Home » Liabilitas Adalah: Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Cara Analisisnya

Liabilitas Adalah: Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Cara Analisisnya

Hingga sekarang masih banyak para investor awam tidak tahu bahwa liabilitas adalah hal yang berbeda dengan aset. Jadi memang banyak kesalahan dalam memahami bagaimana potensi sebuah perusahaan.

Liabilitas merupakan beban tanggungan yang harus dibayar oleh sebuah korporasi. Bentuknya tidak hanya dalam wujud finansial namun bisa berbentuk modal lainnya yang masih terkait.

Karena dalam menggerakkan sebuah bisnis bisa saja pinjaman tersebut berupa alat. Sehingga nanti mengembalikannya dapat berupa uang (akuisisi modal) atau dalam bentuk barang lagi.

Sehingga masih tetap disebut sebagai aset karena bertugas untuk menggerakkan roda operasional korporasi. Inilah yang perlu dipahami para calon investor agar tidak terjebak dalam kesalahan.

Ketika melihat besarnya aset sebuah perusahaan pasti akan menggiurkan sebagai tempat berinvestasi. Namun apakah semua asetnya tersebut sehat atau justru hanya sebagai beban tanggungan.

Inilah yang penting dibedakan sehingga nantinya dapat memilih secara tepat tempat berinvestasi. Berbicara masalah liabilitas tentu tidak boleh lepas dari berbagai aspek penting lainnya.

Mulai dari cara membedakannya dengan aset sampai bagaimana karakteristiknya. Karena semua aspek tersebut memang penting untuk dipahami dan dapat menjadi sebuah fundamental dalam pengambilan keputusan.

Oleh karena itu sebagai seorang investor pemula hendaknya Anda mempelajari pembahasan singkat dari kami. Sehingga nantinya ketika hendak menanam modal bisa menentukan pilihan tepat.

Akan sangat berbahaya ketika fundamental seperti ini tidak dipahami oleh investor awam. Karena nantinya learning curve akan semakin curam dan membuat Anda tidak dapat menyesuaikan diri.

Perbedaan Aset dan Liabilitas

Aset merupakan sumber bisnis yang tujuannya adalah mengamankan posisi sehingga korporasi bisa mendapatkan keuntungan. Memang liabilitas bentuknya dapat berupa aset namun memiliki perbedaan.

Sedangkan liabilitas merupakan sumber bisnis (seperti aset) untuk menjalankan roda operasional yang tarifnya perlu dibayar sebelum jatuh tempo. Jadi liabilitas disini adalah kewajiban bagi perusahaan.

Tanggungan seperti ini bisa berasal dari internal maupun eksternal korporasi. Aset menjadi sumber keuangan yang ingin dipertahankan nilainya agar dapat terus bertambah dan mendatangkan profit.

Dari segi posisi memang liabilitas juga aset namun keberadaannya harus segera disingkirkan. Semakin lama berada di perusahaan maka justru akan mengurangi potensi keuntungan secara menyeluruh.

Jadi liabilitas adalah beban tanggungan yang harus segera dilunasi baik sebelum atau saat jatuh tempo. Ini perlu dijadikan catatan penting karena meskipun sama bentuknya aset namun keberadaannya belum tentu diinginkan.

Misalnya pinjaman alat produksi merupakan kewajiban yang harus segera dilunasi oleh perusahaan. Jadi keberadaannya memang menggerakkan roda produktivitas namun lebih baik ketika sudah diakuisisi.

Sebuah korporasi boleh saja mengkonversi tanggungan menjadi sebuah aset internal. Jadi nantinya daya dan kemampuan produksi dapat meningkat dan berubah menjadi keuntungan fisik.

Konsep seperti ini adalah fundamental yang perlu diperhatikan oleh para investor agar tidak salah mengkalkulasi. Memang tanggungan belum tentu dampaknya negatif namun mencerminkan bagaimana kapabilitas sebuah korporasi.

Jenis Liabilitas dan Hal yang Perlu Diketahui

Ada dua jenis tanggungan yang perlu Anda ketahui agar dapat memahaminya dalam laporan keuangan. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat agar lebih mudah dalam memahami konsepnya.

  • Long Term Liability

Ini adalah tanggungan jangka panjang, artinya jumlahnya tidak dapat dilunasi dalam satu siklus keuangan korporasi (satu tahun). Oleh karena itu dapat disebut juga sebagai utang tidak lancar.

Bentuknya dapat bervariasi mulai dari uang, barang, hingga tenaga ahli misalnya. Selama fungsinya tetap digunakan untuk membantu menggerakkan roda operasional korporasi.

Contoh long term liability adalah utang obligasi, kredit noveltasi, utang subduers, utang pemegang saham, dan utang sewa. Itu adalah tanggungan yang membutuhkan proses panjang untuk pelunasannya.

  • Short Term Liability

Dalam jangka pendek liabilitas adalah kewajiban yang berkaitan dengan prosedural dan dapat dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Sehingga keberadaannya akan selalu ada dalam pembukuan.

Tanggungan seperti ini biasanya berkaitan dengan sumber daya, tenaga, dan pemeliharaan. Jadi tidak akan pernah lepas dari tubuh korporasi selama tetap melakukan operasi.

Contoh short term liability misalnya biaya air, telepon, listrik, cicilan kredit mesin, dan pajak penghasilan. Untuk kebutuhan rutin biasanya dilaporkan setiap tiga bulan sekali.

Sehingga misalnya pelaporan terkait kebutuhan pembayaran tagihan air dilakukan tiga bulan sekali. Dalam sebuah pembukuan keuangan akan ada tiga kali laporan selama satu tahun.

Dengan memahami jenis tersebut tentunya Anda dapat melihat bagaimana perputaran operasional dari sebuah korporasi. Lihat apakah LTL lebih banyak dari STL atau tidak sebelum melakukan investasi.

Cara Menganalisis Liabilitas Dalam Perusahaan

Seorang calon investor wajib memiliki kemampuan untuk melakukan analisis terhadap tanggungan korporasi. Tujuannya adalah melihat bagaimana kemampuan finansial dari perusahaan terkait.

Apabila liabilitas lebih besar dari ekuitas maka dapat dipastikan bahwa badan usaha tersebut dibiayai dengan hak milik eksternal. Tentu saja kondisi tersebut tidak ideal dijadikan tempat berinvestasi.

Karena ketika sebuah badan usaha tidak mampu memperbesar persentase self sustaining maka posisinya mudah goyah. Ketika salah satu sumber biaya tadi hilang maka potensi keuntungannya akan berkurang drastis.

Oleh karena itu liabilitas adalah aspek penting dalam pertimbangan sebelum melakukan sebuah investasi. Jika investor dapat menganalisisnya maka pemilihan tempat berinvestasi tentu akan lebih tepat.

Jadi rasio utang terhadap aset maupun ekuitas perlu dilihat untuk menentukan bagaimana kondisi finansialnya. Jika sebuah korporasi memiliki rasio utang lebih besar dari ekuitas artinya terjadi kesalahan manajemen.

Baik dipengaruhi faktor internal maupun eksternal tentu kondisi tersebut membuat kesehatan finansial terganggu. Jadi pertimbangkan kembali untuk menggunakannya sebagai sarana berinvestasi.

Rasio utang terhadap aset justru lebih penting lagi karena ketika persentase utang mencapai 50 persen maka potensi korporasi terkena hipotik lebih besar. Jadi ketika tidak memiliki kemampuan bayar aset akan dijual semuanya.

Setidaknya pastikan bahwa rasio utang terhadap aset semakin rendah. 40 persen adalah batas toleransi atas paling ideal, semakin kecil persentasenya akan menjadi lebih baik dan menunjukkan pertanda baik.

Karakteristik Liabilitas Adalah Pertimbangan Penting

Karakteristik tanggungan juga bervariasi, Anda perlu mengetahuinya sebagai sebuah referensi. Berikut ini adalah beberapa karakteristik liabilitas agar nantinya dapat menentukan kelayakan sebuah korporasi.

  • Memiliki Jatuh Tempo

Sebagai sebuah utang jangka panjang tentu saja ada jatuh tempo yang perlu ditepati oleh korporasi. Apabila sudah tidak memiliki daya untuk melakukan pelunasan maka potensi hipotik semakin tinggi.

Apalagi jika persentase rasio utang terhadap aset melebihi 50 persen potensinya akan semakin tinggi. Sebuah badan usaha bisa gulung tikar seketika saat tidak mampu melunasinya.

  • Harus Diselesaikan dengan Cara Pelunasan

Utang jangka panjang memang dapat dilakukan proses negosiasi ulang terkait pembayaran. Namun mau atau tidak sebuah perusahaan berkewajiban melakukan pelunasan.

Proses negosiasi hanya dapat dilakukan untuk perpanjangan jatuh tempo apabila terjadi kesepakatan. Namun ini akan semakin memperburuk company image dan menjadi pertanda jelek bagi para investor.

BACA JUGA: Pengertian Dividen, Jenis dan Cara Menghitungnya

  • Memerlukan Aset dan Entitas Lain

Ini dijadikan sebagai bentuk jaminan dan harus dicairkan ketika ternyata perusahaan terkait tidak mampu melakukan pelunasan. Jadi proses operasional bisa berhenti ketika aset dan entitas lebih sedikit.

Poin ketiga ini adalah pertimbangan penting karena menunjukkan bagaimana struktur sebuah usaha. Ketika asetnya kuat maka sebuah korporasi tidak dapat dirobohkan oleh utang begitu saja.

Dengan mengetahui tiga karakteristik tersebut Anda sudah bisa menilai dan memprediksi bagaimana profit sebuah badan usaha. Tidak perlu harus meneliti secara mendalam lihat saja kemampuan manajemen asetnya.

Ketika sebuah korporasi tidak mampu mengelola asetnya secara optimal jangan dijadikan tempat berinvestasi. Ingat bahwa liabilitas adalah aspek penting dalam penentuan mampu atau tidaknya perusahaan melakukan pengelolaan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!