Home » Performance Appraisal Adalah: Pengertian, Penilaian Hingga Tahapannya

Performance Appraisal Adalah: Pengertian, Penilaian Hingga Tahapannya

Performance Appraisal adalah evaluasi sistematis terhadap kinerja dan kemampuan karyawan, sehingga bisa merencanakan pengembangan karir lebih lanjut bagi pihak terkait. Performance Appraisal juga biasa disebut dengan penilaian kinerja.

Penilaian tersebut umumnya disusun oleh atasan dari pihak terkait. Sementara prosedur membutuhkan atasan untuk melengkapi formulir penilaian standar yang akan menjadi evaluasi setiap orang yang bersangkutan.

Berdasarkan performa karyawan, penilaian dapat digunakan sebagai patokan untuk kenaikan gaji, promosi dan bonus. Bisa juga sebaliknya dipakai sebagai dasar penurunan jabatan hingga pemutusan hubungan kerja.

Penilaian Kinerja atau Performance Appraisal

Sebagai karyawan Anda pasti sudah familiar dengan istilah Performance Appraisal. Namun apakah Anda sudah tahu secara mendalam mengenai istilah tersebut dan kegunaannya dalam perusahaan.

Proses ini umumnya membuat karyawan merasa gugup, karena penilaian berkaitan dengan masa depan pendapatan dan karir di dalam perusahaan. Bila hasilnya buruk tentu akan membuat khawatir.

Pengertian Performance Appraisal adalah metode untuk mengukur performa seorang karyawan kemudian dievaluasi. Proses ini dilaksanakan secara rutin oleh perusahaan agar terjadi kemajuan di dalam perusahaan terkait.

Evaluasi dapat dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebutuhan perusahaan terkait. Dapat dilangsungkan setiap satu tahun sekali, enam bulan sekali sampai empat bulan sekali, namun secara umum adalah satu tahun sekali.

Evaluasi ini dapat dipakai untuk menyajikan timbal balik atas pekerjaan karyawan. Jadi mereka tidak hanya bekerja tanpa pertanggungjawaban juga tidak hanya sekedar melaksanakan tugas tanpa melakukan pengembangan diri.

Pengembangan diri ini penting dilakukan karena dunia juga terus mengalami perkembangan. Apabila tidak melakukan perbaikan maka akan tertinggal dengan perubahan zaman terutama perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Secara umum, terdapat beberapa tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan ketika menerapkan penilaian kinerja. Pertama adalah memperbaiki produktivitas, hal ini akan berdampak baik pada kemajuan perusahaan.

Kedua, dapat dijadikan dasar pembuatan keputusan atas promosi, perubahan sampai pemberhentian karyawan dari pekerjaan. Dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi ketercapaian dan tugas dari suatu posisi pekerjaan.

Evaluasi juga dipakai untuk menilai karyawan atas tujuan posisi sehingga bisa meningkatkan kemampuan mereka di masa mendatang. Tidak hanya sekedar bekerja berdasarkan kemampuan yang sudah ada.

Berbagai Macam Performance Appraisal Adalah Sebagai Berikut

Penilaian ini terdiri atas beberapa jenis. Setiap perusahaan atau organisasi dapat memilih jenis mana yang paling sesuai untuk diterapkan dalam proses evaluasi karyawan mereka.

  1. Evaluasi Tradisional

Jenis yang paling umum digunakan adalah penilaian tradisional, karena jenis ini sudah ada sejak lama. Dalam jenis ini, atasan akan melakukan diskusi dengan karyawan di sebuah pertemuan untuk membicarakan performa pekerjaan periode sebelumnya.

Pada jenis ini, periode yang dipakai umumnya ialah dua belas bulan. Sementara pembicaraan didasarkan atas pengamatan atasan terhadap kemampuan dan kinerja karyawan sesuai deskripsi pekerjaan.

Setelah diskusi dilaksanakan maka langkah selanjutnya adalah menilai kinerja dan hasil penilaian akan menentukan besaran pertambahan gaji untuk periode selanjutnya. Apabila hasilnya bagus maka kenaikan gaji akan cukup bagus.

  1. Self-appraisal

Jenis selanjutnya dari Performance Appraisal adalah adalah Self-appraisal. Self-appraisal dipakai untuk memunculkan sikap tanggung jawab karyawan dalam melaksanakan penilaian terhadap diri mereka sendiri, tidak melalui atasan seperti pada jenis tradisional.

Self-appraisal dilaksanakan melalui penilaian keberhasilan atau kesalahan dan mendorong upaya pengaturan diri. Metode tersebut biasa dipakai sebagai langkah awal sebelum karyawan membahas evaluasi dengan atasan terkait.

Jenis penilaian ini dapat dipakai sebagai pelengkap metode lainnya. Karena pegawai tidak dapat menilai sepenuhnya mengenai kinerja diri sendiri sehingga masih membutuhkan peran atasan dalam proses evaluasi.

  1. Employee-initiated Review

Dalam jenis penilaian ini, karyawan akan mendapat pemberitahuan bahwa mereka bisa memohon evaluasi dari manajer terkait. Metode tersebut bisa digunakan untuk memunculkan sikap pengaturan diri pada pihak terkait.

  1. Feedback 360 Derajat

Selanjutnya ada feedback 360 derajat yang didasarkan atas timbal balik mengenai performa karyawan yang berdasarkan penilaian atasan, rekan kerja, pelanggan dan karyawan itu sendiri. Metode ini akan turut menghasilkan feedback pada kinerja manajemen.

Tahapan dalam Performance Appraisal

Penilaian membutuhkan tahapan tertentu agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, tahapan ini juga perlu dilaksanakan secara runtut dalam proses evaluasi.

  1. Menetapkan Standar Kinerja

Tahap pertama adalah penetapan standar kinerja. Manajer wajib menentukan prestasi, keterampilan atau output yang akan menjadi bahan evaluasi dalam organisasi atau perusahaan.

Standar tersebut dicantumkan dalam Analisis Jabatan (Job Analysis) dan Deskripsi Jabatan (Job Description). Standar tersebut wajib dituliskan secara jelas, mudah dipahami dan dapat diukur sehingga menghasilkan evaluasi yang adil untuk setiap orang.

  1. Komunikasi Standar Kinerja

Setelah standar kinerja dirancang, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada karyawan. Agar mengetahui apa saja yang akan menjadi bahan evaluasi atas kinerja dalam perusahaan.

  1. Menilai Kinerja

Tahap penilaian yang paling penting adalah mengukur kinerja nyata para karyawan. Pengukuran didasarkan atas informasi dari sumber seperti pengamatan, data statistik, informasi lisan sampai laporan tertulis.

Dalam pelaksanakan pengukuran ini harus obyektif berdasarkan fakta yang ada. Harus profesional dengan tidak mencampurkan urusan atau perasaan pribadi ke dalam pekerjaan.

  1. Perbandingan dengan Standar

Langkah berikutnya adalah kinerja diukur berdasarkan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya. Perbandingan tersebut akan menunjukkan apabila terdapat penyimpangan antara kinerja karyawan dengan standar yang sudah ditetapkan.

  1. Diskusi Hasil

Penilaian akurat kemudian disajikan kepada karyawan bersangkutan. Diskusi pada tahap ini bertujuan untuk membuat karyawan mengetahui potensi dan kekurangannya dalam bekerja sehingga bisa melakukan perbaikan di masa mendatang.

  1. Tindakan Korektif

Langkah terakhir adalah melakukan tindakan korektif atau perbaikan. Apabila terjadi penyimpangan antara kinerja dengan standar maka perlu dikomunikasikan dengan karyawan dan mengambil tindakan perbaikan.

Karyawan perlu melakukan penilaian kinerja selama berada di perusahaan atau organisasi. Banyak metode yang dapat diterapkan, beberapa metode dalam performance Appraisal adalah penilaian tradisional, Self-appraisal dan lain sebagainya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!