Home » Pengertian Ekuitas Adalah dan Komponen Krusial Pendukungnya

Pengertian Ekuitas Adalah dan Komponen Krusial Pendukungnya

Secara sederhana ekuitas adalah kekayaan yang dihitung berdasarkan pengurangan dari jumlah aset terhadap kewajiban entitas. Jadi bisa dikatakan bahwa entitas seperti laba bersih dari sebuah korporasi.

Ketika berbicara mengenai definisi ada beberapa aspek yang perlu dilihat karena banyak pakar memiliki pendapat berbeda. Jadi kami disini akan menyajikannya agar Anda memiliki referensi lebih luas.

  • Menurut ikatan akuntansi Indonesia ekuitas merupakan hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Jadi secara garis besar merupakan hak pemilik terhadap sebuah entitas tertentu.
  • Menurut financial accounting standard boards (FSAB) merupakan residu keuntungan dari sebuah korporasi setelah dikurangi semua kewajiban. Jadi bisa dikatakan sebagai kekayaan bersih perusahaan.
  • Para pakar lainnya juga mengeluarkan definisi yang tidak jauh berbeda terkait dengan hal tersebut. Jadi dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa equity bukanlah pengorbanan untuk masa depan perusahaan.

Hal tersebut terjadi karena memiliki keterkaitan dengan aset dan kewajiban sebuah perusahaan. Jadi hasilnya tergantung pada bagaimana keduanya diukur untuk melihat nilai equity.

Bagi Anda para pemula dalam bidang akuntansi lebih baik tetap berpegang pada definisi secara umum atau menurut IAI. Karena semakin jauh Anda mengikuti para pakar maka akan sulit dimengerti bahasanya.

Setelah mengetahui definisi tentu tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Anda perlu memahami juga apa komponen krusial yang terkait di dalamnya agar dapat menerapkan secara optimal.

Komponen Ekuitas Pemegang Saham

Komponen ekuitas pemegang saham terbagi menjadi tiga yaitu modal setoran, laba ditahan, dan komponen lain. Ketiganya akan lebih mudah dipahami apabila dijelaskan secara terperinci sebagai berikut.

  • Modal Setoran

Dalam modal setoran terdapat modal yuridis dan setoran lain. Keduanya tentu memiliki pengaruh pada masing-masing pos sehingga bisa menyebabkan fluktuasi pada nilai aset.

Modal yuridis dipengaruhi oleh penerbitan saham baru, kapitalisasi laba ditahan, dividen saham, konversi obligasi, dan stock subscription. Semua aspek tersebut mempengaruhi pos secara gradual.

Modal setoran lain dipengaruhi oleh premium modal saham, penjualan saham treasuri. Selain itu juga penyerapan defisit, deklarasi dividen likuidasi, restrukturisasi kapital, dan revaluasi aset.

  • Laba Ditahan

Laba ditahan dipengaruhi oleh laporan laba rugi, dividen, rekapitulasi, defisit, perubahan akuntansi. Jadi pengaruhnya dalam ekuitas adalah sebagai jenis laba penjualan barang dan jasa.

Kemudian laba ditahan akan dibagikan sehingga menjadi tambahan aset bagi para pemegang saham korporasi. Jadi nantinya keuntungan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh entitas.

  • Komponen Lain

Terdapat pos lainnya yang juga berpengaruh cukup signifikan. Yaitu keuntungan penahan belum terealisasi, selisih revaluasi, dan hak pemegang saham minoritas lainnya.

Dengan semua komponen tersebut maka keuntungan pada sebuah korporasi dapat dihitung dan didistribusikan. Sehingga nantinya akan tercatat berapa banyak aset bersih didalamnya.

Ketiga komponen tersebut tentu sangat krusial dalam berjalannya sebuah korporasi. Peranannya yang vital membuatnya perlu disajikan dalam sebuah data khusus agar mudah dipelajari.

Tujuan Penyajian Data Ekuitas

Detail informasi terkait penyajian data aset perusahaan sangat penting untuk dikelompokkan. Sehingga nantinya para pengelola aset mampu melakukan analisis terkait pergerakan modal.

Secara umum penyajian data memiliki tujuan untuk menyediakan informasi kepada para pihak berkepentingan dan kepengurusan manajemen. Sehingga sebuah aset dapat dikelola secara optimal.

Tanpa adanya penyajian data tentu saja pengelolaan keuangan akan semakin sulit dilakukan. Nantinya pembuatan laporan keuangan juga akan menjadi lebih rancu dan tidak sesuai fakta lapangan.

Oleh karena itu pelaporan data ekuitas adalah salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam sistem pengelolaan. Apabila sampai ada kesalahan maka dampaknya bisa cukup luas mempengaruhi korporasi.

Penyajian data juga berfungsi untuk melihat seberapa besar perubahan posisi dari sebuah korporasi. Jadi dilihat dari histori perusahaan terkait apakah terjadi peningkatan atau penurunan performa.

Selain itu dengan adanya data terkait maka proses peramalan terkait prospek kedepan juga dapat dilakukan. Jadi ini bisa menjadi fundamental dalam melakukan analisis pengambilan respon bisnis.

Ketika sudah memiliki data cukup maka akan dapat diambil sebuah kesimpulan tepat bagaimana prospek perusahaan kedepannya. Oleh karena itu keberadaannya cukup vital dan perlu dibuat secara teliti.

Ada beberapa aspek juga yang harus dilihat pada saat melakukan pengelompokan data. Harus dilihat klasifikasi apa saja yang masuk di dalamnya agar mampu menjadi fundamental dalam analisis.

Klasifikasi yang Terdapat Dalam Ekuitas

Equity classification menjadi bentuk refleksi terhadap sumber pendapatan dan pengeluaran pada sebuah korporasi. Penyajiannya juga perlu dilakukan secara tepat agar mampu membantu mempermudah pelaporan.

Dari sumbernya dapat diklasifikasikan beberapa komponen yang dapat membentuk stock equity. Berikut ini adalah empat klasifikasi yang dipengaruhi oleh sumber pemasukan dana pada korporasi.

  • Laba Ditahan

Laba ditahan merupakan akumulasi dari perpindahan dana income summary sebuah perusahaan. Jadi jika dana sudah masuk dalam laba ditahan maka secara otomatis menjadi modal perusahaan.

Sederhananya seperti itu namun ada beberapa hal kompleks yang membuat laba ditahan tidak bisa masuk begitu saja sebagai modal. Jadi memang perlu ditunggu atau ditahan terlebih dahulu.

  • Perubahan Laba Ditahan

Jadi ketika sebuah laba yang akan ditahan mengalami perubahan karena faktor apapun maka dapat menjadi memberikan pengaruh pada ekuitas. Sehingga perhitungannya juga perlu dilakukan ulang.

Laba ditahan sebagai faktor ekuitas adalah laba rugi periodik, dan pembagian deviden. Jadi nantinya transaksi akan cukup bergantung pada income summary sebuah korporasi.

  • Modal Yuridis

Ini adalah sebuah aset perusahaan yang didapatkan dari legal capital dan premium ekuitas saham. Jadi jumlah rupiah yang disetor nantinya akan menjadi menjadi ekuitas legal.

Tujuan dari adanya modal yuridis sendiri adalah memberikan informasi pada para investor terkait batas perlindungan investasinya. Ini nanti akan membantu mempermudah pelaporan keuangan.

Meskipun secara akuntabilitas perusahaan harus menganut kesatuan usaha namun modalnya perlu dibedakan. Sehingga disini modal yuridis berperan sebagai pembeda meskipun kurang signifikan.

Jika dilihat dari kacamata equity company modal yuridis memegang peranan paling kecil dibandingkan lainnya. Karena memang hanya menjadi persyaratan legal saja bahwa ada pembentukan dan perputaran modal.

Sehingga apabila terpaksa sebenarnya modal yuridis boleh diabaikan oleh pemilik sebuah korporasi. Nantinya pelaporan keuangan masih dapat dilakukan pada para stakeholder dan investor.

Penyajian Data pada Ekuitas Pemegang Saham

Urutan penyajian ekuitas saham dapat dilakukan berdasarkan dua hal yaitu urutan penyerapan rugi dan urutan perlindungan. Keduanya sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh ketika dilihat dari kacamata akuntansi.

Jadi adanya penyajian data menggambarkan komponen apa yang terlebih dahulu menjadi prioritas oleh perusahaan. Dalam hal ini penyebab rugi adalah prioritas dalam kalkulasi sehingga perlu diperhatikan.

Penggolongan biaya akhirnya terjadi karena perbedaan prioritas dari properti dan mampu menjadi pedoman pengeluaran perusahaan. Memang ini akan lebih condong pada aspek penyerapan ruginya.

Karena ketika ekuitas adalah hal utama yang perlu dijaga dalam sebuah korporasi maka faktor rugi perlu dijadikan fokus. Apabila penyajian data hanya berdasarkan untung saja maka kurang efektif.

Justru dengan mengedepankan sebuah potensi yang dapat membahayakan eksistensi dari kegiatan usaha dapat membantu mempermudah manajemen. Ini ada kaitannya dengan peramalan prospek bisnis.

Ketika hal tersebut saling berkesinambungan maka sebuah korporasi nanti akan mampu bertahan dalam menghadapi perubahan. Ini adalah langkah paling penting sehingga tidak boleh disepelekan.

Proses penyajian data juga dapat mengkomunikasikan bagaimana posisi perusahaan sekarang pada investor. Apabila mereka tidak sadar pada potensi bahaya maka cukup riskan pada perubahan modal usaha.

Jadi disini semua sektor baik pemegang modal dan pelaku usaha perlu menyadari bagaimana prioritas mereka. Tanpa adanya pelaporan tersebut posisi sebuah korporasi akan cukup sulit dianalisis.

BACA JUGA: Fungsi Akuntabilitas Dalam Bisnis

Contoh Ekuitas Dalam Akuntansi

Secara simpel contohnya adalah sebuah modal usaha meskipun kurang tepat karena minimnya unsur ownership. Mengapa kurang tepat karena modal masih memiliki tanggungan usaha.

Jadi lebih baik menganggap equity merupakan kekayaan bersih dari sebuah entity yang sudah lepas dari tanggung jawab usaha. Contoh equity sendiri bisa berupa banyak hal mulai dari aset bergerak hingga tidak bergerak.

Semuanya tergantung pada bagaimana perusahaan tersebut bergerak untuk mendapatkan keuntungan. Bagaimana proses diversifikasi modal agar dapat membuat sebuah perusahaan tetap stay afloat.

Dari sudut pandang pemegang saham sendiri equity merupakan hak kekayaan yang sudah bersih dari tanggung jawab usaha pada sebuah entity. Sehingga dapat dibagi lagi pada semua stakeholder dan owner.

Dengan adanya konsep seperti itu maka kembali lagi pada bagaimana proses melaporkannya. Menyajikan elemen dan informasi agar tanggung jawab legal sebuah korporasi bisa terjadi.

Terdapat berbagai teori yang kembali lagi tergantung pada sudut pandang para penulisnya. Jadi pada dasarnya entity equity tidak memiliki paten tertentu seperti laba, rugi, dan modal sebuah usaha.

Ini bisa berbeda antara satu entitas dan lainnya sehingga ada variasi di setiap sektor usaha. Oleh karena itu memang tidak dapat digeneralisasi sehingga apa saja yang terdapat didalamnya cukup relatif.

Dari semua pembahasan tadi dapat disimpulkan bahwa equity memiliki sifat fleksibel tergantung bagaimana korporasi bergerak. Jadi ekuitas adalah hal yang bisa berbeda antara satu usaha dan lainnya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!