Home » MOU Adalah: Pengertian, Fungsi, Isi dan Aspek Penting Lainnya

MOU Adalah: Pengertian, Fungsi, Isi dan Aspek Penting Lainnya

MOU adalah hal yang wajib dipahami bagi para pelaku bisnis. Istilah satu ini merupakan singkatan dari Memorandum of Understanding, Anda pernah mendengar istilah satu ini?

Sederhananya, Memorandum of Understanding ini merupakan metode formal untuk melakukan perjanjian dengan pihak luar. Dalam perancangan MOU seperti ini tentu saja ada banyak aspek harus dipertimbangkan.

Diantaranya adalah posisi dari kedua belah pihak sebagai para pelaku perjanjian dan dasar hukum di dalam perjanjian tersebut. Pada kesempatan kali ini kami telah merangkum beberapa informasi penting terkait Memorandum of Understanding untuk Anda.

Memahaminya dengan baik akan membantu Anda untuk merancang Memorandum of Understanding yang baik dan benar. Di sisi lain kesepakatan bisnis di dalam Memorandum of Understanding tersebut juga akan berjalan dengan lancar.

MOU Adalah Kesepakatan Berlandaskan Moral

Hal pertama yang wajib Anda pahami adalah memahami MOU itu sendiri secara lebih mendalam. Jadi bukan hanya tahu jika MOU merupakan kepanjangan dari Memorandum of Understanding.

Mungkin sebelumnya sudah dibahas sedikit sekali mengenai pengertian dari MOU. Namun disini kita tidak hanya membahas tentang pengertiannya, tapi juga bagaimana penerapannya di dalam proses pembuatan perjanjian itu sendiri.

Jika diartikan secara lebih mendalam, Memorandum of Understanding ini merupakan bentuk perjanjian antara dua pihak berbeda dan diaplikasikan ke dalam sebuah dokumen formal. Namun Memorandum of Understanding sendiri tidak masuk ke dalam kategori dokumen terikat badan hukum tertentu.

Namun dengan keberadaan memorandum ini membuat kedua pihak yang melakukan kerjasama menjadi lebih konsisten terhadap perjanjian. Di sisi lain ini merupakan bukti komitmen dari kedua belah pihak terkait perjanjian tersebut.

Di Indonesia sendiri MOU ini lebih dikenal dengan nota kesepakatan. Keberadaannya dianggap sebagai titik awal dari sebuah perjanjian antara kedua belah pihak.

Tidak Ada Dasar Hukum MOU

Jika dilihat dari landasan hukumnya, tidak ada satupun undang-undang hukum perdata merujuk pada pembuatan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding ini. Jadi pembuatannya memang tidak dilandaskan akan hukum, melainkan komitmen pribadi antara kedua belah pihak.

Dikutip dari situs resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sebenarnya ada banyak sekali jenis surat perjanjian bisa dibuat antara kedua belah pihak. Mungkin MOU adalah salah satunya.

Hal ini dibahas secara khusus dalam pasal 1338 KUH Perdata “Semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi yang membuatnya”. Atau Pasal 1320 ayat 1 “Sebagian salah satu syarat sahnya suatu perjanjian diperlukan adanya “sepakat mereka yang mengikatkan dirinya”

Namun aturan di dalam Memorandum of Understanding itu sendiri dianggap batal apabila tidak sesuai dengan perundang undangan di negara ini. Karena itulah MOU tidak dianggap sebagai dokumen dengan sifat mengikat terhadap dua pihak di dalamnya.

Beberapa Fungsi Utama dari MOU

Meski tidak terikat secara hukum, tetap saja ada beberapa fungsi utama dimiliki oleh Memorandum of Understanding. Justru fungsi inilah yang kemudian membuat para pelaku perjanjian sering membuatnya.

Semua pihak sepakat jika pembuatan MOU di dalam sebuah perjanjian mampu memunculkan nuansa harmonis antara pihak pertama dan pihak kedua. Karena itu penyusunan Memorandum of Understanding selalu dilakukan sebelum ada kontrak formal lainnya.

  1. Menyepakati Tujuan Bersama

Ketika Anda terlibat di dalam sebuah perjanjian, Anda harus memastikan jika semua pihak yang ada di dalamnya memiliki tujuan yang sama. Atau setidaknya mampu berkontribusi terhadap tujuan yang sudah disepakati oleh bersama.

Dengan keberadaan MOU, apa saja keperluan dan ekspektasi dari para peserta perjanjian bisa diraih oleh bersama dalam waktu yang singkat. Sudah banyak orang yang membuktikan hal ini.

  1. Mengurangi Risiko Ketidakpastian

Selain beberapa fungsi di atas, fungsi lain dari MOU adalah mengurangi risiko ketidakpastian. Terlebih lagi ketika perjanjian tersebut baru berjalan dalam waktu singkat atau masih ada di fase awal.

Jadi seluruh risiko ketidakpastian bisa dikurangi. Hal ini bisa mengurangi pecah kongsi antara semua pihak di dalam perjanjian karena mereka semua akan mengacu pada poin-poin pada Memorandum Of Understanding.

  1. Mencatat Perjanjian dalam Negosiasi Awal

Fungsi lain MOU adalah mencatat semua perjanjian dan negosiasi yang sudah disepakati sejak awal. Memorandum of Understanding merupakan metode paling efektif untuk mencatat semua hal yang disetujui atau tidak disetujui.

Dengan kondisi seperti ini, semua pihak yang memiliki kaitan terhadap MOU akan selalu ingat akan setiap perjanjian. Jadi secara otomatis hal ini akan meminimalisir terjadinya perselisihan nantinya.

Perjanjian tanpa landasan MOU seperti ini berpotensi untuk hancur di tengah jalan karena tidak dilandasi oleh kesepakatan bersama antara pihak- di dalam perjanjian itu sendiri. Ini salah satu fungsi Memorandum of Understanding yang tidak bisa disepelekan.

  1. Pembatalan Perjanjian Lebih Mudah

Ketika dokumen kesepakatan satu ini diterapkan di dalam sebuah kesepakatan, perjanjian bisa dengan mudah dibatalkan. Terutama selama perjanjian formal sama sekali tidak dilakukan antara kedua belah pihak, prosesnya jadi jauh lebih sederhana.

Seperti sudah kami jelaskan sebelumnya, Memorandum of Understanding ini mengikat secara moral, bukan secara hukum. Jadi semua kesepakatan di dalamnya bisa dibatalkan dengan mudah melalui diskusi dari semua pihak yang terlibat tanpa perlu melalui proses hukum.

  1. Menjadi Framework Kesepakatan dan Kontrak

Fungsi lain dari MOU adalah sebagai framework dari kesepakatan dan kontrak yang hendak dibuat di masa depan. Secara tidak langsung, MOU menjadi landasan dari pihak yang terlibat dalam perjanjian untuk merasa yakin akan keputusan yang mereka buat.

Kandungan Isi Memorandum of Understanding

Sebagaimana jenis dokumen lainnya, ada kandungan isi pada dokumen MOU ini. Penting bagi Anda untuk memahaminya dengan baik agar bisa menciptakan MOU sesuai standar dan bisa dipahami oleh semua pihak, berikut ini isi MOU tersebut.

  1. Judul

Isi atau unsur pertama MOU adalah judul yang sudah disepakati oleh semua pihak di dalam perjanjian. Judul tersebut harus dibuat dengan penulisan singkat, padat, jelas dan sesuai dengan PUEBI, pada halaman judul sebaiknya disertakan logo perusahaan sebagai penguat.

  1. Pembukaan

Selain judul, unsur Memorandum of Understanding lainnya adalah pembukaan. Di dalam tahap ini dijelaskan berbagai jenis pertimbangan dan poin persetujuan, tanggal dibuatnya MOU, tempat penandatanganan, jabatan dari setiap pihak terlibat dan poin penting lainnya.

  1. Substansi MOU

Unsur lain dari MOU adalah substansinya. Di dalamnya berisikan maksud dan tujuan dari pembuatan MOU tersebut, pelaksanaan aktivitas, ruang lingkup, kurun waktu kesepakatan, serta biaya penyelenggaraan.

BACA JUGA: Apa Itu Partnership Dalam Bisnis dan Prinsip Kerjanya

  1. Penutup

Unsur lainnya adalah penutup. Penutup ini sendiri berisikan kalimat kesimpulan sederhana. Usahakan membuat penutup dengan makna mewakili inti dari pembuatan Memorandum of Understanding ini sendiri.

  1. Tanda Tangan para Pihak

Unsur terakhir yang ada pada MOU yakni tanda tangan dari semua pihak yang terlibat di dalam perjanjian itu sendiri. Tidak hanya tanda tangan, nama pihak yang terlibat juga harus ditulis dengan jelas.

Bagi Anda yang sering terlibat di dalam kegiatan bisnis dan membuat perjanjian, memahami MOU Ini tentu menjadi hal yang sangat penting. Pastikan untuk memahaminya karena MOU adalah gerbang untuk membuka perjanjian yang sukses dan saling menguntungkan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!