Home » Softskill Adalah: Pahami Pengertian, Contoh dan Tips Meningkatkannya

Softskill Adalah: Pahami Pengertian, Contoh dan Tips Meningkatkannya

Jika membahas mengenai bakat dan kemampuan, softskill adalah hal inti yang harus dikembangan. Orang tidak mungkin terlahir tanpa adanya bakat.

Mereka memiliki kemampuan berbeda-beda. Bila dikembangkan dengan baik, maka menjadi investasinya di masa depan, seperti dalam memperoleh pekerjaannya nanti.

Jadi, apa sebenarnya tentang softskill itu, dan kenapa harus dikembangkan sebaik mungkin? Dalam menempuh jalur karier, softskill adalah acuan perusahaan dalam menemukan karyawan sesuai yang diinginkan.

Jika berdasarkan pengertian pada umumnya, softskill itu berhubungan pada ketrampilan yang berkaitan pada antara kecerdasan dan juga emosional. Nantinya akan digunakan juga saat berinteraksi dengan orang lain secara nyaman.

Memahami Softskill dengan Lebih Dalam

Konteks ini sangat berbeda dengan hardskill di mana softskill adalah kemampuan yang cenderung pada ketrampilan komunikasi, sosial, kecerdasan sosial dan lain sebagainya. Intinya, tahu bagaimana menempatkan diri di kehidupan sosial.

Keahlian seperti ini, sangat dibutuhkan untuk menunjukkan bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain di dalam dunia kerja. Jadi, kemampuan ini bisa berkembang pada wawasan dan emosi ketika memperlakukan orang lain.

Dikutip dari Monster, softskill adalah adalah hal yang tidak bisa diukur dan tidak ada wujudnya. Namun, ketika Anda tidak memiliki kemampuan tersebut, maka akan ketika harus beradaptasi dan berkomunikasi.

Ketika Anda melamar sebuah pekerjaan, hard skill atau kemampuan yang dimiliki, pasti tercantum di CV. Misalnya mampu mengoperasikan komptuer, berbahasa asing dan lain sebagainya.

Tapi bila membicarakan softskill, itu tidak bisa dituangkan ke dalam tulisan. HRD akan menilainya dari wawancara.

Pihak pewawancara, akan menilainya berdasarkan cara Anda berbicara, bertindak selama interview, hingga cara berpakaian. Semua itu bisa menjadi nilai tambah supaya Anda dapat diterima.

Softskill sendiri dibutuhkan, untuk menunjang performa baik dalam sebuah pekerjaan. Nantinya, akan sangat dibutuhkan saat berinteraksi dengan lingkungan, hingga mudah beradaptasi.

Jika disimpulkan, kemampuan ini sebagai pelengkap dari hard skill yang telah Anda sadari dan dipelajari sebelumnya. Meski soft skill tidak dapat diukur, tapi akan membuat Anda dapat diterima di lingkungan sekitar.

Softskill Adalah Hal Penting, Mengapa Diperlukan?

Industri saat ini telah memasuki masa 4.O, membuat kinerja bisnis lebih modern dan berbeda dari masa lampau. Semua menggunakan teknologi untuk menjalankan usahanya.

Maka, ketika Anda ingin diterima sebagai salah satu bagian perusahaan besar, softskill adalah hal penting untuk dimiliki. Jika hanya mengandalkan hard skill saja, apakah cukup mengikuti perkembangan bisnis 4.0 saat ini?

Jawabannya adalah tidak. Sejak beberapa tahun ke belakangan, tenaga manusia sudah mulai digantikan dengan tenaga mesin.

Jika tidak ada sesuatu yang menarik dalam diri Anda selain hard skill, maka perusahaan tidak bisa mengharapkan Anda. Alasannya, tenaga sudah dapat memanfaatkan kecerdasan buatan, yaitu robot.

Apalagi, sekarang persaingan mendapatkan pekerjaan sangat tinggi. Mempertimbangkan itu, sudah jelas bahwa softskill adalah element yang cukup penting juga, berikut ini akan kami jelaskan beberapa alasannya!

  1. Hard skill tidak efektif tanpa adanya softskill. Contoh, Anda memiliki pengetahuan luas tentang produk yang dijual, tapi kurang begitu bisa mendekatkan diri dengan konsumen.

Jika menjual tanpa adanya keahlian komunikasi serta ketrampilan interpersonal. Tidak akan mempertahankan klien dan tidak memenangkan transaksi.

  1. Soft skill dikenal lebih menantang untuk dipelajari karena terkait dengan karakter seseorang. Dibutuhkan adanya upaya sadar serta latihan berkelanjutan untuk mengembangkan diri.
  2. Tempat kerja di masa sekarang, lebih bersifat interpersonal. Mereka lebih suka karyawan yang komunikatif, dapat mempresentasikan segalanya dengan ide terbaru, dan mampu berkolaborasi dengan orang lain sebaik mungkin.
  3. Dan terakhir, tempat kerja masa depan, lebih mengandalkan soft skill. Karena hard skill sudah digantikan dengan beberapa mesin canggih atau robot, dengan kecerdasan buatan.

Beberapa Contoh Softskill yang Ada di Kehidupan Sehari-Hari

Jika melihat dari penjelasan di atas, cukup masuk akal bahwa softskill adalah sesuatu yang penting. Anda memiliki keahlian di suatu ilmu pengetahuan, tapi tanpa adanya soft skill berkomunikasi, apa bisa bekerjasama dengan orang lain?

Di perusahaan juga nantinya harus bertemu orang, menjalin kerjasama hingga menarik konsumen untuk memilih produknya. Jika ingin melakukan hal tersebut, ada pendekatan interpersonal.

Seorang produsen, harus bisa mendekatkan dirinya ke konsumen, melalui komunikasi verbal atau non-verbal. Dengan tujuan, calon pelanggan penasaran, menginginkan produk tersebut dan mau membelinya.

Jika softskill adalah hal penting, bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut adalah contohnya :

  1. Komunikasi. Jika menurut The Balance Careesr, memang komunikasi adalah unsur penting dalam setiap pekerjaan. Maka, seseorang harus mengasahnya dengan baik.
  2. Lalu ada problem solving atau mampu memecahkan masalah. Perusahaan akan sangat menyukai karyawan yang mampu memecahkan masalah dengan baik.
  3. Kepemimpinan atau leadership. Meski bukan CEO atau manajer, jiwa kepimpinan Anda harus ada. Pihak perusahaan akan memberi nilai plus tentang kecerdasan Anda dalam mengambil keputusan.
  4. Adaptasi. Jika mampu beradaptasi dengan baik, maka konsistensi, optimisme, komunikasi, fleksibel dan organisasi dapat dipelajari dengan baik dan cepat.
  5. Etika. Memiliki etika selama bekerja, akan menambah poin dari atasan sendir. Bahkan dengan beretika baik, dapat membangun hubungan baik dan positif dengan atasan hingga rekan kerja.
  6. Time management. Di mana orang yang memiliki kemampuan menggunakan waktu secara efektif atau produktif.
  7. Dan terakhir ada conflict resolution. Artinya, memiliki kemampuan untuk menyatukan beberapa pihak yang berkonflik, untuk dapat menyelesaikan masalah dan mencapai kesepakatan.

Tips Meningkatkan Softskill Pada Diri Sendiri

Tentu saja, untuk bisa memiliki keahlian tersebut, perlu ditingkatkan dengan sebaik mungkin. Softskill tidak diperoleh dari lahir, tapi terus dipelajari agar memahaminya dengan baik.

Meski softskill adalah hal yang tidak bisa diukur atau dilihat, tapi sangat perlu dipersiapkan sejak masih di bangku sekolah atau kuliah. Dengan begitu, ketika menghadapi dunia kerja, dapat beradaptasi.

Memang, ada baiknya ketika Anda sudah memiliki tujuan dalam berkarier, tinggal pilih jenis softskill apa yang dibutuhkan dalam bidang tersebut. Tapi, jika belum tahu tujuan karier, jangan malas mempelajarinya.

BACA JUGA: Pentingnya Mindset Untuk Sebuah Kesuksesan

Tidak mudah, bukan berarti sangat sulit untuk dilakukan. Anda masih bisa meningkatkan kemampuan tersebut dengan cara berikut :

  1. Tentukan dulu soft skill yang ingin ditingkatkan. Contohnya, ingin tahu bagaimana manajemen waktu, mulailah melakukan semua hal sesuai jadwal dan tepat waktu.
  2. Sebagai gambaran, amati soft skill positif dari orang lain. Bila memang bagus, coba ditiru, dan mulai membiasakan diri.
  3. Kemudian, untuk terus semangat dalam mengembangkan keahlian ini, tetapkan pencapaian. Jika ingin tahu seberapa pencapaian sekaran, tanya rekan kerja saja.
  4. Dan terakhir, temukan tempat pembelajaran yang mudah untuk Anda ikuti. Semisal, bisa dari media buku, podcast, hingga kelas online.

Sebenarnya untuk soft skill bisa dimasukkan ke dalam CV lamaran kerja, asalkan dengan kata-kata yang pas dan cocok. Memang, softskill adalah sesuatu yang tidak bisa diukur, tapi ketika sudah dalam dunia kerja akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!