Home » Memahami Makna dan Penerapan Margin Adalah Hal Penting, Berikut Penjelasannya

Memahami Makna dan Penerapan Margin Adalah Hal Penting, Berikut Penjelasannya

Ketika diartikan secara singular pengertian margin adalah jaminan (baik jamak maupun tunggal) yang perlu ditempatkan oleh pemegang posisi baik jual maupun beli. Fungsinya sebagai pelindung risiko kredit dari mitra pengembang.

Namun definisi singular tersebut jarang sekali digunakan karena pada dasarnya margin tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya ada profit margin, margin call, margin equity, dan banyak lagi jenis lainnya.

Oleh karena itu cukup sulit ketika dicari definisi secara singular. Melihat dari kacamata investasi maupun akuntansi juga memiliki pendekatan makna secara berbeda pada masing-masing bidang.

Oleh karena itu Anda perlu melihat konteks ketika hendak mengartikan istilah tersebut. Dalam kacamata investasi perannya lebih kepada sebuah penguat dari aspek keuangan tertentu.

Karena penggunaannya bisa cukup bervariasi dan membingungkan kita akan bahas secara tuntas saja.

  • Apabila dilihat dari sudut pandang akuntansi maka margin sendiri adalah persentase keuntungan dan biaya produksi.
  • Jika dilihat dari kacamata investasi maka dapat diartikan sebagai sebuah jaminan ketika melakukan transaksi. Jadi nantinya seorang pembeli aset dapat mengamankan posisi kreditnya.

Tidak hanya dari segi istilah namun ini juga perlu dipahami bagaimana penerapannya secara tepat. Sehingga nanti ketika membuat sebuah laporan keuangan akan mudah dimengerti oleh pembaca.

Perbedaan Omzet, Profit, dan Margin Adalah

Ketiga hal tersebut saling berkaitan baik dalam bidang akuntansi maupun investasi. Oleh karena itu ada baiknya untuk mengetahui perbedaannya karena semakin jauh dibahas akan banyak keterkaitan.

Omzet merupakan total pendapatan kotor artinya belum dikurangi oleh kewajiban usaha. Banyak orang masih salah mengartikannya seperti profit padahal keduanya memiliki perbedaan.

Omzet dapat dijadikan sebagai tolak ukur bagaimana volume penjualan baik produk barang atau jasa. Karena semakin tinggi artinya penerimaan konsumen terhadap produk positif.

  • Margin

Margin adalah banyaknya keuntungan bersih setelah dibagi dengan persentase biaya atau kewajiban usaha. Ini berdasarkan pandangan matematis yang digunakan pada proses pembukuan.

Perannya dapat sebagai penguat sebuah kegiatan ekonomi karena akan memiliki nilai persentase. Oleh karena itu pengusaha sering menjadikannya sebagai acuan dasar dalam berbagai perhitungan.

Ini adalah laba bersih setelah dikurangi oleh berbagai kewajiban usaha mulai dari beban produksi, pajak, hingga aspek minim lainnya. Oleh karena itu bisa diartikan juga sebagai kekayaan legal usaha.

Pemilik usaha dapat menjadikannya sebagai tolak ukur keberhasilan dan respon pasar. Semakin tinggi jumlah profit maka dapat dikatakan perusahaan tersebut sukses dalam bidangnya.

Respon pasar juga meningkat seiring dengan bertambahnya profit. Jadi pemilik bisnis dapat memutuskan strategi apa yang akan mereka terapkan untuk mempertahankan atau meningkatkannya.

Dengan mengetahui perbedaan tersebut maka Anda nanti tidak akan salah dalam mengartikan sebuah statement. Karena memang tiga hal tersebut sering berkaitan dalam bidang bisnis.

Cara Paling Mudah Menghitung Margin Adalah

Secara matematis perhitungannya cukup mudah yaitu profit/biaya x 100 persen. Jadi memang sederhana dalam menghitung besarnya jaminan yang perlu dipegang oleh seorang pemilik aset.

Namun tidak hanya berhenti pada perhitungan matematis saja karena bisa digunakan untuk menghitung potensi usaha. Jadi dengan kalkulasi sederhana itu ternyata bisa dimanfaatkan juga untuk memprediksi langkah selanjutnya.

Semakin besar persentase artinya bisnis tersebut mendapatkan keuntungan lebih besar. Jadi nanti dapat dijadikan acuan apakah penerimaan dari target pasar sesuai ekspektasi atau tidak.

Karena ketika seorang pemilik bisnis hanya mengacu pada profit saja nanti akan sulit dibedakan bagaimana respon penerimaan pasar. Disini peran margin adalah sebagai penyeimbang statement tersebut.

Jadi unsur pendapatan dan beban perlu diperhitungkan agar nantinya tidak salah dalam menjalankan strategi. Pertambahan nilai aset atau aktiva harus dijadikan sebuah acuan pertama dalam memantau perkembangan.

Karena nilai aset tersebut nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan jumlah modal usaha. Kemudian beban juga tidak boleh disepelekan dari proses perhitungan keluar masuknya biaya.

Beban perusahaan maupun non perusahaan nantinya mampu mengurangi total modal. Jadi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh bisnis juga perlu dijadikan acuan pada pemilihan strategi bisnis.

Apabila nantinya ternyata biaya jauh lebih besar maka harus dilakukan peningkatan efektivitas sumber daya perusahaan. Penerapannya bisa tergantung pada kebutuhan terkait dari pemegang aset.

Bentuk Kebutuhan Margin Dalam Investasi

Ada empat bentuk kebutuhan yang dapat dilihat dari kacamata investasi. Berikut ini akan kami jelaskan secara lengkap agar Anda lebih mudah dalam memahami dan mengerti penerapannya.

  • Margin Pelunasan Kini

Current liquidating margin merupakan posisi sebuah sekuritas apabila diuangkan pada momen sekarang. Jadi ini dapat menjadi acuan apakah proses likuidasi bisa meningkatkan keuntungan atau tidak.

Sehingga posisi jual beli sebuah aset tergantung pada posisi karena mempengaruhi keuntungan. Ketika CLM berada dalam posisi short artinya bagus untuk melakukan transaksi beli.

  • Margin Variasi

Sering juga disebut sebagai maintenance margin adalah hal lain yang tidak dijadikan sebuah jaminan. Namun dimasukkan dalam perhitungan biaya masuk dan keluar sebuah pembukuan.

Mengapa hal tersebut terjadi, seperti namanya variasi jadi tidak dapat dijadikan sebagai pokok jaminan. Oleh karena itu keberadaannya hanya sebagai acuan sementara saja.

  • Margin Premium

Ini digunakan untuk perdagangan opsi dimana perannya menjadi jaminan penuh terhadap sebuah transaksi opsi. Jadi yang memilikinya adalah pihak penjual opsi sendiri.

Mengapa ini terjadi karena digunakan untuk melakukan pembelian kembali atas opsi yang dijual oleh klien. Sehingga aset tetap bisa kembali pada pihak penjual dan terus melakukan sirkulasi.

  • Penambahan Margin

Ini adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk melindungi posisi dari kerugian potensial pada hari berikutnya. Sehingga sering juga disebut dengan istilah temporary asset.

Kegiatan tersebut dilakukan agar seorang penjual komoditi mampu menghadapi kerugian karena sudah memiliki persiapan. Namun penerapannya juga tidak bisa terus dilakukan.

Keempat bentuk tersebut perlu dipahami karena dalam kacamata bisnis tetap penting. Misalnya ketika Anda hendak melakukan diversifikasi aset agar modal tetap dalam keadaan stabil.

Menghitung Keuntungan Usaha Berdasarkan Margin

Proses perhitungan pendapatan sebuah usaha tentu dapat dilakukan berdasarkan persentase biaya dan profitnya. Ada beberapa langkah sederhana agar proses pembukuannya nanti jelas.

  1. Mengidentifikasi biaya produksi
  2. Menyusun laporan laba rugi
  3. Menghitung biaya HPP
  4. Identifikasi saldo awal dan akhir
  5. Menghitung penjualan bersih

Ketika kelima langkah tersebut diterapkan maka seorang pemilik bisnis dapat dengan mudah mengidentifikasi bagaimana pergerakannya profitnya. Apakah penerimaan target pasar sesuai ekspektasi atau tidak.

Identifikasi terhadap biaya produksi dapat menjadi salah satu acuan berapa banyaknya pengeluaran jangka panjang. Sehingga dapat diprediksi sendiri berapa lama break even point akan terjadi.

Apabila seorang pemilik usaha mampu menghitung ekspektasi sumber dayanya dengan pengeluaran tentu lebih mudah mengatur strategi. Karena tanpa rincian tersebut nantinya akan rapuh ketika ada fluktuasi pasar.

Biaya produksi tersebut nantinya juga digunakan untuk menentukan berapa harga pokok produksi bisnis. Sehingga pemilik bisa mengetahui price expectation dari produk agar tidak mengalami kerugian.

Meskipun semuanya sudah diatur sedemikian rupa namun kerugian pada sektor tertentu pasti terjadi. Hal tersebut tidak bisa dihindari namun ketika hanya beberapa sektor saja tentu tidak memberikan dampak masif.

Oleh karena itu pengidentifikasian aset perusahaan baik modal maupun hasil penjualan perlu dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghadapi fluktuasi dan kerugian.

Apabila semuanya sudah dihitung maka prediksi akan lebih mudah dilakukan. Nantinya pemilihan strategi marketing juga lebih akurat karena proyeksi bisnis sejalan dengan detail pembukuan keuangan.

Jadi penjualan bersih nanti akan mampu dijadikan kekayaan guna melakukan diversifikasi aset. Sehingga margin adalah salah satu ujung tombak untuk menilai kelayakan berjalannya sebuah bisnis.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!