Home » Key Performance Indicator atau KPI Adalah? Ini Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

Key Performance Indicator atau KPI Adalah? Ini Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

KPI adalah suatu indikator biasa dipakai dalam mengukur tingkat kemajuan atau performa organisasi atau perusahaan. Hal tersebut didasarkan atas tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KPI atau Key Performance Indikator ini juga biasa disebut dengan IKU dalam Bahasa Indonesia. Yakni indikator kinerja utama yang mana akan membantu membandingkan keuangan dengan performa.

Indikator ini diperlukan karena setiap perusahaan, baik besar atau kecil mempunyai target yang hendak dicapai. Tidak hanya perusahaan, namun juga karyawan perlu bekerja keras untuk meraihnya sehingga bisa diukur mengenai performa tersebut.

Key Performance Indicator atau KPI adalah

KPI dapat diartikan sebagai alat indikator digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas performa dalam meraih tujuan. Performa tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari unit kerja, proyek kerja, separtemen hingga individu.

Indikator ini berguna membantu pihak manajemen dalam memantau perkembangan perusahaan atau unit kerja. Sehingga mengetahui apakah semua kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan tujuan dan harapan.

Setiap perusahaan akan memiliki KPI berbeda-beda didasarkan atas strategi, prioritas dan kriteria performa. Namun secara umum mempunyai tujuan sama yakni mengukur perkembangan terhadap target.

Dalam pelaksanaannya harus disertasi dengan tindak lanjut bukan sekedar melewati peroses pembuatan. Selain itu, dalam proses pembuatan KPI adalah perlu memperhatikan beberapa poin yang dapat disebut SMART.

SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely) merupakan lima poin yang bisa menentukan tujuan. Sehingga peran dari semuanya sangat berguna dalam upaya meningkatkan performa.

  • Specific mengarahkan perusahaan untuk menentukan tujuan secara spesifik sehingga mudah dimengerti oleh anggota lain.
  • Poin Measurable akan mengarahkan untuk bisa mengukur pencapaian dari tujuan yang telah dibuat.
  • Attainable menunjukkan bahwa tujuan wajib mampu dicapai secara baik dan masuk akal. Sehingga bukan hanya sekedar ambisi yang tidak jelas seperti apa cara mencapai dan mengukur keberhasilannya.
  • Kemudian Realistic menunjukkan poin yang memastikan perusahaan untuk membuat tujuan relevan. Sehingga menjadi jelas bagi penilaian akhir mengenai performa yang telah dikerahkan oleh semua karyawan.
  • Terakhir adalah Timely di mana perusahaan wajib menentukan jangka waktu dalam meraih tujuan. Harus diukur mengenai perkiraan jangka waktu diperlukan untuk mencapai apa yang diinginkan secara realistis.

Jenis Indikator Utama dalam KPI adalah

Secara umum, KPI ini terbagi ke dalam dua jenis. Setiap jenis akan mengatur hal berbeda dalam mengukur dan mengevaluasi tingkat ketercapaian target secara realistis.

  1. Key Performance Indicator Finansial

KPI jenis ini berkaitan dengan bidang keuangan, sehingga secara langsung akan mempengaruhi pendapatan dan kemajuan dari suatu perusahaan. Berikut contoh dari jenis finansial ini.

Pertama adalah KPI laba kotor atau gross profit. Yakni merupakan indikator dalam mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan atau laba setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP).

Kedua, ada KPI laba bersih atau net profit. Merupakan indikator dalam mengukur jumlah uang tersisa dari pendapatan perusahan setelah dikurangi HPP dan biaya lain seperti bunga dan pajak.

Selanjutnya dari jenis KPI adalah marjin laba kotor atau gross profit margin. Merupakan indikator untuk menilai presentasi yang dapat dicapai melalui cara membagi laba kotor dengan pendapatan.

Terakhir ada KPI rasio lancar atau current rasio merupakan indikator dipakai untuk mengukur keuangan neraca likuiditas. Melalui cara membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

  1. Key Performance Indicator Non Finansial

Pada jenis ini, indikator digunakan untuk mengukur performa meski tidak terpengaruh dengan keuangan. Pengukuran ini meliputi tingkat perputaran tenaga kerja, matrik kepuasan pelanggan, rasio pelanggan berulang terhadap pelanggan baru dan pangsa pasar.

Dalam Kegiatan Operasional Perusahaan Penerapan KPI adalah

Untuk menerapkan indikator ini diperlukan 4 kriteria yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Yakni pertama adalah adanya kolaborasi antara pihak karyawan, tim, supplier dengan pihak pelanggan.

Kemudian, adanya desentralisasi dari pihak manajemen hingga pihak operasional. Adanya integrasi atau keterkaitan antara laporan, ukuran dan kegiatan, selanjutnya ada hubungan KPI dengan strategi perusahaan.

Agar dapat berjalan dengan lancar, diperlukan proses sistem saling terhubung. Baik itu dari lingkungan internal seperti manajer, investor, karyawan sampai pihak eksternal seperti supplier dan pelanggan.

Tidak hanya memperhatikan proses pelaksanaan namun juga laporan. Laporan wajib dikerjakan secara tepat waktu, efisien dan fokus pada peningkatan dalam hal pengambilan keputusan sehingga didapat hasil jelas mengenai ketercapaian tujuan.

Metode perlu diterapkan dalam KPI adalah SMART seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Dalam poin Spesific, tujuan wajib diciptakan secara jelas dan spesifik sehingga tidak melenceng ke hal lain.

Ketika mampu meraih tujuan atau hasil secara spesifik maka akan lebih mudah dalam mengetahui kapan untuk meraihnya. Poin selanjutnya ialah Measurable di mana tujuan wajib dapat diukur secara kualitas dan kuantitas.

Kemudian terdapat poin Achievable di mana tujuan wajib dapat diraih sebagai salah satu tantangan, sehingga mampu memberi semangat. Apabila dijadikan sebagai beban maka berpotensi membuat semua pihak merasa tertekan.

Selanjutnya adalah poin Realistic di mana tujuan wajib dapat diraih namun realistis dan berorientasi pada hasil. Terakhir adalah Time Sensitive yang mana terdapat rentang waktu dalam pencapaian tujuan.

Tentu untuk meraih suatu hasil dibutuhkan batasan waktu yang dipikirkan secara realistis. Setelah mencapai rentang waktu tersebut dapat dinilai mengenai performa dalam meraih tujuan tersebut.

Bagi Karyawan dan Perusahaan, Manfaat KPI adalah

Sebagai bentuk ilmu manajemen, tentu Key Performance Indicator akan mampu memberikan banyak manfaat baik bagi perusahaan atau karyawan. Simak berbagai manfaatnya di bawah ini.

  1. Manfaat Bagi karyawan

Manfaatnya ialah mampu memberikan referensi sebuah perusahaan untuk meraih tujuan sebab ada pegangan untuk karyawan. Sehingga karyawan mengetahui bagaimana cara meraih tujuan dan mengukur tingkat keberhasilannya.

Pengukuran dapat dilakukan secara mudah bahkan ketika tahap evaluasi. Dalam penerapannya dapat mencegah unsur subjektivitas sehingga penilaian dan pengukuran karyawan lebih objektif.

Dengan adanya kejelasan target, karyawan akan mampu memahami apa yang diharapkan dari manajemen atas dirinya. Sehingga mampu menghadirkan motivasi untuk bekerja optimal sesuai dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan.

Manfaat terakhir ialah hasil kinerja terukur bisa dijadikan acuan untuk memberikan penghargaan atau reward. Penghargaan tersebut diserahkan kepada karyawan yang mempunyai kinerja bagus.

Penghargaan berguna sebagai apresiasi bagi karyawan yang sudah bekerja keras. Kerja keras akan sebanding dengan hasil yang tercapai sehingga memberi peran besar atas performa perusahaan.

BACA JUGA: Fungsi Manajemen Dalam Pengembangan Bisnis dan Perusahaan

  1. Manfaat bagi Perusahaan

Selain memberikan manfaat bagi karyawan, KPI juga menghadirkan manfaat untuk perusahaan. Pertama, mampu memudahkan HRD untuk menciptakan pengukuran dan evaluasi dari kinerja karyawan serta dampaknya bagi perusahaan.

Perusahaan selalu membutuhkan evaluasi untuk memantau kinerja apakah sudah sesuai atau justru melenceng jauh. Terutama untuk membimbing para karyawan baru yang mungkin masih kesulitan menjalankan pekerjaan.

Kemudian, manfaat lainnya ialah mampu menjadi parameter untuk menciptakan sistem reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) secara objektif, efektif dan efisien. Sehingga karyawan dapat memahami dengan benar mengenai ekspektasi perusahaan.

Melalui adanya punishment dan reward maka karyawan akan bekerja dengan lebih semangat agar membantu kemajuan perusahaan. Tanpa kinerja sumber daya manusia, perusahaan tidak akan bisa bergerak ke arah yang lebih baik.

Suatu perusahaan tidak hanya mengandalkan kinerja karyawan untuk meraih target, namun juga mengukur dan mengevaluasi melalui alat. KPI adalah alat untuk membantu dalam hal tersebut.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!