Home » Biaya Marjinal Adalah: Pengertian, Fungsi dan Rumus Perhitungannya

Biaya Marjinal Adalah: Pengertian, Fungsi dan Rumus Perhitungannya

Biaya marjinal adalah salah satu aspek sangat penting di mana wajib diperhatikan oleh suatu perusahaan dalam kegiatan produksi barang. Tentunya sebuah bisnis atau perusahaan harus mengetahui dengan seksama berapa dana yang harus dikeluarkan didalam siklus produksi tertentu.

Tidak sampai disitu saja, mereka juga harus mempunyai kemampuan untuk merencanakan harga ataupun produksi dari barang tertentu. Tidak hanya itu saja, perhitungan satu inipun merupakan penurunan ataupun peningkatan dari keseluruhan total budget di mana akan dibayarkan.

Hal tersebut biasanya dikarenakan adanya penambahan ataupun pengurangan dari unik tertentu. Dalam prinsip ekonomi sendiri digunakan buat menganalisis ataupun menghitung ketika sebuah perusahaan tengah melakukan analisa keuangan.

Pihak manajemen organisasi pun juga harus melakukan evaluasi setiap barang ataupun jasa di mana diproduksi untuk para konsumen. Biaya marjinal adalah salah satu komponen yang penting.

Biasanya juga digunakan dalam permodelan keuangan buat menghasilkan ataupun mengoptimalkan arus dari kas. Untuk memahaminya lebih lanjut, maka sangat penting membaca ulasan yang ada dibawah ini:

Pengertian Biaya Marjinal Adalah Berikut Ini

Sebagian besar dari Anda pasti masih asing bukan dengan istilah tersebut, terutama bagi yang tidak bergelut dalam dunia perekonomian dari suatu perusahaan. Untuk itulah agar semakin paham maka sangat penting mengetahui pengertiannya berikut ini.

Biaya marjinal adalah pengeluaran tambahan di mana diperoleh didalam produksi unit tambahan dari barang ataupun jasa. Buat memperoleh nilainya sendiri dihitung dengan cara membagi perubahan kuantitas menjadi budgetnya.

Ini adalah suatu konsep akuntansi dan ekonomi manajerial di mana biasanya lebih sering digunakan didalam kegiatan manufaktur. Merupakan hasil dari pengeluaran tetap dimaan telah dihitungan dengan barang yang telah diproduksi ataupun variable cost di mana masih dipertanggungjawabkan.

Didalamnya sendiri ternyata juga mencakup beberapa ongkos di mana akan berubah sesuai dengan tingkat produksinya. Sebagai contohnya apabila ongkos marjinalnya untuk memproduksi barang tambahan jauh lebih rendah dibandingkan harga per unitnya.

Maka besar kemungkinan seorang produsen bisa memperoleh keuntungan didalamnya. Apabila cost-nya ditampilkan dalam sebuah grafik, maka bisa dilihat adanya kurva dengan bentuk U di mana akan semakin tinggi dan juga akan semakin bergeser dan turun. Berkat adanya peningkatan produksi.

Untuk kemudian akan bangkit lagi pada beberapa titik. Adapun komponen satu inipun mempunyai peranan sangat penting di mana tujuan utamanya adalah buat menentukan di titik manakah sebuah perusahaan bisa mencapai skala ekonomi.

Di mana adalah nilai keuntungan yang diperoleh ketika produk berubah jauh lebih efisien. Hal tersebut tentunya berguna buat memaksimalkan sistem operasional secara keseluruhan.

Fungsi Biaya Marjinal yang Perlu Dipahami

Tentunya Anda sudah tahu apabila keberadaan biaya marjinal adalah komponen sangat penting dalam akuntansi dari suatu perusahaan bukan? Keberadaannya sendiri ternyata juga mempunyai fungsi sangat penting.

Itulah mengapa suatu perusahaan harus benar-benar memperhatikan keberadaan komponen satu ini sehingga potensi memperoleh keuntungan didalam perusahaan atau bisnis jauh lebih besar. Berikut fungsi yang harus dipahami lebih lanjut dari komponen satu ini diantaranya adalah.

  1. Membantu Manajemen Suatu Perusahaan

Fungsi pertama dari keberadaan perhitungan marjinal tersebut adalah dapat membantu manajemen suatu perusahaan jauh lebih mudah. Hal tersebut bukan tanpa adanya alasan.

Karena cara kerjanya sendiri adalah dengan cara memusatkan sumber dayanya. Yakni kelebihan pendapatan marjinal berada di atas marjinal cost dengan titik tertinggi.

  1. Meningkatkan Peluang Peningkatan dan Penurunan Ongkos Produksi

Tidak sampai disitu saja, keberadaannya pun ternyata juga dapat membantu buat meningkatkan ataupun menurunkan dana produksi. Dengan cara inilah secara tidak langsung akan membantu pihak perusahaan dalam melakukan evaluasi berapa banyak biaya yang harus dibayarkan tersebut.

  1. Membantu Menentukan Kapan Mencapai Keunggulan

Dengan melakukan analisis keuangan marjinal ternyata juga dapat membantu suatu perusahaan atau organisasi. Terutama untuk menentukan kapan pihak mereka dapat mencapai keunggulan biaya di mana diperoleh dari kegiatan produksi yang efisien.

Cara Menghitung Biaya Marjinal

Untuk menghitung biaya marjinal adalah dengan cara membagi perubahan kuantitasnya menjadi perubahan biaya. Tetapi memang sebelum menghitungnya, Anda perlu memahami terlebih dahulu rumus didalamnya.

Biaya marginal = (perubahan biaya)/ (perubahan kuantitas)

Untuk lebih lengkapnya, berikut penjelasan dari rumus-rumus diatas:

  1. Perubahan Biaya

Dalam proses produksi ongkos memang bisa mengalami peningkatan maupun penurunan dalam waktu tertentu selama berbagai periode produksi bukan. Biasanya akan terjadi apabila manufaktur perlu memperoleh lebih banyak atau sedikit volume output.

Perubahan ini pun juga akan ditentukan oleh pengurangan ongkos produksi. Di mana timbul ketika output pertama dijalankan dari biaya produksi didalam output produksi lainnya.

BACA JUGA: Pengertian Liabilitas dan Cara Analisanya

  1. Perubahan Kuantitas

Di mana perubahan satu ini akan dihasilkan dari jumlah produk yang bisa bertambah ataupun berkurang didalam waktu berbeda di berbagai titik produksi sekaligus. Kuantitas inipun juga harus mampu digunakan buat mengevaluasi perubahan biaya secara signifikan.

Sedangkan untuk melakukan perhitungan marginal cost ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan 3 langkah. Pertama bisa menentukan dahulu perubahan kuantitas yakni harus mengetahui dahulu semua biaya yang digunakan buat membuat sebuah item produk ataupun jasa.

Kedua bisa dengan cara menghitung perubahan pengeluaran. Adapun komponen satu inipun bisa diperoleh dengan cara pengurangan pada total pengeluaran produksi lama dengan cost baru.

Nilai semuanya dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan fixed cost dan variable cost. Ketiga adalah dengan menghitung marginal cost di mana merupakan ongkos untuk membuat satu unit untuk produk tambahan.

Secara singkat, ini adalah biaya tambahan di mana harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan agar mampu membuat setiap unit tambahan mampu menghasilkan. Keberadaan biaya marjinal adalah sangat penting untuk sebuah perusahaan karena bisa membuat laba semakin maksimal.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!