Home » Biaya Overhead Adalah: Ini Pengertian, Cara Menghitung dan Meminimalisirnya

Biaya Overhead Adalah: Ini Pengertian, Cara Menghitung dan Meminimalisirnya

Biaya overhead adalah salah satu jenis risiko produksi yang wajib Anda perhitungkan. Sebagai pemilik perusahaan, rata-rata munculnya biaya overhead ini telah diperhitungkan dengan matang sebelumnya.

Sehingga, perusahaan tetap dapat memproduksi suatu produk meskipun ada pembengkakan anggaran. Namun, munculnya bea overhead ini juga menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan.

Mereka harus menekan angka kerugian akibat munculnya bea overhead. Alhasil, perusahaan harus memutar otak bagaimana cara menutup biaya tidak terduga tanpa mengurangi keuntungan dari penjualan produk yang telah diproduksi.

Biaya overhead ini harus disesuaikan dengan masa pengolahan produk. Oleh sebab itu, Anda wajib memperhitungkan dengan betul terkait biaya overhead ini.

Sebab, anggaran tersebut tidak termasuk bea pengeluaran tidak terduga. Agar masa produksi berjalan lancar, maka perhitungkan seberapa anggaran tidak terduga dalam satu masa produksi.

Pengertian Singkat Tentang Apa Itu Biaya Overhead

Mungkin beberapa orang belum mengetahui betul tentang apa itu biaya overhead yang selalu wajib diperhitungkan oleh pemilik usaha. Biaya overhead adalah pengeluaran tambahan yang dibebankan kepada pelaku usaha untuk membayar biaya diluar produksi.

Salah satu contoh, Anda sedang memproduksi suatu produk yang terbuat dari bahan kayu jati. Maka, anggaran tidak terduga ini mencakup pembayaran pajak kayu, upah pengiriman kayu ke pabrik, hingga pengeluaran jasa potong kayu jati.

Ketiga jenis anggaran tersebut masuk ke dalam pembiayaan lain-lain, sebab ketiga jenis pembiayaan tersebut tidak dihitung dalam biaya pengolahan produk. Sehingga, Anda harus mengantisipasi adanya anggaran lain-lain agar tidak mengurangi laba dari penjualan produk.

Oleh karena itu, sebagai pemilik usaha tentu Anda harus memperhitungkan munculnya pengeluaran tidak terduga diluar biaya produksi. Jika tidak Anda antisipasi, maka bea produksi akan mengalami pembengkakan.

Hal tersebut menjadi salah satu risiko berbahaya saat menjalankan satu masa produksi. Jadi, Anda wajib tahu cara memperkirakan hingga menghitung besaran pengeluaran tidak terduga tanpa mengurangi keuntungan hasil penjualan produk atau barang.

Daftar Klasifikasi Biaya Overhead Sesuai dengan Jenis Perusahaan

Sebelum menghitung anggaran tidak terduga dalam satu masa produksi, maka Anda harus mengetahui klasifikasi dari pengeluaran lain-lain dalam perusahaan. Pasalnya, biaya overhead adalah pengeluaran yang tidak termasuk dalam pengeluaran produksi.

Sehingga, Anda harus mengetahui klasifikasinya dahulu sebelum belajar bagaimana cara menghitung pengeluaran tersebut. Tercatat, ada 3 jenis klasifikasi dari anggaran tidak terduga dalam satu masa produksi ini.

  1. Overhead Tetap

Jenis pertama yakni overhead tetap. Jadi, jenis klasifikasi dari anggaran ini bersifat tetap dan selalu ada di setiap perusahaan menjalankan proses produksi.

Salah satu jenis bea tidak terduga yang bersifat tetap ini mencakup upah pekerja, dana pembelian bahan baku. Bahkan hingga pengeluaran untuk bea asuransi kesehatan pekerja.

  1. Overhead Tidak Tetap

Jenis kedua yakni overhead tidak tetap, jadi anggaran ini terkadang muncul karena kebutuhan masa produksi saja, sehingga pemilik usaha dapat menghitung anggaran ini maupun tidak. Salah satu jenis biaya overhead adalah upah lembur para karyawan, alat tulis kantor, hingga bea promosi produk secara offline maupun online.

  1. Semi Overhead

Jenis ketiga adalah semi overhead. Jadi, anggaran ini hampir mirip dengan klasifikasi overhead tetap. Hanya saja, nilai pengeluaran dari klasifikasi ini bersifat fluktuatif. Sehingga, Anda harus paham betul terkait pengeluaran yang satu ini.

Ada beberapa contoh bea semi biaya overhead adalah pembayaran tagihan air dan penggunaan listrik, anggaran pembelian nota perusahaan. Bahkan hingga dana penggunaan wifi dan telepon kantor.

Jadi, biaya-biaya tersebut akan muncul dalam satu masa produksi, jadi Anda harus membuat pertimbangan agar dapat menutup pengeluaran tidak terduga. Jika tidak mengantisipasi dengan baik, maka keuntungan produk tidak akan maksimal.

Cara Mudah Menghitung Biaya Overhead dalam Perusahaan

Untuk dapat menghitung pengeluaran tidak terduga dalam perusahaan, maka Anda wajib mengetahui caranya terlebih dahulu. Ada beberapa tahap penghitungan untuk menentukan besaran biaya overhead.

Langkah pertama, pisahkan beberapa jenis pengeluaran tidak terduga yang kemungkinan bisa muncul dalam satu masa produksi. Pasalnya, ada 3 jenis pengeluaran tidak terduga yang bisa saja muncul.

Jadi, Anda harus tahu klasifikasi biaya overhead ini. Langkah kedua, menghitung berapa besar persentase dana tidak terduga. Rata-rata, persentase pengeluaran tidak terduga ini mencapai 10%.

Bahkan hingga 20% dari modal produksi yang dikeluarkan oleh pemilik usaha. Jadi, Anda dapat menghitung sendiri besaran anggaran tidak terduga yang wajib disediakan oleh perusahaan.

Biaya Overhead adalah Risiko saat Produksi? Begini Cara Meminimalisirnya

Mungkin, beberapa pelaku usaha menyatakan bahwa overhead adalah salah satu risiko dalam produksi produk maupun barang. Sebab, anggaran ini muncul secara tiba-tiba dan kerap tidak diperhitungkan oleh pemilik usaha.

Alhasil, seorang pemilik usaha harus tahu bagaimana cara meminimalisir risiko dari munculnya pengeluaran tidak terduga. Maka dari itu, ini dia beberapa cara untuk meminimalisir biaya overhead bagi pelaku usaha bisnis, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Mencatat Semua Biaya-Biaya yang Timbul dalam Satu Masa Produksi

Cara pertama, silahkan Anda mencatat semua biaya yang bisa saja muncul dalam satu masa produksi, catat semua pengeluaran hingga mendetail. Kemudian, list pengeluaran tersebut dapat Anda hitung seberapa besar anggaran untuk menutupi kebutuhan tersebut.

  1. Persiapkan Anggaran Biaya untuk Produksi

Cara kedua, persiapkan semua anggaran untuk melakukan produksi. Mungkin, beberapa pelaku usaha menganggap bahwa biaya overhead adalah risiko yang harus diwaspadai dalam satu kali produksi.

Namun jangan salah, pengeluaran ini selalu ada dalam setiap proses produksi. Sehingga, Anda dapat menambah anggaran untuk menutupi pengeluaran tidak terduga.

  1. Mengurangi Biaya Tidak Terduga

Cara ketiga, kurangi daftar biaya tidak terduga untuk menghemat pengeluaran. Ada beberapa jenis pengeluaran tidak terduga yang dapat diminimalisir oleh pelaku usaha, sebab biaya tersebut muncul karena kesalahan proses produksi.

Untuk itu, kurangi pengeluaran tidak terduga agar dapat menghemat pengeluaran selama masa produksi. Jadi, anggaran sisa tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan lainnya.

Manfaat Penghitungan Pengeluaran Tidak Terduga yang Dirasakan oleh Pelaku Usaha

Ada beragam manfaat bagi pelaku usaha bisnis yang memiliki inisiatif untuk menghitung pengeluaran tidak terduga dalam satu kali masa produksi. Salah satu manfaat mengetahui biaya overhead adalah adanya pengawasan terhadap anggaran dalam satu masa produksi.

Sebab, bisa saja muncul masalah berupa pembengkakan bea produksi. Hal ini menjadi salah satu risiko yang cukup membahayakan, karena Anda harus kehilangan laba dari hasil penjualan produk.

Jadi, Anda harus memonitor secara berkala guna meminimalisir membengkaknya biaya produksi. Keuntungan kedua, penghitungan pengeluaran tidak terduga ini juga dapat membantu mengalokasikan anggaran tidak terduga pada kebutuhan produksi lainnya.

Sehingga, biaya overhead yang dapat diminimalisir ini dapat Anda gunakan untuk menutup kebutuhan modal. Alhasil, keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan akan semakin besar, keuntungan yang didapat juga dapat menutup dana modal produksi.

Sebagai pemilik perusahaan, Anda wajib tahu apa itu biaya overhead, anggaran tersebut adalah pengeluaran tidak terduga yang bisa saja muncul dalam satu masa produksi. Anda wajib mengantisipasi adanya pengeluaran tidak terduga agar tidak mengurangi laba.

Oleh sebab itu, Anda wajib mengetahui apa saja klasifikasi dan bagaimana cara menghitung biaya overhead. Pasalnya, biaya overhead adalah salah satu faktor risiko kerugian yang bisa saja dialami oleh pelaku usaha.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!