Home » Continuous Improvement Adalah: Pengertian, Manfaat dan Cara Melakukannya

Continuous Improvement Adalah: Pengertian, Manfaat dan Cara Melakukannya

Continuous improvement adalah kegiatan evaluasi pengembangan serta perbaikan progam di mana telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan sebuah solusi untuk suatu masalah yang sedang dialami.

Dipercaya sebagai pemberi solusi terbaik dari setiap masalah Anda. Saat ini sudah banyak perusahaan mengembangkan dan menjalankan perbaikan berkelanjutan ini untuk memperbarui produk, layanan, dan proses dari usahanya.

Kegiatan tersebut juga tidak hanya dilakukan untuk jangka waktu satu tahun saja. Perbaikannya sendiri dilakukan secara berkesinambungan di mana menekankan pada tindakan sederhana yang akan menumbuhkan inovasi baru.

Apabila Anda menggunakan serta menggabungkan beberapa metodelogi yang benar, serta alat tepat tentu akan dapat mendapatkan solusi skala besar secara otomatis. Hal tersebut sama seperti metode Kaizen dan Kanban.

Perbedaan Continual dan Continuous Improvement Adalah

Dua istilah yang hampir mirip pengertian dan makna berbeda namun, sangat sering didengar dan digunakan secara bersilangan.  Namun, istilah tersebut ternyata arti dan maknanya berbeda satu sama lainnya.

Continual, istilah itu merujuk pada proses perbaikan umum, di mana mencakup perbaikan terputus dengan menggunakan banyak pendekatan dan area berbeda. Dapat dikatakan continual menggunakan metode start and stop.

Perbaikan tersebut dilakukan terhadap suatu sistem di mana akan menjadikannya lebih baik lagi. Berfokus pada meningkatkan tingkat keefektifan atau efisiesi untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut.

Continuous merupakan sebuah upaya perbaikan yang lebih fokus dan spesifik, di mana berfokus pada proses, layanan, produk dan hasil. Menggunakan metode go and go dengan teknik Staticial Process Control.

Sedangkan Continuous improvement adalah sebuah rangkaian kegiatan yang berfokus pada pendekatan manajemen project. Sebagai pengusaha, Anda menggunakan metode tersebut untuk mengurangi pemborosan dalam biaya, dan waktu.

Beberapa orang juga menilai bahwa lebih baik memilih continual improvement daripada continuous. Karena pada continuous hanya memperbaiki kesalahan di satu tempat sedangkan continual mencegah terjadinya masalah serupa.

Continuous improvement adalah

Menawarkan empat permodelan yang lebih akrab disebut dengan Siklus Deming atau Shewhart, digunakan sebagai tools untuk menjalankan misi dari continuous. Empat siklus tersebut adalah plan,do, check, and act.

  • Plan merupakan tahap dilakukannya indentifikasi sebuah peluang untuk mendapatkan perubahan serta rencana yang akan dijalankan. Pada plan sendiri, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh Anda adalah mencari celah atau peluang.
  • Do, Anda mengimplementasikan perubahan tersebut dalam sebuah tindakan skala kecil.
  • Kemudian check dan act, Anda melakukan pengecekan ulang dari data yang ada dan diimplementasikan pada tindakan skala besar.

Manfaat dan Pentingnya Melakukan Perbaikan Terus Menerus

Berperan penting bagi sebuah perusahaan, manfaat continuous improvement adalah membantu pengusaha dalam melakukan penghematan biaya. Di mana hal tersebut digunakan untuk mengidentifikasi ketidakefisienan suatu project.

Pentingnya melakukan perbaikan terus menerus juga membuat paradigma process oriented thinking yang terbentuk dalam diri karyawan dan budaya inovasi di perusahaan tersebut. Hal tersebut juga akan meningkatkan etos kerja karyawan.

Kegiatan tersebut juga dapat meminimalisir kesalahan pada sistem kerja, serta meningkatkan target pendapatan dari sebuah organisasi. Di mana semua itu diperoleh karena telah terbentuknya lingkungan dan proses kerja yang baik.

Yang mana hal tersebut memanglah salah satu manfaat dari continuous improvement sendiri berupa mempersingkat alur kerja. Dilakukan dengan alasan mengubah tenggat waktu dan kompleksitas yang sering memberi peluang perbaikan.

Continuous improvement adalah suatu kebutuhan dalam uraian indicator perilaku pelaksana kegiatan tersebut. Di mana orang tersebut akan mencari inovasi baru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kerjanya.

Dapat digunakan juga sebagai penyemangat anggota perusahaan di berbagai tingkatnya.  Hal tersebut dilakukan dengan cara melakukan evaluasi terkait kondisi yang dikombinasikan dengan pendekatan standar menggunakan cara baru.

Selain meningkatkan semangat, perbaikan secara terus menerus tentu akan memunculkan sikap disiplin pada diri sendiri. Disiplin merupakan salah satu cara yang dapat membantu Anda untuk mendapatkan target.

Untuk memunculkan sikap disiplin, Anda dapat mengikuti cara yakni menetapkan standar kualitas tinggi dengan prosedur ketat. Anda sapat memberlakukan sistem sanksi bagi karyawan yang kurang kompeten saat melakukan pekerjaan.

Continuous Improvement Adalah 2

Langkah Melakukan Kegiatan Perbaikan Perusahaan

Keberhasilan suatu perusahaan dalam menanamkan siklus perbaikan berkelanjutan agar terciptanya lingkungan kerja yang baik dan berhasilnya memangkas pengeluaran. Untuk mendapatkan hasil tersebut tentu perlu menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Kami salah satu tantangan terberatnya adalah menghadapi respon orang yang memiliki keyakinan berbeda. Anda harus berusaha meyakinkan dan mendorong orang lain tersebut agar mau memiliki satu tujuan yang sama.

1.      Menetapkan Permasalahan

Untuk memulai menjalankan misi dari continuous improvement adalah menemukan sebuah permasalahan. Sebagai seorang pengusaha, masalah tentu merupakan makanan sehari-hari dan akan terus didapat untuk membuat usaha menjadi lebih baik lagi.

2.      Pengumpulan Data

Setelah menemukan sebuah permasalahan di perusahaan tersebut. Anda tentu memerlukan sebuah data untuk melakukan sebuah analisis berbagai masalah serta untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.

3.      Mencari Akar Permasalahan

Tetapkan solusi permasalahan dari data yang sudah didapatkan dengan metode fishbone diagram. Fishbone dapat membantu mengidentifikasikan suatu masalah dari berbagai sebab potensi terjadinya dengan pendekatan 5Why.

4.      Solusi Alternatif

Menetapkan beberapa solusi awal dalam continuous improvement adalah alternative dari suatu permasalahan dengan memasukkannya ke bentuk matrik. Sehingga Anda dapat dengan mudah melihat solusi mana yang paling tepat untuk digunakan.

BACA JUGA: Manfaat HRIS dan Fitur-fiturnya

5.      Menjalankan Solusi

Menerapkan solusi tersebut dalam skala kecil di mana Anda harus melihat serta mengecek ulang data. Langkah selanjutnya dalam melakukan perbaikan adalah menganalisa data dalam beberapa periode secara berkelanjutan.

6.      Standarisasi

Setelah dirasa permasalahan atau target tersebut telah tercapai. Anda perlu membuat standarisasi terbaru berupa SOP untuk menjaga kualitas dari layanan, produk, proses bahkan karyawan perusahaan.

Menjadikan perusahaan berkembang ke arah lebih baik lagi dengan memperbarui sistem internal dan eksternalnya. Continuous improvement adalah salah satu pendekatan secara sistematis yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!