Home » Focus Group Discussion Adalah: Karakteristik, Tujuan dan Tahapan FGD

Focus Group Discussion Adalah: Karakteristik, Tujuan dan Tahapan FGD

Ada banyak sekali cara untuk mendapatkan data atau solusi, focus group discussion adalah salah satunya. Focus Group Discussion atau lebih dikenal sebagai FGD adalah sebuah metode untuk menyamakan asumsi tentang suatu topik dan mencari pemecahannya.

Metode ini dianggap lebih efisien dalam mengembangkan riset, mengumpulkan data, membandingkan data, serta mencari alternatif pemecahan masalah. Karena dengan mengumpulkan orang – orang ahli atau yang terlibat dalam problematika tersebut memiliki sudut pandang berbeda.

Dengan demikian diharapkan mampu memperoleh suatu kesimpulan baru dan kebijakan yang lebih solutif. Namun pada dunia kerja, FGD tidak hanya berfungsi sebagai langkah riset sebuah perusahaan saja, tetapi juga sarana atau metode seleksi calon karyawan.

Karakteristik Focus Discussion Group Adalah

Ada banyak sekali model forum diskusi, seperti seminar, presentasi, dan lain sebagainya, FGD memiliki karakteristik tertentu yang mampu menjadi pembeda dari berbagai jenis forum diskusi tadi. Beberapa karakteristiknya adalah sebagai berikut :

1.      Adanya Fasilitator

Dalam sebuah forum diskusi tentu tidak semua orang akan aktif berpendapat, begitu juga dengan argumennya tidak jarang terjadi penyimpangan topik. Di sini perlu peranan seorang moderator atau fasilitator agar menjamin diskusi bisa berjalan lancar dan baik.

Moderator atau fasilitator harus memiliki kecakapan terhadap topik yang sedang dibahas, keterampilan komunikasi bagus, serta mampu mengelola arah diskusi sehingga bisa fokus pada topik diskusinya. Selain itu pengaturan waktu juga diperlukan agar tidak molor dari perencanaan awal.

2.      Memiliki Kesamaan

Tujuan FGD adalah menemukan kesamaan asumsi atau pemecahan tentang suatu isu, hal ini tentu mengharuskan pesertanya memiliki permasalahan dan bersinggungan dengan isu yang sedang dibahas.

Meskipun sudah memiliki hubungan dengan isu yang sedang dibahas, belum tentu memiliki kesamaan fokus. Karenanya nanti panitia akan membagikan draf diskusi. Harapannya adalah peserta bisa fokus menemukan masalah tersebut sesuai sudut pandangnya masing – masing.

3.      Dilaksanakan Dalam Satu Ruangan

Maksud dari pelaksanaan dalam satu ruangan adalah diskusi dilakukan secara langsung oleh banyak peserta sekaligus. Idealnya bertemu langsung karena bisa menciptakan atmosfer diskusi sehat serta terfokus untuk membahas isu – isu tersebut.

Tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi, kini diskusinya bisa dilangsungkan tanpa harus bertemu langsung. Namun untuk meminimalisir terjadinya gangguan, harus dipastikan setiap peserta berada di ruang kondusif.

4.      Durasi Cukup Lama

Ciri khas focus group discussion adalah durasinya cukup lama, tetapi tidak ada penetapan durasi khusus. Biasanya dilaksanakan sekitar 2 jam lebih, bergantung topik diskusi, banyaknya peserta, serta tujuan dari diskusinya.

Apabila targetnya adalah pemecahan masalah maka bisa dipastikan durasinya akan sangat panjang dibandingkan ketika targetnya hanyalah seleksi atau mengetahui potensi masing – masing calon karyawannya.

5.      Kapasitas Peserta Cukup Besar

Berbeda dengan diskusi biasa, kapasitas peserta dalam FGD cukup besar, mulai dari dihadiri 4 orang hingga 15 orang biasanya. Lebih kecil dari itu cenderung masuk ke diskusi informal, sedangkan lebih besar dari 15 cenderung kurang efektif.

Focus group discussion adalah salah satu langkah mencari pemecahan atau metode seleksi calon karyawan. Pada saat seleksi karyawan, bisa jadi pesertanya lebih kecil, hal ini agar bisa lebih fokus melihat potensi masing – masing kandidatnya.

Cara Menjalankan Focus Group Discussion

Demi mencapai diskusi ideal serta mendapatkan kesimpulan yang solutif, maka harus merencanakan dan menyiapkan FGDnya terlebih dahulu . Terdapat lima tahapan FGD dasar yang harus perusahaan siapkan ketika ingin mengadakannya.

1.      Melakukan Riset

Fokus utama dari FGD adalah mencari solusi atas suatu masalah tertentu, karenanya penentuannya juga harus didasarkan pada riset. Selain riset tentang masalahnya juga harus mempersiapkan obyektif atau tujuan dari pelaksanaannya.

Selanjutnya adalah memilih kandidat untuk mengikuti forum diskusi tersebut, tidak setiap orang bisa dilibatkan pada FGD, mengingat kapasitas, tujuan, serta pemahamannya berbeda – beda. Agar diskusi bisa berjalan cepat, efektif, serta efisien maka pesertanya juga harus tepat.

2.      Mempersiapkan Tim

Focus discussion group adalah diskusi besar dan bersifat formal, maka harus mempersiapkan berbagai tim. Mulai dari bagian perlengkapan, memastikan seluruh fasilitasnya ready, mulai dari gedung, proyektor, dan berbagai alat bantu lainnya.

Notulen dan dokumentasi juga sangat penting, fungsinya mencatat segala hal dalam diskusi tersebut. Dengan demikian akan ada rekaman atau dokumentasi ketika melaksanakan diskusinya.

3.      Menyajikan Data dan Memulai Diskusi

Forum dimulai ketika moderator atau fasilitator mulai menyajikan berbagai pemaparan seputar topik diskusinya. Dimulai dari menyampaikan asumsi – asumsi serta fokus diskusinya, kemudian memaparkan berbagai fenomena terkait topik diskusinya.

4.      Analisis

Perusahaan kemudian melakukan analisis terhadap proses berlangsungnya diskusi, hal ini dilakukan pada saat melakukan focus group discussion untuk seleksi karyawan. Analisis dilakukan melalui berbagai cara, seperti bagaimana kandidat menyampaikan pendapatnya.

Keterampilan dan keaktifan dalam mengikuti forum juga menjadi acuan dalam melakukan penilaian. Penilaiannya mengacu pada data ketika proses diskusinya secara langsung atau memanfaatkan instrumen lain, seperti notulen atau rekaman diskusinya.

5.      Penarikan Kesimpulan

Tahapan terakhir dari focus group discussion adalah penarikan kesimpulan, data – data hasil diskusi dari berbagai peserta menjadi salah satu langkah untuk menarik kesimpulan. Kesepakatan terhadap suatu topik tersebut mencerminkan kesepemahaman terhadap suatu topik.

Melalui hasil diskusi atau kesimpulan tersebut perusahaan bisa menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hasil keputusan pada proses seleksi ditunjukkan dengan menentukan siapa – siapa saja yang lolos seleksi dan tidak lolos.

Banyak cara untuk menemukan bagaimana langkah pemecahan sebuah masalah. Mulai dari membangun tim riset hingga mengadakan diskusi terbuka. Focus group discussion adalah salah satu metode pemecahan masalah tersebut.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!