Home » Retur Penjualan Adalah: Pengertian dan Bagimana Cara Mencatatnya

Retur Penjualan Adalah: Pengertian dan Bagimana Cara Mencatatnya

Retur penjualan adalah bentuk pengembalian barang yang sudah dibeli, di mana tindakan tersebut akan memengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan. Itu pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap laba kotor.

Ketika konsumen mengembalikan barang ke toko karena tidak berfungsi atau tidak sesuai dengan pesanannya, itu disebut sebagai retur penjualan. Bisa terjadi karena pelanggan mengembalikan barang cacat, salah jumlah, atau karena alasan lain.

Jika pelanggan mengembalikan barang dagangan, penjual harus mencatat pengembalian dalam catatan akuntansinya. Setiap kali suatu produk dikembalikan, dan konsumen mendapat penggantian, ini disebut retur dan potongan penjualan.

Ketika perusahaan memiliki retur, mereka dalam menghitung penjualan bersih juga harus memasukkan pengurangan retur ini. Maka bisa dibilang bahwa retur adalah pengurangan laba terlebih jika terjadi sering.

Retur Penjualan Adalah Penyesuaian yang Penting dalam Bisnis

Retur dilakukan jika produk cacat atau tidak dapat digunakan, sehingga itu akan dikembalikan oleh pelanggan kepada penjual. Perusahaan biasanya memiliki kebijakan pengembalian yang berbeda-beda.

Mulai dari pelanggan yang perlu menunjukkan bukti pembelian. Harus mengembalikan produk dalam kemasan aslinya atau mengajukan klaim pengembalian dalam jangka waktu tertentu.

Pengembalian penjualan terjadi ketika pelanggan mengembalikan produk yang cacat, rusak, atau tidak diinginkan kepada penjual. Dalam akuntansi, retur penjualan menunjukkan pengembalian uang untuk barang yang dikembalikan.

Jika pelanggan ingin mengembalikan barang yang rusak setelah mereka membayarnya, maka umumnya diperlukan pengembalian dana (refund). Bisnis memiliki kebijakan pengembalian dan pengembalian uang untuk menentukan kapan pelanggan dapat mendapatkannya.

Pengaruh Retur Penjualan Terhadap Margin Kotor

Retur penjualan adalah kondisi di mana bisnis mengembalikan uang pelanggan untuk produk yang dikembalikan. Pengaruh pengembalian penjualan pada margin kotor tergantung pada jumlah pengembalian dan biaya awal produksi barang yang dikembalikan.

Margin kotor perusahaan /bisnis dapat meningkat, menurun, atau tetap tidak berubah meskipun ada kejadian retur penjualan. Namun yang pasti setiap bisnis harus mencatat setiap retur penjualan.

Saat Anda menerima pengembalian dari pelanggan, perlu mencatat pengembalian dana di akun retur dan tunjangan penjualan. Perlu juga mengurangi biaya awal item dari akun harga pokok penjualan, meskipun jumlah setiap pengembalian dana dan biaya mungkin berbeda.

Pengembalian penjualan pada akhirnya akan mengurangi penjualan bersih, penjualan akan dikurangi retur dan potongan penjualan yang sudah terjadi. Tunjangan bukan retur, melainkan pengembalian dana sebagian kepada pelanggan tanpa barang dikembalikan.

Retur turut memengaruhi laba Kotor dan margin kotor suatu bisnis. Laba kotor merupakan pendapatan yang Anda peroleh setelah membayar harga pokok penjualan tetapi sebelum membayar biaya lainnya.

Laba kotor ini sama dengan penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Sementara margin kotor dinyatakan sebagai persentase dan sama dengan laba kotor dibagi dengan penjualan bersih dalam bisnis.

Retur penjualan adalah kondisi di mana gross margin bisa mengalami kenaikan. Namun pengembalian penjualan ini juga dapat menurunkan margin kotor Anda atau malah membiarkannya tidak berubah.

Secara umum, adanya kenaikan margin kotor terbilang baik untuk bisnis. Karena itu berarti Anda memiliki persentase penjualan bersih lebih besar setelah membayar harga pokok penjualan.

Namun, persentase margin kotor yang lebih tinggi sebagai akibat dari pengembalian penjualan umumnya buruk bagi bisnis. Karena jumlah uang dari laba kotor akan berkurang, sehingga penting untuk memantau retur penjualan dengan cermat.

Ketika bisnis mengalami retur penjualan yang terlalu banyak, itu menandakan ada masalah cukup serius dalam bisnis Anda. Bisa diartikan bahwa pelanggan merasa tidak puas atau memang permasalah dengan produk sehingga kurang diterima.

Mengetahui Pencatatan untuk Retur Penjualan

Banyak bisnis menggunakan akun retur dan tunjangan penjualan. Ini merupakan pengurang dari pendapatan penjualan untuk mencatat retur dan tunjangan pelanggan yang telah diberikan kepada pelanggan.

Pencatatan lain retur penjualan adalah dengan mengurangi pengembalian langsung dari akun pendapatan penjualan. Yang pasti mencatat pengeluaran ini penting, dan memiliki akun terpisah adalah opsi bagus untuk bisnis.

Ini memungkinkan bisnis melacak jumlah barang dagangan yang dikembalikan oleh konsumen. Bisa juga untuk mengidentifikasi apakah ada tren dalam produk tertentu, di mana itu bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut jika perlu.

Menggunakan akun retur dan tunjangan penjualan akan memungkinkan retur pelangan lebih mudah diidentifikasi. Apakah itu masalah dengan produk tertentu dan lebih penting bahwa itu dapat diatasi sesegera mungkin.

Ketika pelanggan mengembalikan barang dagangan, penjual harus mencatat penerimaan barang dan memasukkannya kembali ke dalam persediaan jika masih dapat dijual. Cara tersebut dapat mengurangi kerugian karena dapat kembali dijual ke pelanggan lain.

Klasifikasi dan Penyajian Retur Penjualan

Opsi retur penjualan adalah penyesuaian terhadap penjualan yang timbul dari retur aktual oleh pelanggan atas barang dagangan sebelumnya sudah dibayarkan. Biasanya ini akan dicatat di bawah akun Retur dan Potongan Penjualan.

Akun ini disajikan dalam laporan laba rugi sebagai faktor pengurang dari penjualan suatu produk atau penjualan kotor. Proses ini melibatkan pengembalian fisik barang dagangan yang sebenarnya dengan pengembalian uang atau kredit sesuai ke rekening pelanggan.

Sementara tunjangan penjualan, di sisi lain, terjadi ketika pelanggan setuju untuk menerima barang dengan pengurangan harga jual aslinya. Keduanya merupakan penyesuaian terhadap penjualan dan dicatat di bawah akun pengembalian dan potongan penjualan.

Retur penjualan akan dicatat pada harga barang yang sebelumnya dijual. Itu dicatat sebesar jumlah barang terjual sebelumnya, dengan mendebit retur dan potongan penjualan, di mana akan digunakan sebagai pengurang dari penjualan dalam laporan keuangan.

Mencatat retur penjualan juga melibatkan pengembalian pendapatan dari penjualan awal, dan harga pokok penjualan produk. Itu dilakukan dengan mendebit langsung dari akun retur dan tunjangan penjualan, atau mendebit dari penjualan secara langsung.

Pelanggan memang berhak mengembalikan produk yang sudah dibeli dari perusahaan ketika mereka tidak puas, dengan batasan jangka waktu tertentu setelah penjualan tentunya. Retur penjualan adalah bentuk penyesuaian dan penyelesaian kondisi ini.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!