Home » Profit Adalah: Pengertian dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Profit Adalah: Pengertian dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Secara umum profit adalah hal yang menjadi tujuan utama baik dalam bisnis maupun kehidupan. Banyak orang beranggapan bahwa keuntungan cukup sulit dicapai apabila tidak menerapkan pandangan pragmatis.

Namun tahukah Anda bahwa profit sebenarnya tidak terlalu sulit dikejar ketika sudah memahami komponen di dalamnya. Oleh karena itu kami akan membedah secara total mengenai hal ini.

Menurut definisi akuntansi, profit merupakan sebuah manfaat finansial yang diperoleh setelah pendapatan aktivitas bisnis tersebut dikurangi oleh pengeluaran lain. Jadi bisa dikatakan sebagai laba atau pendapatan usaha.

Keuntungan sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu bersih dan kotor. Keuntungan kotor sering kita sebut dengan omzet karena masih belum dikurangi oleh kewajiban bisnis lainnya.

Kemudian keuntungan bersih adalah laba yang bebas masuk kantong atau menjadi modal usaha. Laba bersih ini sudah dikurangi oleh kewajiban bisnis seperti PPH dan biaya operasional korporasi.

Tentu saja ada cara agar keuntungan dalam sebuah usaha dapat dimaksimalkan. Sehingga nanti pelaku bisnis mampu mendapatkan keuntungan baik untuk sustainability maupun ekspansi.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan ketika sebuah korporasi mendapatkan keuntungan secara konsisten. Ini dapat menjadi salah satu sarana agar sebuah usaha dapat terus berkembang secara signifikan.

Apabila sebuah usaha terlalu lama mendapatkan kerugian maka semakin besar potensinya untuk gulung tikar. Oleh karena itu kami juga akan membahas masalah optimasi profit usaha secara singkat.

Cara Menghitung Paling Mudah Profit Adalah

Sebelumnya sudah sedikit disinggung mengenai omzet dan laba sekarang waktunya kita mengetahui cara menghitungnya secara akurat. Berikut ini adalah cara perhitungan keduanya agar mudah diterapkan.

Menurut definisi akuntansi omzet adalah besarnya penjualan berdasarkan banyaknya barang produksi. Karena masih belum dipotong dengan kewajiban bisnis maka omzet termasuk laba kotor.

Secara matematis perhitungan omzet adalah sebagai berikut jumlah produksi barang x harga jual. Dengan kalkulasi tersebut maka Anda mendapatkan estimasi laba kotor secara mudah.

Omzet dan profit adalah dua hal berbeda dan perlu dipisahkan dalam sebuah pembukuan akuntansi. Tujuannya agar berapa modal total usaha dapat diketahui secara pasti.

  • Laba bersih

Merupakan pendapatan total yang sudah dikurangi oleh semua kewajiban usaha terkait. Nanti keuntungannya dapat didistribusikan untuk dan pada berbagai sektor bisnis.

Bisa dijadikan modal tambahan maupun dapat di sebar pada sektor pengembangan usaha. Banyak orang mengambilnya sebagai aset bisnis dan menjadikannya hak kekayaan legal.

Secara matematis laba bersih dapat dihitung dengan omzet – (HPP + biaya operasional + pajak belum dibayar + bunga belum dibayar). Jadi keseluruhan laba bersih sudah tidak perlu dipotong kewajiban usaha.

Tentu saja keuntungan bersih tersebut menjadi penilaian terkait progres dari sebuah bisnis. Semakin tinggi persentase peningkatan laba bersih maka prospek kedepan perusahaan juga membaik.

Dengan memahami dua konsep tersebut Anda tentu saja bisa lebih teliti dalam pembukuan keuangan. Karena keduanya memang perlu diperlakukan secara berbeda agar dapat menjadi fundamental saat pelaporan keuangan.

Manajemen Profit Adalah Hal Penting untuk Dilakukan

Banyak orang menganggap bahwa ketika sudah memperoleh keuntungan bersih maka bisa digunakan sebagai kekayaan pribadi. Mindset seperti ini mayoritas datang dari para pemilik usaha kecil menengah.

Tentu saja mindset tersebut kurang tepat karena ternyata keuntungan bersih juga perlu disisihkan untuk kebutuhan usaha. Jika Anda mengambil seluruh keuntungannya nanti akan sulit ketika ingin melakukan pengembangan.

Oleh karena itu ada diversifikasi aset yang perlu dilakukan oleh para pengelola bisnis. Diversifikasi tersebut dilakukan dengan modal hasil penjualan bersih dari kegiatan usaha terkait.

Ini nanti bisa ditaruh pada beberapa sektor penting seperti investasi jangka panjang. Pengelola juga perlu memahami bahwa perlu adanya perlakuan tersendiri pada masing-masing asetnya.

Misalnya jika profit adalah satu-satunya keuntungan dari sebuah usaha maka jumlah totalnya perlu dibagi lagi. Sehingga korporasi tersebut memiliki aset likuiditas lain sebagai cadangan dana.

Apabila proses penjualan tidak berjalan sesuai rencana atau perusahaan hendak menghentikan kegiatannya maka aset tadi bisa dicairkan. Dengan begitu pemilik masih bisa memperoleh keuntungan dari korporasinya.

Memang mindset seperti ini masih jarang diterapkan pada usaha kecil menengah. Padahal urgensinya sudah sama dengan korporasi besar agar nanti ketika ada kondisi darurat tetap bisa survive.

Jangan sampai meletakkan kekayaan pada satu bentuk saja karena nanti akan terpengaruh oleh perubahan harga. Sehingga diversifikasi adalah hal penting yang perlu dilakukan sebagai bentuk mitigasi.

Mengapa Profit Adalah Hal Penting Dalam Sebuah Usaha

Profit tidak hanya menjadi cerminan kekayaan sebuah usaha namun banyak aspek yang dapat dilihat darinya. Oleh karena itu keberadaannya memiliki urgensi lebih tinggi dari apa yang Anda perkirakan.

Semakin besar sebuah keuntungan artinya produk baik barang atau jasa yang Anda tawarkan diterima oleh target pasar. Ini dapat menjadi sebuah pertanda bahwa korporasi berada dalam jalur yang benar.

Prospek tersebut tentu saja dapat digunakan untuk memprediksi bagaimana keberlangsungannya di masa depan. Prediksi strategi bisnis untuk meraih keuntungan dapat dilakukan.

Apabila sebuah usaha tidak berhasil mencapai sebuah keuntungan artinya ada hal kurang sesuai dalam pengelolaan. Baik terkait pemilihan produk maupun proses pengelolaan keuangan perusahaan.

Jadi profit adalah hal yang dapat dijadikan tolak ukur lancar atau tidaknya sebuah kegiatan bisnis. Jadi pemilik bisnis dapat memutuskan untuk merubah jalur usaha atau mempertahankannya berdasarkan pendapatan bersih.

Sehingga business plan tergantung pada bagaimana seorang pemilik dalam menjadikan pendapatan sebagai acuannya. Ini penting untuk dilakukan tidak hanya pada korporasi namun juga bisnis kecil menengah.

Oleh karena itu keberadaan pendapatan bersih dalam sebuah usaha tidak hanya menjadi potret keberhasilan saja. Ini adalah ujung tombak penting sebuah bisnis untuk memilih strateginya.

Persentase keuntungan juga dapat dijadikan acuan bagaimana progres sumber daya modal dimanfaatkan. Bagaimana Anda nanti mengambil keputusan untuk memanfaatkan aset usaha tersebut.

Karena ternyata banyak pebisnis pemula yang masih belum memahami bagaimana memaksimalkan potensi aset perusahaan. Ini membuat banyak usaha kecil baru sering berhenti di tengah jalan.

Padahal konsep usaha mereka sudah bagus namun eksekusi dan manajemen asetnya buruk. Oleh karena itu perlakukan keuntungan bisnis sebagai hal krusial dan bukan menjadi pride property saja.

Penyebab Perusahaan bisa Gagal Profit Adalah

Terdapat lima penyebab utama mengapa sebuah usaha baik kecil atau korporasi bisa gagal. Berikut ini adalah penyebab tersebut dan akan kami jelaskan secara rinci agar dapat menghindarinya.

  • Business Plan

Kesalahan penerapan strategi usaha adalah faktor pertama yang menjadi penyebab kegagalan. Biasanya ini terjadi karena pelaku bisnis kurang dalam melakukan riset terkait bidangnya.

Pemahaman mengenai bagaimana target pasar, objektif usah, dan metode pemasaran adalah hal penting. Ketika ketiganya gagal dimaksimalkan maka besar kemungkinan akan merugi.

  • Laporan Keuangan

Bagi pengusaha awam ini adalah hal paling sering dilupakan. Laporan keuangan merupakan salah satu ujung tombak untuk mengetahui apakah sebuah bisnis bisa berjalan atau tidak.

Pembuatannya juga harus teliti dan rapi sehingga mudah dipahami pemilik bisnis sendiri. Jika laporan keuangan saja sudah rancu maka akan sulit dalam melakukan analisis pemeliharaan.

BACA JUGA: Apa Itu Ekuitas dan Komponen Pentingnya

  • Proficiency

Kemampuan seseorang dalam bidang tertentu sering menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya ketika melakukan usaha. Jika Anda tidak mahir dalam bidang ternak misalnya maka panggil ahlinya.

Tidak semua orang bisa mempelajari berbagai ilmu sekaligus, oleh karena itu jangan memaksakan diri. Bekerjasama dengan seorang pakar dengan proficiency tinggi di bidangnya dapat menjadi solusi tepat.

  • Price Control

Terkadang untuk memikat para pelanggan seorang pengusaha sering melakukan banting harga. Ini adalah hal berbahaya dan harus dipikirkan berkali-kali sebelum memastikan melakukannya.

  • Flexibility

Pemilik sebuah bisnis harus fleksibel dan dapat beradaptasi pada kondisi. Seperti sekarang dimana teknologi menjadi ujung tombak, Anda juga harus belajar dan perlu menguasainya.

Ternyata setelah diteliti dari semua pembahasan tadi keuntungan tidak hanya menjadi personal pride saja. Profit adalah hal krusial yang bisa menjadi guidance pada strategi bisnis terkait.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!