Home » Leverage Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Risikonya

Leverage Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Risikonya

Dalam bisnis istilah leverage adalah merujuk pada salah satu aktivitas pendanaan untuk menunjang berbagai kegiatan bisnis. Tujuan utama dari aktivitas ini adalah memaksimalkan keuntungan yang akan diperoleh dari berbagai kegiatan, seperti investasi.

Ada banyak sekali metode agar seseorang mendapatkan tambahan modal, mulai dari menjual aset hingga menggandeng investor baru. Namun terdapat langkah efektif mendapatkan modal tetapi dengan risiko tinggi, yaitu dengan berhutang.

Tidak ada yang salah dengan berhutang, karena ketika telah mempertimbangkannya secara matang mampu meningkatkan keuntungan hingga berkali – kali lipat. Tetapi terkadang belum banyak orang memahami hal ini, sehingga tidak sedikit yang terlilit hutang.

Pengertian dari Leverage Adalah

Ahli ekonomi memiliki perbedaan dalam memandang dan mendefinisikan apa itu leverage. Tetapi juga bersepakat di beberapa hal tertentu, misalnya adanya biaya tetap yang dibebankan kepada perusahaan atas pilihannya menggunakan opsi leverage.

Hal ini dilakukan karena beberapa sebab, seperti dari mengoptimalkan keuntungan. Terkadang untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi dibutuhkan modal tinggi dan cepat cair, menunggu terjualnya aset serta lobi investor memerlukan waktu lama.

Sedangkan keputusan bisnis harus diambil secara cepat, karena apabila ditunda momentumnya akan segera menghilang. Karena beberapa desakan inilah seseorang atau perusahaan memutuskan untuk mengambil hutang ini.

Beberapa sebab lain yang kurang banyak diulas seperti mempertahankan kepemilikan dan kontrol usaha juga merupakan pendorong seseorang mengambil hutang. Karena apabila mendirikan usaha dengan bantuan dana orang lain, secara otomatis orang tersebut menjadi investornya.

Dari fenomena tersebut didapati fakta bahwa leverage adalah alternatif pendanaan untuk meningkatkan keuntungan namun dengan beban tetap yang harus diembannya. Aktivitas ini tidak hanya ditemukan pada bisnis saja, tetapi juga pada sektor investasi.

Cara kerja leverage di Investasi sebagai berikut, seorang investor akan mendapatkan keuntungan dari capital gain, yaitu pertambahan nilai jual aset investasinya. Semakin banyak modal investasinya, maka semakin banyak juga keuntungan yang akan didapatkannya.

Untuk meningkatkan daya beli atau modalnya tentu seorang investor memerlukan lebih banyak dana, salah satunya dari berhutang. Ketika nilai investasinya naik, investor akan mendapatkan keuntungan berlimpah dan dengan mudah mengembalikan kewajiban hutangnya.

Jenis – Jenis Leverage dalam Dunia Bisnis

Secara umum leverage atau hutang memiliki beberapa jenis, bergantung prosedur penggunaannya serta risiko yang dihadapinya. Terdapat tiga jenis, yaitu operating, financial, dan combination leverage. Ketiganya berperan sama yaitu memaksimalkan keuntungan.

1.      Operating Leverage

Sebagaimana pengertian dari leverage adalah pendanaan, begitu juga dengan operating leverage, yaitu membicarakan tentang dana pada proses operasional perusahaan. Selain itu juga dapat bermakna sebagai kecakapan perusahaan dalam menggunakan fixed costnya.

Tujuan diadakannya jenis hutang ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dari perusahaannya, sehingga mampu memenuhi lebih banyak permintaan dari pelanggan dan memperoleh keuntungan lebih banyak lagi.

Untuk bisa menghitung hutang operasional ini memerlukan metode perhitungan khusus, bernama DOL (degree of Operating Leverage). Rumusnya sendiri cukup sederhana yaitu tinggal membagikan EBID dengan persentase perubahan penjualan.

2.      Financial Leverage

Jenis ini berpengaruh besar pada sistem finansial dari perusahaan, contoh paling umum adalah meminta pinjaman dari bank. Dari pinjaman tersebut modal perusahaan akan bertambah sehingga perusahaan bisa mengoptimalkan perannya serta memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Leverage adalah hutang, karena itu akan muncul sebuah tanggungan untuk membayarkan biaya tetapnya. Hal ini sudah menjadi risikonya, tetapi dapat diatasi dengan mudah ketika benefit jauh melampaui beban biaya tetapnya (fixed cost).

3.      Combination Leverage

Semakin besar modalnya, maka semakin besar potensi keuntungannya begitu juga dengan risikonya. Jenis hutang ini terjadi apabila sebuah perusahaan sudah memiliki kedua jenis sebelumnya, yaitu finansial dan operasional.

Bebannya akan sangat besar, belum lagi pertambahan bunga dari pinjamannya. Tetapi apabila hendak melihat ke prospeknya, akan mendatangkan keuntungan berkali – kali lipat.

Risiko Leverage yang Harus Diperhatikan

Namanya hutang maka pasti memiliki risiko tersendiri, baik bagi seorang investor maupun bisnis. Agar tidak tergiur dengan keuntungannya, seorang investor maupun pemilik bisnis harus memahami risikonya terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

1.      Tidak Selalu Linier dengan Keuntungan

Poin dari definisi leverage adalah semakin banyak hutangnya, maka semakin besar juga potensi keuntungannya. Padahal realitasnya tidak demikian, terdapat beban tinggi yang harus dibayarkan, belum lagi bila terdapat bunganya.

Dalam dunia investasi juga demikian, tidak setiap investasi akan menghasilkan keuntungan, fluktuasi yang tidak terduga bisa menyebabkan kerugian besar. Karenanya harus mempertimbangkan secara mendalam apabila ingin mengambil alternatif pendanaan ini.

2.      Beban Psikologisnya Sangat Tinggi

Reflek pertama kali ketika sudah meminjam dana cukup besar adalah memikirkan bagaimana cara mengembalikannya. Beban pikiran ini akan sangat besar dan bisa saja mengganggu pengambilan keputusannya, sehingga fokusnya tidak lagi profit maksimal.

3.      Pengambilan Keputusan Tidak Rasional

Kelemahan memiliki leverage adalah kurang rasional dalam mengambil keputusan. Terkadang pemberi dana bisa meminjamkan lebih banyak dari kebutuhan atau perencanaan perusahaan, akibatnya penggunaannya juga cenderung kurang rasional.

BACA JUGA: Pengertian Aset Tetap dan Cara Mendapatkannya

4.      Sulit Mendapatkan Sumber Dana Lain

Dari sudut pandang seorang investor atau pemberi dana, ketika ingin menginvestasikan hartanya tentu pertimbangan pertama adalah apakah peminjamnya bisa mengembalikan pinjamannya?

Ketika pendana menganalisis perusahaannya dan menemukan bahwa kondisinya sedang terlilit banyak hutang tentu akan timbul keraguan terhadap kemampuan bayarnya. Sehingga meskipun bisa menambah modal, tetapi potensi mendapatkan sumber dana lain juga berkurang.

5.      Potensi Bangkrut Cukup Besar

Kerugian akan terus dialami apabila pemasukan lebih kecil dibandingkan dengan fixed rate atau beban tetap dari pinjamannya. Apabila kondisi tetap bertahan demikian, potensi bangkrut perusahaan cukup besar.

Pendanaan memang menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan sebuah bisnis begitu juga investasi. Namun harus jeli memilih pendanaannya, leverage adalah salah satu alternatif pendanaannya dengan risiko yang cukup besar.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!