Home » Pengertian Human Capital, Posisi dan Pembagian Tugas Kerjanya

Pengertian Human Capital, Posisi dan Pembagian Tugas Kerjanya

Pertama kali, sebelum membahas lebih jauh, kami ingin bertanya apakah Anda sudah paham dan mengerti konsep human capital, serta perbedaannya dengan Human Resources? Jika masih belum, Anda harus memahami ini karena untuk perusahaan merupakan hal penting.

Menarik untuk melihat apa saja yang ada di sebuah perusahaan. Ada beragam posisi yang bisa ditempati dan sesuai dengan kapasitas serta kapabilitas orang tersebut, hal ini juga bertujuan agar dalam posisi itu dapat mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan kinerja maksimal.

Kendati demikian, ada sektor-sektor yang mirip, tetapi bagi perusahaan, hal yang sama tersebut tetap penting untuk dimiliki. Nama dan tugasnya mungkin hampir sama, tetapi hasil yang nanti dibawakan kepada manajer atau CEO sebuah bisnis tentu saja akan berbeda.

Yang kami katakan kali ini adalah salah satu posisi yang disingkat dengan HC. Akan tetapi, dengan nama yang mirip dengan Human Resources, membuat kedua posisi ini dianggap memiliki kinerja sama padahal dalam konteks sebenarnya, hampir tidak ada yang sama.

Perbedaan Human Capital dengan Human Resources

Sebelum masuk lebih jauh lagi, akan lebih baik jika Anda mengerti dulu perbedaan antar kedua jabatan yang hampir sama itu. Meski keduanya terdengar sama, terdapat perbedaan diantara keduanya dalam pembagian tugas dan definisi yang lebih runtut lagi.

Singkatnya, Human resource adalah pemegang tugas untuk manajemen sumber daya manusia melalui berbagai program yang sudah disediakan sebelumnya. Ini bertujuan agar bisa memilih dan memfasilitasi karyawan yang baik demi terwujudnya tujuan perusahaan.

Human Resource lebih kepada sumber daya manusia yang mana akan langsung ia kelola sebagai bentuk pendukung tercapainya target perusahaan. Sebaliknya, human capital ini merupakan sebuah konsep kunci di dalam sebuah perusahaan.

Mereka bukan sekedar berfungsi untuk menerima karyawan dan membuat mereka bisa mencapai target perusahaan, tetapi lebih kepada fokus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Ini juga sejalan dengan strategi perusahaan agar berjalan sebagaimana mestinya.

Singkatnya, posisi ini dipegang oleh orang yang memiliki keahlian, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman untuk menjadikan orang lain bisa lebih berkembang lagi. Mereka akan memotivasi dan membantu pekerja langsung untuk bisa mencapai target perusahaan.

Kontribusi seperti ini yang tampaknya sangat dibutuhkan agar para karyawan dapat merasa skill mereka meningkat dan produktivitas yang meninggi juga. Kemampuan ini juga tidak hanya akan dipakai di dalam perusahaan saja, melainkan juga dalam kehidupan nantinya.

Kegiatan Umum Pekerjaan Human Capital

Sebelumnya, kami hanya berikan penjelasan singkat mengenai tugas dari pemegang posisi ini. Namun, ada lagi tugas lain yang biasa dikerjakan oleh orang yang duduk di jabatan ini, dan salah satunya ada yang sangat mirip dengan Human Resource.

Tugas awalnya adalah merekrut karyawan, dan mungkin Anda langsung mengarahkan ini kepada tugas Human Resource. Memang tidak salah jika langsung diarahkan ke sana, tetapi yang harus Anda ketahui adalah, mereka yang memberi tes untuk melihat potensi.

Jadi, jika mereka menganggap akan sulit untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, mereka juga yang menentukan kesepakatan untuk menerima atau menolak. Dengan ini juga, dia yang akan bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang telah dilakukan karyawan itu.

Jadi, mereka akan mengawasi, sekaligus memberi saran agar apa yang tidak tepat bisa segera diperbaiki. Serta agar kerjanya lebih maksimal, akan ada pembagian job desk yang disesuaikan lagi dengan keahlian para karyawan yang dimiliki.

Agar semakin efisien, beban kerja tidak hanya diberikan kepada karyawan, tetapi tugas HC selanjutnya adalah untuk memfasilitasi pekerjanya dengan bantuan teknologi. Sehingga ini juga yang akan menjadi kunci produktifitas dari para pekerjanya.

Posisi dan Pembagian Pekerjaan Human Capital

Tugas yang banyak itu tidak mungkin dikerjakan sendirian oleh seorang saja, sehingga ada pembagian tugas yang disesuaikan lagi menurut posisi yang diduduki. Jadi, apa saja posisi yang biasa ada pada jabatan ini dan apa saja tugas utamanya?

  1. General Management

Yang pertama adalah general management, dan ini bisa dibilang sebagai level tertinggi dari para human capital. Apalagi jika melihat tugas dan kapabilitasnya secara fungsional untuk jalannya aktivitas dalam sebuah perusahaan.

General Management biasanya memiliki tugas mempimpin, mengambil keputusan, mengelola uang. Menjadi ahli operasional dan melakukan interaksi dengan pebisnis lain untuk mengetahui banyak hal, sehingga cukup sulit menjadi seorang GM.

  1. Strategic Capital

Jenis HC kedua adalah strategic capital, dimana ini mengharuskan seseorang memiliki keahlian untuk menyusun strategi yang strategis ketika menghadapi kondisi tertentu. Jadi, posisi ini mengharuskan bisa membuat pekerjanya mudah beradaptasi.

Semua sektor juga menjadi tempat bertugasnya strategic capital. Keuangan hingga operasional menjadi tugas langsung agar para pekerja dalam sebuah perusahaan dapat tahu apa yang harus dibuat saat kondisi sedang tidak bagus.

  1. Industri Sector

Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang industri dan teknis di dalamnya akan menjadi pemegang jabatan human capital industry sector. Industri adalah hal yang luas sehingga jika belum ada pengalaman, perusahaan akan sulit beradaptasi.

Sehingga dengan adanya HC di sektor Industri, para pekerja dapat menyesuaikan dengan etos kerja atasannya dan memahami regulasi yang biasa digunakan industri lain. Jadi, keuntungan akan lebih mudah didapatkan lagi.

  1. Human Relationship Capital

Jika memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik kepada sesama karyawan atau pemilik bisnis lain, maka ini termasuk tugas dan posisi dari human relationship capital. Ini juga cukup penting karena melibatkan komunikasi langsung.

Ketika orang tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan tujuan objektif pekerjaan mereka, ini akan membuat perusahaan lain tidak puas. Namun jika dapat berinteraksi dengan baik, maka hal ini yang sangat dibutuhkan saat ini.

  1. Company Specific

Struktur sebuah perusahaan juga harus dijaga baik-baik. Terlepas dari kesibukan sebuah perusahaan, penting agar bisa menegakkan asas utama perusahaan agar pada saat pekerjaan sekalipun tidak membuat citra buruk.

Dan untuk menegakkan segala regulasi maupun ketentuan yang ada pada perusahaan, maka ini adalah tugas dari company specific. Sehingga ketika ada kesalahan, karyawan akan langsung diberi ketegasan agar dapat beradaptasi dengan perusahaan.

Pentingnya Sebuah Perusahaan Memiliki Human Capital

Melihat ini semua, mungkin masih saja ada orang yang tidak menganggap pekerjaan ini ada manfaat yang sangat besar. Padahal, sebuah perusahaan sangat membutuhkan orang yang ahli di bidang kapitalisasi para karyawan untuk membangun target yang masuk akal.

Perusahaan sangat disarankan untuk melengkapi segala posisi HC jika ingin setiap kali memasang target, pasti selalu melewati target yang dipasang. Karena HC telah berhasil mendukung dan membuat para karyawan yang memadai.

Kemampuan mereka dalam manajemen karyawan yang bergabung adalah hal yang berhasil membuat lingkungan kerja yang nyaman dan produktif bagi perusahaan. Ekonomi perusahaan itu juga akan bangkit seiring hal ini terjadi.

Tetapi di lain sisi, karyawan sebagai pemegang peran penting di dalam perusahaan harus selalu dihargai. Dan biasa kinerja karyawan akan diapresiasi langsung oleh human capital, sehingga mereka tahu juga apakah telah berhasil berkembang atau belum.

Namun, HC sendiri jarang diberikan apresiasi, sehingga para manajer perusahaan sebaiknya menghargai kinerjanya dengan memberikan sedikit apresiasi. Karena bagaimana pun juga, usaha dan bisnis mereka dapat semakin maju berkat karyawan dan juga kinerja HC.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Outsourcing

Anda Bisa Meningkatkan Kemampuan Human Capital Sendiri

Manusia adalah seseorang yang telah memiliki kemampuan dasar untuk berkomunikasi, memberikan keterampilan teknis dan kreativitas, serta mendapat pengalaman. Dan hal ini juga yang menjadi dasar untuk menjadi seorang HC yang hebat.

Anda dapat mengasah kemampuan itu sendiri melalui berbagai metode, mulai saja manajemen diri sendiri dan mengelola studi Anda. Pasti nantinya akan merasakan peningkatan inovasi, kesejahteraan, partisipasi, dan produktivitas.

Sehingga jika semakin di asah untuk berkontribusi terhadap sesuatu, kemampuan untuk menjadi seorang HC juga semakin tinggi. Alhasil Anda dapat memecahkan masalah dengan solusi yang kreatif, masalah yang perlahan hilang, dan hidup yang lebih teratur.

Selain itu, keuangan juga dapat menjadi sektor yang Anda perbaiki dulu. Jika sudah bisa mengelola hidup, uang, dan juga kreatifitas, maka sangat mungkin bagi Anda untuk bisa mengelola segala hal yang lebih luas lagi.

Apakah Anda adalah salah satu orang yang merasa belum mengasah kemampuan dasar hidup selama ini? Jika Anda masih merasa demikian dan ingin menjadi seorang human capital, maka cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengasahnya sejak saat ini.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!