung bidang apa yang dia pimpin. Sebagai contoh adalah direktur operasional yang bertanggung jawab dalam operasi setiap hari.

Di lain sisi, direktur keuangan tentu harus mengatur keuangan kantornya. Untuk bagian pemasaran adalah mengatur pemasaran dari produk yang dijual atau dibuat.

Namun, secara umum mereka memiliki wewenang untuk mengganti, mengangkat, serta memberhentikan karyawannya. Terutama apabila ada masalah tertentu.

  1. Manajer

Dilihat dari struktur organisasi perusahaan, seorang direktur bisa digantikan oleh jabatan manajer. Biasanya, penggantian ini terjadi pada kantor kecil.

Alasannya adalah mereka hanya memiliki jajaran manajer serta direktur utama saja. Manajer memiliki tugas melakukan integrasi pada berbagai macam variabel serta karakteristik pegawai.

Tujuannya adalah agar tujuan korporasi bisa lebih mudah dicapai. Oleh karena itu, orang yang ditunjuk untuk menjabat manajer haruslah mumpuni.

Manfaat Memiliki Struktur Organisasi Perusahaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki susunan organisasi jelas memiliki banyak sekali manfaat bagi sebuah korporasi. Ragam manfaat tersebut antara lain adalah:

  1. Membantu menentukan hierarki

Dengan bagan seperti itu, maka hierarki akan terlihat jelas. Salah satunya ialah alur yang harus karyawan lewati sebelum melaporkan apa yang mereka kerjakan.

  1. Proses mengambil keputusan

Bagan yang jelas serta baik bisa membuat pengumpulan keputusan menjadi lebih cepat serta berkualitas. Mengapa demikian?

Hal tersebut karena seringkali karyawan harus menghadapi kondisi di mana mereka sangat membutuhkan pejabat. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah secara efektif

  1. Pembagian Tim

struktur organisasi perusahaan memiliki fungsi sebagai sarana untuk membagi staf ke dalam tim tertentu. Biasanya berdasarkan pada jenis proyek, wilayah, atau departemen tertentu.

Dengan adanya pembagian ini maka karyawan akan merasa lebih mudah mengerti tentang apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Begitu juga dengan tujuan untuk dicapai.

  1. Tahu tentang pertumbuhan kantor

Kemudian, bagan tersebut jelas dapat membuat karyawan menjadi lebih mengerti tentang sejauh apa pertumbuhan kantor mereka, progress tersebut bisa membuatnya semakin semangat. Di lain sisi, staff memiliki peluang untuk tahu seperti apakah perkembangan karir di masa depan yang mungkin bisa mereka capai.

BACA JUGA: Apa Itu CSR atau Corporate Social Responsibility dan Manfaatnya untuk Perusahaan

Jenis Struktur Organisasi Perusahaan yang Perlu Dipahami

Tahukah Anda bahwa susunan organisasi memiliki beberapa jenis yang dibedakan menurut kebutuhan sebuah kantor. Berikut ini adalah daftar jenis yang perlu Anda ketahui dan pelajari sebagai salah satu organisasi di sebuah perusahaan.

  1. Fungsional

Ini merupakan salah satu tipe paling umum dipakai sekarang ini. Biasanya, sistemnya akan membagi organisasi berdasarkan fungsi pekerjaan secara general.

Misalnya saja membagi karyawan sesuai dengan keahlian mereka pada departemen tertentu. Sebagai contoh adalah customer service, marketing, personalia, dan lainnya.

Kelebihan memakai tipe tersebut adalah staff memiliki peluang untuk mengembangkan keahlian mereka. Sedangkan kelemahannya adalah menciptakan jarak antara departemen.

  1. Berbasis Produk

Biasanya jenis ini akan melakukan pembagian ke dalam struktur fungsional dengan skala lebih kecil. Seringkali pembagian tersebut lebih untuk produk tertentu saja.

Jika kantor Anda memiliki banyak produk, maka jenis ini lebih cocok digunakan. Hal ini bisa membuat siklus pengembangan menjadi lebih singkat dibandingkan sebelumnya.

Namun, ada kelemahan yang harus disimak dan pelajari lebih lanjut. Seringkali karyawan bisa memiliki rangkap jabatan dalam beberapa divisi berbeda.

  1. Susunan geografis

Sama seperti namanya, jenis yang satu ini akan membagi hierarki sesuai dengan wilayah geografinya. Seringkali ini dipakai oleh kantor yang melayani jasa pengiriman barang.

Kelebihan dari susunan tersebut ialah setiap divisi mampu menyumbangkan keputusan sesuai dengan sudut pandang mereka sendiri. Namun, tetap saja ada kelemahannya.

Salah satu kelemahan dari struktur organisasi perusahaan secara geografis adalah munculnya persaingan antar divisi. Jadi Anda harus mampu membuatnya tetap sehat.

  1. Berbasis Pasar

Pilihan berbasis pasar lebih disarankan pada organisasi dengan layanan serta produk bagi segmen market tertentu. Apa kelemahannya?

Salah satunya ialah otonomi yang terlalu banyak pada setiap kelompok sehingga sistem yang berkembang justru kurang kompatibel. Sebaiknya tetap perhatikan hal tersebut.

  1. Susunan datar

Tahukah Anda bahwa bagan berkonsep datar dapat mengurangi birokrasi manajemen. Oleh karena itu, mereka tidak akan merasa jauh dengan para pemimpin.

Di lain sisi, karyawan dapat menjadi lebih nyaman karena petinggi lebih terasa seperti rekan kerja. Mereka bukanlah atasan yang terkesan intimidatif dan lain sebagainya.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang staff akan merasa kesulitan dalam menentukan keputusan. Apa alasannya?

Dengan posisi yang seperti sejajar tersebut, bisa saja staff merasa bingung kepada siapakah mereka harus meminta keputusan. Terlebih jika ada masalah terjadi dan harus segera diselesaikan.

Dari penjelasan di atas memang manfaat membuat susunan organisasi sangatlah jelas terasa. Namun, tetap hati-hati dan pilih struktur organisasi perusahaan sesuai kebutuhan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!