Home » Perbedaan Saham dan Reksadana, Ketahui Pilihan Paling Tepat

Perbedaan Saham dan Reksadana, Ketahui Pilihan Paling Tepat

Masih banyak orang menganggap bahwa perbedaan saham dan reksadana hanya pada pengelolanya, padahal bedanya tergantung dari beberapa aspek. Namun keduanya juga menyediakan instrumen hampir sama.

JIka dilihat berdasarkan cara kerja, kedua hal ini berbeda. Namun semua instrumen bisa menghasilkan keuntungan dengan metode masing-masing. Bagi para investor berpengalaman kebanyakan menjadikan ekuitas sebagai andalan.

Sedangkan pemula disarankan menginvestasikan dana dengan bantuan manajer investasi melalui proses penentuan profil resiko. Keberadaan profil resiko menjadi tolok ukur instrumen yang diambil di  masa depan.

Kedua hal ini banyak dilirik oleh pemegang saham karena dianggap bisa memberikan keuntungan secara pasif, tanpa harus bekerja. Penanaman modal bisa dilakukan dari mana saja dengan mudah berkat kemajuan teknologi.

Perbedaan Saham dan Reksadana, Ketahui Penjelasannya

Investasi saham secara langsung dilakukan oleh mandiri sesuai keinginan dan kemampuan masing-masing investor. Sedangkan dalam reksadana, dana dikelola perusahaan manajemen aset dengan menyebarkan dana ke berbagai instrumen.

  1. Tingkat Resiko

Resiko ditanggung penanam modal menjadi lebih tinggi apabila dilakukan secara mandiri, keputusan berada di tangan Anda. Kerugian lebih berpotensi terjadi bahkan hingga menimbulkan kebangkrutan jika tidak memahami strateginya.

Para pemula disarankan meminta bantuan manajer investasi karena resiko lebih mudah dikendalikan, serta lebih kecil dibandingan berinvestasi secara langsung. Segala keputusan diambil oleh manajer investasi.

  1. Imbal Hasil

Bermain di ekuitas tertentu memberikan imbal hasil sangat besar, tapi resikonya juga besar. Ada beberapa jenis biaya yang ditanggung, yaitu biaya transaksi atau transaction fee sebesar 0,1 hingga 0,3 persen.

Sedangkan aset yang dipercayakan pada perusahaan manajemen aset juga akan dikenai fee setiap kali melakukan penarikan dana. Nominalnya didapat dari negosiasi antara kedua belah pihak, besarnya bervariasi.

  1. Nominal Setoran Minimum

Dana untuk melakukan penanaman modal dalam ekuitas lebih besar, nominal mulai ratusan hingga jutaan rupiah. Namun jangan sampai mengeluarkan lebih dari 5% total kekayaan Anda. Lakukan sedikit demi sedikit.

Saat ini banyak perusahaan manajemen aset menawarkan modal awal mulai dari puluhan ribu rupiah. Para pemula tidak perlu pusing memikirkan bagaimana memperoleh dana setoran awal.

  1. Pajak

Pencairan dana di dalam ekuitas membutuhkan waktu singkat karena tdak melalui pihak ketiga. Dana akan relatif lebih cepat masuk ke rekening Anda. Sedangkan reksadana membutuhkan waktu hingga 5 lima hari.

Selain Perbedaan Saham dan Reksadana, Berikut Keuntungannya

Kepemilikan aset dalam dunia pasar modal terbilang masih kecil di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di sekitar. Hal ini dipicu faktor masyarakat masih takut untuk menanam modal.

Masih banyak ditemui kasus penipuan atau oknum investasi bodong, akibatnya masyarakat back to basic, yaitu menabung atau deposito. Kedua aktivitas tersebut mempunyai tingkat resiko rendah untuk mengamankan aset.

Sudah menjadi rahasia umum, instrumen tabungan dan deposito bukanlah opsi paling baik dibandingkan instrumen lain, karena return yang dihasilkan sangat rendah. Rencana keuangan akan sulit diwujudkan menjadi kenyataan.

Sedangkan jika Anda mempercayakan dana kepada pihak manajer investasi, keuntungan bisa menjadi lebih tinggi. Bahkan mencapai 20% per tahun, sebuah angka yang tidak sedikit. Cocok untuk jangka panjang.

Perbedaan saham dan reksadana dalam hal diversifikasi resiko akan terjadi sebagai upaya menghindari kerugian sehingga bisa ditekan secara maksimal. Caranya dengan menyebar dana dari nasabah ke berbagai instrumen.

Namun diversifikasi tidak cocok bagi investor individual karena dana cukup terbatas. Dengan bantuan manajer investasi, diversifikasi bisa terlaksana secara lebih optimal. Anda hanya perlu memantau dinamikanya saja.

Dana Anda secara aman dikelola oleh perusahaan manajemen aset atau manajer investasi dengan kompetensi handal. Sangat cocok digunakan masyarakat awam, atau berkendala dalam kemampuan analisa pergerakan pasar.

Tidak perlu modal banyak, saat ini calon investor bisa membuka rekening hanya dengan menyetorkan minimal Rp 10 ribu. Penyedia produk reksadana terus melakukan inovasi untuk memudahkan para penanam modal.

Lakukan transaksi jual beli secara online tanpa ribet dimana saja melalui platform terhubung jaringan internet. Platform online sangat memudahkan proses transaksi menjadi lebih cepat dan relatif terjangkau.

Perbedaan Saham dan Reksadana, Produknya Apa Saja?

Di dalam pasar modal, ada beberapa jenis investasi reksadana bisa dipilih sesuai kebutuhan masing-masing investor. Di Indonesia, terdapat setidaknya 4 jenis yang paling populer karena keuntungannya.

  1. Pendapatan Tetap

Jenis pendapatan tetap bisa memberikan imbal hasil besar, nilainya di atas pasar uang, namun resikonya kecil. Mengapa begitu? Karena dana di pendapatan tetap dialokasikan dalam sektor surat utang jangka panjang.

Pendapatan tetap mengalokasikan dana ke instrumen obligasi milik pemerintah maupun swasta, pergerakannya terbilang lebih stabil. Obligasi merupakan surat utang untuk diberikan sebagai kepemilikan bukti utang.

  1. Campuran

Jika Anda mempunyai profil resiko moderat, jenis campuran paling direkomendasikan. Dana dalam jenis campuran akan dialokasikan di sektor saham, sehingga resiko relatif lebih tinggi daripada pendapatan tetap.

BACA JUGA: Apa Itu Investasi Syariah dan Berbagai Jenisnya

  1. Saham

Jenis reksadana saham menjadi pilihan mayoritas investor berpengalaman, atau para pemilik profil resiko agresif. High risk high return merupakan prinsip utama jenis investasi ini, sudah dipahami para pemegang modal.

Dana nasabah dialokasikan ke sektor saham, kemudian sisanya masuk ke pasar uang. Saham merupakan surat berharga atas kepemilikan nilai perusahaan, secara tidak langsung investor mempunyai hak kelol sesuai porsi masing-masing.

  1. Pasar Uang

Pasar uang menjadi pilhan paling laris bagi para investor pemula karena minimnya tingkat resiko di dalamnya. Keuntungan bisa diperoleh dengan mudah, nilainya di atas bunga deposito.

Mengalihkan sebagian aset ke dunia investasi bukanlah pilihan yang salah. Justru dengan mengetahui perbedaan saham dan reksadana Anda akan dimudahkan dalam menentukan instrumen paling cocok.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!