Home » Seputar Jurnal Penjualan Tunai, Pengertian dan Jenisnya yang Harus Dipahami

Seputar Jurnal Penjualan Tunai, Pengertian dan Jenisnya yang Harus Dipahami

Dunia bisnis berkaitan erat dengan yang namanya jurnal penjualan tunai. Sebagai pebisnis sudah seharusnya Anda tahu macam-macam jurnal.

Ada catatan untuk penjualan dan pembelian dengan masing-masing fungsinya berbeda. Catatan khusus ini akan membantu pebisnis untuk mengelola usahanya.

Tetapi perbedaan dari kedua jurnal ini masih belum diketahui. Karena itu Anda bisa simak ulasan selengkapnya pada uraian berikut.

Pengertian Jurnal Penjualan Tunai, Pemasukan Serta Pengeluaran

Sebelum membahas tentang fungsi dari kedua jurnal tersebut, ketahui dulu apa pengertiannya. Catatan berisi pengeluaran-pengeluaran sebuah perusahaan.

Adanya rekapan pembelian ini akan membantu Anda untuk memantau aktivitas pembelian. Selain itu dapat digunakan sebagai pembuatan laporan.

Sedangkan untuk jurnal penjualan tunai kebalikan dari pembelian. Catatan tersebut di dalamnya berisi penjualan-penjualan atau pemasukan yang didapatkan dalam jangka waktu tertentu.

Segala aktivitas jual beli memang lebih bagus jika dicatat, hal ini akan memudahkan proses pengontrolan. Biasanya hanya ada satu orang yang ditugaskan sebagai seorang pencatat.

Jenis dan Contoh Jurnal Dalam Bisnis

Jurnal penjualan tunai adalah salah satu bagian dari jurnal penjualan. Ada beberapa jenis dari rekapan penjualan tersebut sama halnya dengan catatan pembelian.

Proses pembuatan kedua jurnal tersebut perlu diperhatikan agar tidak mengalami kesalahan. Berikut beberapa jenis dan contoh dari catatan pembelian dan penjualan.

  1. Pembelian Tunai

Pertama adalah catatan untuk produk yang dibeli dengan pembayaran tunai. Ini sering diterapkan di perusahaaan dagang dan ritel, adapun contohnya seperti:

Pada tanggal 3 Juli 2017, perusahaan Anda melakukan pembelian bahan baku pembuatan produk. Proses pembelian tersebut dibayar dengan uang tunai sebesar Rp 1.500.000.

Cara mencatatnya adalah debit (persediaan) = Rp 1.500.000 dan kredit = Rp 1.500.000

  1. Pembelian Kredit

Pengertiannya adalah membeli sesuatu dari toko lain dan pembayarannya menggunakan sistem kredit. Pembelian kredit sering dilakukan oleh perusahaan manufaktur atau jasa.

4 Juni 2018 toko A melakukan pembelian produk dari toko B seharga Rp 7.000.000. Transaksi tersebut dikenakan biaya pajak sebesar 10%. Jadi total pajaknya Rp 700.000

Penulisan di dalam catatan seperti persediaan = Rp 6.300.000 PPN = Rp 700.000 dan kredit = Rp 7.000.000

  1. Diskon Pembelian

Jenis jurnal pembelian yang satu ini diberikan kepada pelanggan khusus dengan pembayaran faktur di awal. Misalnya toko C mengeluarkan dana sebesar Rp 3.000.000 untuk toko D.

Pembelian ini berlangsung pada tanggal 1 Januari 2020 dan syarat-syaratnya 2/10, n/30. Jumlah diskonnya adalah Rp 60.000 bisa didapatkan pada tanggal 22 Januari 2020.

Perusahaan C diharuskan untuk melakukan pembayaran faktur pada 22 Januari 2020. Bunganya peminjamannya 6%, jumlah penghematan yang didapatkan oleh toko C adalah:

Besar pinjaman Rp 3.000.000 – Rp 60.000 = Rp 2.940.000

Bunga pinjaman =Rp 2.940.000 x 6% x (2/360) = Rp 9.800

Penghematan serta peminjamannya sebesar Rp 50.200

  1. Potongan Pembelian dan Retur

Jenis jurnal pembelian lainnya adalah retur dan potongan. Sebagai pembeli Anda harus membuat sebuah surat memorandum kepada penjual.

Isi dari surat tersebut adalah permohonan pemberian potongan harga serta jumlah debitnya. Lebih jelasnya simak contoh mengenai jurnal jenis potongan harga pembelian barang berikut.

Perusahaan B mengembalikan pinjaman sebelum membayar uang faktur. Kemudian dalam hal ini memo debit langsung dikreditkan ke biaya faktur.

Setelah mendapatkan jumlahnya langsung dikurangi diskon pembelian. Barulah bisa mengetahui jumlah akhirnya.

  1.  Jurnal Penjualan Tunai

Kebalikan dari pembelian tunai, jenis catatan ini berkaitan dengan penjualan barang yang dilakukan secara tunai. Biasanya penjualan tunai langsung diinput ke dalam sistem kasir toko.

Perusahaan Anda melakukan penjualan sebuah produk dengan harga Rp 1.000.000 tertanggal 2 Mei 2020. Penulisan dalam catatannya sebagai berikut:

Debit (kas) = Rp 1.000.000

Kredit = Rp 1.000.000

  1. Penjualan Kredit

Berbanding terbalik dengan penjualan tunai, jenis penjualan kredit untuk melakukan pembayaran kredit bukan tunai. Anda tentu harus mencatatnya agar tidak kebingungan.

Ada risiko yang akan Anda hadapi jika melakukan penjualan dengan sistem pembayaran kredit. Risikonya harus membuat dua jurnal tambahan yaitu wesel bayar dan tagih.

Sebuah toko menjual produknya dengan harga Rp 500.000 tetapi pembeli menyicil sebesar Rp 300.000 dan proses penulisannya adalah:

Debit (utang usaha) = 500.000

Penjualan atau kredit = 500.000

Harga pokok penjualan = 300.000

Jumlah persediaan = 300.000

  1. Diskon Penjualan

Selain ada jurnal penjualan tunai, ada juga jurnal bernama diskon penjualan. Diskon ini berarti perusahaan penjual memberikan potongan harga kepada pembeli.

Untuk pemberian diskon penjualan harus membuat sebuah faktur terlebih dahulu. Kemudian dikirimkan kepada pihak pembeli sebagai contoh:

PT Abadi Jaya membuat faktur kepada PT Berkah pada 30 April 2020. Jumlah yang dituliskan sebesar Rp 1.500.000 dan harga tiap barangnya Rp 150.000.

Pembayaran faktur dilakukan pada 1 Mei 2020. Syarat faktur yang diberikan adalah 2/10, n/30. Penentuan syarat pembayaran tentunya hasil dari kesepakatan pembeli dan penjual.

Anda bisa mengatakan syarat kredit untuk kesepakatan itu. Tetapi apabila PT Berkah melakukan pembayaran sebelum waktu pengiriman maka disebut dengan tunai bersih.

BACA JUGA: Pengertian Omset, Jenis dan Contohnya

  1. Potongan dan Retur

Sama seperti di jurnal pembelian, ada juga istilah jurnal potongan penjualan dan retur. Penjual memberikan retur kepada pembeli ketika melakukan pengembalian barang.

Ada syarat-syarat yang harus disepakati sebelum menentukan pengembalian produk. Biasanya berupa barang cacat, tidak layak pakai, rusak dan sebagainya.

Ketika pembeli melakukan pengembalian, Anda dapat memberikan potongan harga jual. Tentunya dengan barang baru dan berlaku secara tunai.

Akan tetapi apabila pembeli membayarnya menggunakan kredit, Anda terlebih dahulu harus mengeluarkan memorandum kredit. Memo tersebut yang akan diberikan kepada pembeli.

Jurnal penjualan secara tunai sangat penting untuk diketahui khususnya bagi Anda. Mengetahui jenis-jenis jurnal ini juga dapat membantu mengelola usaha agar lebih baik.

Perbedaan dari setiap fungsi jurnal juga penting untuk diketahui. Sebagai pebisnis, Anda bisa menerapkan salah satu jurnal seperti jurnal penjualan tunai.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!