Home » Hukum Permintaan dan Penawaran, Pengertian, Jenis dan Faktornya

Hukum Permintaan dan Penawaran, Pengertian, Jenis dan Faktornya

Baru memulai bisnis, coba pahami hukum permintaan dan penawaran yang ada kaitannya dengan kegiatan perekonomian. Tapi, apa sebenarnya hukum ini, dan apa pengaruhnya dalam kegiatan jual beli?

Ruang lingkup ini, sebenarnya teori yang mengatur tentang interaksi antra penjual dan pembeli dalam kegiatan perekonomian. Selain itu, juga menjelaskan tentang pengaruh ketersediaan produk serta permintaan terhadap harga tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa setiap transaksi dunia perdagangan pasti ada permintaan. Produsen harus menyediakan, apa yang pembeli (konsumen) inginkan.

Untuk lebih jelasnya, kami akan mencoba memberikan informasi terkait hukum tentang permintaan. Karena ini masih dalam cangkupan mikroekonomi, cukup sederhana pembahasannya.

Pengertian Hukum Permintaan dan Penawaran

Jika ingin mempelajari ranah hukum perekonomian seperti ini, tidak puas rasanya bila belum tahu pengertian dari hukum tentang permintaan. Karena dari memahami pengertiannya, Anda bisa menerapkan hal tersebut dalam kegiatan perdagangan nanti.

Hukum dari permintaan atau demand itu sendiri artinya, sejumlah barang yang ingin dibeli untuk memenuhi kebutuhan, sesuai dengan harga dan waktu tertentu. Demand juga dibagi menjadi dua jenis.

  • Pertama, yaitu absolut yang artinya, keinginan memperoleh barang atau jasa, tapi tidak ada kemampuan untuk membelinya.
  • Kedua adalah efektif, ada keinginan pada barang atau jasa, dan bisa membelinya.

Apabila disimpulkan, hukum permintaan ini memiliki hubungan negatif antara harga dan jumlah barang yang diinginkan. Ada bunyinya yang menyatakan mengenai hukum ini.

Bunyinya, Semakin turun harganya, semakin banyak juga jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, semakin mahal atau naik harganya, semakin sedikit jumlah barang diminta.

Berbeda dengan penawaran, ini adalah kebalikan dari permintaan. Hukum penawaran sendiri artinya, jumlah barang yang akan dijual pada harga tertentu.

Jadi, konsep dalam penawaran adalah ketika harga mulai meningkat, maka tingkat penawarannya menjadi meningkat pada suatu barang atau jasa. Jadi, produksi barang/jasa semakin banyak juga.

Tapi, bagaimana bila harganya mulai turun? Pasokannya tidak dikurangi, tapi tidak akan ditambahi lagi.

Jika berdasarkan bunyinya, hukum penawaran berbunyi, ketika harga naik, maka jumlah produksi akan naik juga. Bila harga turun, jumlah barang yang ditawarkan akan turun juga.

Jika dihubungkan keduanya antara hukum permintaan dan penawaran, pastinya akan melancarkan roda perekonomian. Pemerintah juga memastikan agar pelaku usaha mampu meningkatkan penawaran mereka, dan permintaan konsumen juga terus bertambah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Dunia perekonomian terutama pasar, tentunya harus berjalan dengan baik. Hal tersebut terjadi, saat ada barang/jasa ditawarkan, memiliki tingkat permintaan cukup bagus.

Tidak salah jika ingin berbisnis dengan tujuan sukses hukum permintaan serta penawaran harus dikuasai dengan baik. Kegiatan usaha seperti ini juga dipengaruhi beberapa faktor.

Keduanya bila dihubungkan memiliki tujuan untuk mencapai keseimbangan harga pasar. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan harga, keseimbangan harga terjadi, ketika pelaku usaha dapat menjual produk hasil produksinya.

Sementara pembeli, dapat membeli semua produk tersebut sesuai dengan keinginannya, pada waktu tertentu, persediaan barangnya masih tetap ada. Berdasarkan pernyataan di atas, lalu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi adanya permintaan dan penawaran?

  • Harga Barang dan Jasa

Harga barang dan jasa menjadi salah satu faktor penting terjadinya permintaan dan penawaran. Contohnya saja, saat harga penawaran tinggi, pembeli akan berpikir dulu atas keinginannya itu.

Sebaliknya, ketika harga penawaran barang rendang, permintaan akan tinggi. Meski kualitas belum baik, tapi harga masih menjadi daya tarik utama konsumen.

  • Pendapatan

Kemudian ada pendapatan, di mana ketika pendapatan customer naik, maka permintaan juga ikutan naik. Saat pendapatannya sedang ada masalah, kuantitas permintaan justru menurun.

  • Substitusi dan Komplementer

Faktor berikutnya adalah substitusi (pengganti) dan komplementer (pelengkap). Ini biasanya berkaitan dengan selisih harga.

Bila ada selisih harga produk substitusi serta komplementernya terhadap produk tertentu. Jika sudah seperti ini, konsumen akan lebih memilih secara rasional.

  • Selera

Permintaan dan penawaran terjadi, ketika berkaitan dengan selera. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dalam menggunakan suatu produk.

  • Ekspektasi Konsumen

Permintaan dan penawaran akan terjadi, bila mereka menginvestasikan produk tersebut di masa depan terhadap masyarakat. Maksudnya, produk tersebut akan terus memiliki nilai, sesuai harapan masyarakat di masa depan.

  • Jumlah Pembeli di Pasar

Kemudian jumlah pembelinya, dihitung dari kawasan terhadap sasaran produk. Jika jumlah penduduknya banyak, bisa dipastikan permintaannya tinggi.

Jenis Hukum Permintaan Serta Penawaran yang Harus Diketahui

Jika ingin mewujudkan hukum penawaran dan permintaan secara seimbang di pasaran, maka harus dilihat dari berbagai sudut. Ketika permintaan sedang menurun, tidak mungkin menambahkan harga atau biaya dari harga yang telah ditentukan pasar.

Berdasarkan faktor-faktor yang telah dibahas di sub bab sebelumnya, terlihat sekali bahwa pengaruh permintaan serta penawaran ada beragam. Jadi, ketika ingin memproduksi suatu barang atau menawarkan jasa, lihat preferensinya dulu.

Sebagai salah satu pelaku usaha, harus memahami berbagai jenis bentuk permintaan, untuk mengantisipasi jumlah barang yang akan diproduksi. Dengan begitu, Anda juga mampu menentukan harga penawaran di pasar.

Jika melihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi kedua element ekonomi ini. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

  1. Jenis Permintaan

Untuk permintaan sendiri, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Jika berdasarkan permintaan konsumen, maka macamnya ada harga, absolut dan juga otonom.
  • Sementara untuk berdasarkan jumlah permintaan, itu tergantung dari individu dan juga kelompok.
  1. Jenis Penawaran

Sama seperti jenis permintaan, untuk penawaran juga terbagi menjadi dua, yaitu :

Berdasarkan penawaran perorangan, yang meliputi:

  • Jangka pendek, kemampuan membeli yang terbatas.
  • Jangka panjang, ada ketersediaan waktu tertentu.

Berdasarkan penawaran pasar, meliputi beberapa hal berikut:

  • Joints Supply (penawaran bersama)
  • Market supply (penawaran pasar)
  • Dan terakhir, composit supply (penawaran komposit)

BACA JUGA: Apa Itu Konsinyasi, Kelebihan dan Kekurangannya

Elastisitas Keduanya Dalam Pengaruh Kegiatan Ekonomi

Lalu yang terakhir, ketika kita membahas tentang hukum permintaan dan penawaran, jangan lupakan elastisitas keduanya. Untuk permintaan sendiri, memandu hubungan antara harga dan kuantitas yang dibeli.

Ketika suatu barang memiliki permintaan elastis, konsumen akan banyak melakukan perbandingan ketika belanja. Bahkan mereka juga akan membandingkan dengan toko lain saat ada banyak pilihan serupa.

Jika disimpulkan berdasarkan hukum permintaan itu sendiri. Elastisitas ini merupakan ukuran jumlah dari permintaan barang atau jumlah produk yang akan dibeli konsumen.

Perubahannya itu sendiri juga tidak selalu sama. Misalnya, adanya kenaikan harga saja yang kecil akan mempengaruhi jumlah permintaan, yaitu jadi menurun.

Sementara untuk penawaran sendiri, istilah yang digunakan dalam menjelaskan pengaruh pada besar atau kecilnya tingkat kepekaan jumlah barang yang ditawarkan. Elastisitas penawaran itu sendiri dapat dilihat berdasarkan koefisiennya.

Dilihatnya bisa berdasarkan presentase antara perubahan harga barang dan dibandingkan dengan jumlah produk yang ditawarkan. Dalam elastisitas penawaran sendiri, memiliki beberapa jenis, yaitu :

  1. Pasokan inelastis sempurna.
  2. Pasokan yang kurang relatif elastis
  3. Pasokan elastis yang cukup besar
  4. Elastis kesatuan
  5. Dan terakhir elastisitas sempurna.

Jadi, kedua element tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dalam kegiatan ekonomi. Anda harus meneliti dulu keadaan pasar, nanti tentukan strategi bisnis paling tepat dengan menerapkan hukum permintaan dan penawaran.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!