Home » Initial Public Offering (IPO) Adalah: Pengertian, Syarat dan Mekanismenya

Initial Public Offering (IPO) Adalah: Pengertian, Syarat dan Mekanismenya

IPO adalah salah satu istilah populer dan sering ditemukan ketika Anda memasuki dunia pasar modal Indonesia. Kata IPO merujuk kepada perusahaan yang pertama kali terjun di bursa saham Indonesia (BEI).

Tidak sembarang perusahaan dapat melakukan IPO, BEI memberikan berbagai persyaratan dan dapat dikatakan cukup ketat. Hal tersebut dilakukan agar perseroan tersebut memiliki potensi bagus ke depannya.

Perseroan yang sudah melakukan Initial Public Offering disebut sebagai perseroan terbuka di mana kepemilikannya sudah terbagi dengan investor pemilik saham. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan ekspansi atau mengurangi hutang perusahaan.

Sebelum hadirnya IPO, sebuah perusahaan merupakan milik pribadi dan hanya memiliki beberapa pemegang saham. Para pemegang sahamnya juga terdiri dari pendiri, keluarga, serta investor profesional.

Berinvestasi dalam saham tentu akan meningkatkan peluang keuntungan, namun tidak boleh lupa akan risikonya. Maka dari itu apabila Anda tertarik, lebih baik pelajari mekanismenya terlebih dahulu.

IPO Adalah Penawaran Saham Perdana

IPO atau initial public offering merupakan penawaran saham perdana kepada masyarakat luas di mana diselenggarakan oleh sebuah perseroan. Hal tersebut yang membuat perseroan tertutup menjadi terbuka sahamnya.

Perseroan yang akan melakukan IPO akan diumumkan jadwalnya melalui situs web resmi dari Bursa Efek Indonesia. Apabila masyarakat umum ingin membeli sahamnya, perusahaan tersebut akan menjalin kerja sama dengan sekuritas.

Begitu sebuah perusahaan mengajukan IPO statusnya akan berubah secara otomatis menjadi go public. Salah satu alasan perseroan melakukan IPO adalah untuk mengumpulkan mdal dan menyediakan saham untuk dibeli publik.

Initial Public Offering merupakan hal yang penting untuk diketahui investor. Sebab, hal tersebut dapat menjadi lahan bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan yang sangat berlimpah.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati dalam memilih saham untuk dijadikan investasi masa depan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mempelajari informasi terkait kinerja perusahaan terlebih dahulu.

Melalui investasi saham, nilai uang akan bertambah jauh lebih tinggi daripada hasil dari menabung. Nilai tersebut yang menjadi daya tarik utama masyarakat untuk melakukan investasi.

Pengetahuan mendasar yang harus dimiliki pemain saham pemula mengenai IPO adalah penawarannya. Penawaran saham perseroan saat pembelian pertamanya, di mana perusahaan akan meraup modal besar dari investor.

Bermain dan terjun ke dalam dunia saham tentu tidak semudah yang dibayangkan. Anda perlu mempelajari berbagai hal terkait analisa dan melatih kemampuan supaya jeli serta dapat mengambil keputusan tepat.

Syarat Mengajukan IPO Bagi Perusahaan

Saat ini banyak orang yang membangun dan mendirikan sebuah bisnis di berbagai sektor. Di mana sekarang ini menjadi perseroan go publik merupakan bentuk pencapaian yang sangat bagus.

IPO adalah ladang bagi pemilik perseroan dan investor untuk sama-sama meraup keuntungan. Untuk itu, pasar modal memberikan solusi yakni perusahaan dapat menjual sahamnya agar mendapatkan pendanaan.

Perseroan yang ingin mendapakan predikat go publik dapat mendaftarkan sahamnya di papan pengembang. Kemudian para pendiri wajib mengikuti persyaratan yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia.

1.      Memiliki Struktur Jelas

Sebuah perusahaan harus memiliki struktur organisasi jelas dengan anggota yang berkompeten. Hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan BEI untuk mengabulkan perseroan Anda menjadi go public.

Melihat perseoran yang berhasil melantai di bursa saham sebelumnya. Semuanya memiliki struktur organisasi jelas, Anda dapat menemukan dengan mudah siapa CEO, direksi, dan lain sebagainya.

2.      Meraih Laba dan Kurun Waktu Tertentu

Syarat terpenting untuk bergabung menjadi IPO adalah sudah harus memiliki untung minimal sejak dua tahun terakhir. Perseroan yang terus merugi tentu tidak akan berhasil masuk ke pasar modal.

Perolehan laba akan dinilai melalui laporan keuangan untuk beberapa tahun. Untuk itu, perseroan perlu menyiapkan laporan keuangan apabila ingin bergabung dan mengubah status menjadi go publik.

3.      Memiliki Aset Nyata

Sebagai perusahaan IPO tentu memiliki aset atau harta nyata dengan nilai minimal mencapai 100 miliar rupiah. Nilai tersebut merupakan total asset perusahaan yang telah dikurangi dengan kewajiban pajak.

Tentunya bukan perseroan kemarin sore yang mampu mempunyai asset sebanyak itu. Bursa efek Indonesia menilai perseroan akan mampu mengelola modalnya apabila telah mencapai nilai tersebut.

Mekanisme Proses Initial Public Offering

Dalam saham terdapat pasar primer dan sekunder yang ada pada bursa efek. Apabila melakukan pembelian melalui bursa efek maka tandanya Anda berada di pasar sekunder di mana saham telah dicatat.

Terdapat lima hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan sebelum melakukan IPO adalah mendapatkan persetujuan, dan menyiapkan penjamin. Kemudian menyampaikan permohonan, menerbitkan prospectus, melakukan penawaran, dan disetujui.

Pada mekanisme pertama, perseroan harus mendapatkan persetujuan dari stakeholder serta mempersiapkan penjamin emisi untuk membantu perseroan. Penjamin emisi tersebut dapat Anda temukan di perusahaan sekuritas.

Pada tahap kedua, seorang emiten harus menyampaikan permohonan terkait pencatatan saham ke bursa efek Indonesia. Dengan menyampaikan pernyataan pendaftaran, nantinya OJK dan BEI akan melakukan penelaahan atas permohonan tersebut.

Tahap ketiga dari mekanisme proses IPO adalah perseroan menerbitkan prospectus ringkas serta melakukan public expose. Apabila izin publikasi telah dikeluarkan, perusahaan dapat menyampaikan rentang harga perdana yang akan ditawarkan.

Keempat, perseroan membuka masa penawaran umum saham kepada publik. Setelah terbitnya pernyataan pendaftaran perusahaan telah dinyatakan efektif oleh OJK maka harga saham tersebut juga merupakan final.

Tahapan terakhir, Bursa Efek Indonesia akan memberikan persetujuan dan mengumumkan terkait pencatatan serta pemberian kode saham perusahaan. Distribusi saham akan dilakukan kepada seluruh investor melalui elektronik.

Setelah saham berhasil tercatat di bursa efek, investor akan mulai menjual belikannya. Saham tersebut dijual belikan melalui sekuritas atau perseroan efek yang terdaftar menjadi anggota BEI.

Kelebihan dan Kekurangan IPO Adalah

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang didapatkan sebuah perseroan setelah melakukan initial pubilc offering. Sebagian besar perseroan tentu akan mendapatkan sisi positif dari proses tersebut.

Namun para pemilik perusahaan akan tetap menghadapi hambatan terkait dengan IPO tersebut. Berikut di bawah ini adalah kelebihan dan kekurangan yang didapatkan perusahaan dalam melakukan IPO.

1.      Mendapat Dana Segar

Dana segar tentu akan diterima perusahaan karena sama sekali tidak akan dibebankan bunga. Perusahaan jadi mendapatkan modal untuk memaksimalkan performanya tanpa harus memikirkan bahwa hal tersebut adalah hutang.

2.      Aset Perusahaan Meningkat

Modal yang diterima dari IPO adalah hutang namun dapat meningkatkan nilai kekayaan atau kapitalitas perusahaan. Hal tersebut membuat perusahaan memiliki dana yang cukup untuk berekspansi sehingga jauh lebih hebat lagi.

3.      Membangun Citra Perusahaan

Seperti diketahui bahwa tidak semua perusahaan mampu dan bisa melakukan IPO. Maka dari itu, apabila Anda berhasil disetujui maka citra perusahaan akan menjadi semakin baik dan dikenal umum.

4.      Biaya IPO mahal

Sebuah perseroan harus siap mengeluarkan biaya mahal untuk melakukan IPO dan membayar biaya underwriter. Tidak heran apabila hanya perseroan besar saja yang siap untuk melakukannya.

Sebuah momen menguntungkan bagi setiap perusahaan yang tergabung atau investor. Tidak hanya meningkatkan modal, kelebihan ipo adalah dapat meningkatkan citra perusahaan di mata khalayak umum.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!