Home » Financial Reporting: Pengertian, Langkah Pembuatan dan Tantangannya

Financial Reporting: Pengertian, Langkah Pembuatan dan Tantangannya

Sebagai bagian dari pengembangan bisnis, financial reporting yang akurat dan sistematis sangat diperlukan. Akan sangat sulit memberikan keputusan yang tepat dan solutif apabila tidak mengetahui bagaimana kondisi kesehatan finansial bisnisnya.

Sebagai pemilik usaha tentunya harus memiliki kepekaan dan pemahaman tentang bagaimana laporan keuangan dibentuk serta dipergunakan. Karena selain membantu mempertimbangkan keputusan, juga membantu menarik pendanaan dari investor maupun bank.

Finansial report sendiri memiliki definisi sebagai sebuah rangkuman informasi tentang kondisi finansial sebuah perusahaan dalam rentang waktu tertentu. Seberapa banyak uang yang dimiliki, dari mana uangnya berasal, dan untuk apa uang tersebut, adalah poinnya.

Informasi tersebut sangat penting karena ada banyak sekali keputusan yang terkait dengan kondisi keuangan perusahaan. Contohnya mengurus perpajakan, menarik calon investor, atau menggunakan modalnya untuk mengembangkan bisnis lebih jauh lagi.

Memahami Nilai Penting Financial Reporting

Meskipun setiap orang memahami pentingnya membuat laporan keuangan, namun kenyataannya belum semua orang menyusunnya secara baik. Bahkan tidak jarang mengabaikan detail – detail penting dalam pelaporannya, padahal memiliki beberapa manfaat.

1.      Membuat Keputusan Finansial menjadi lebih baik

Setiap keputusan yang baik berdasarkan data – data aktual. Contohnya ketika memutuskan hendak melakukan campaign di media sosial menggunakan ads.

Harus mempertimbangkan market dan kondisi keuangan perusahaan. Apabila anggaran dalam mengadakan campaign lebih rendah daripada harga campaignnya.

Tentu tidak akan direalisasikan. Itu adalah contoh sederhana, nantinya aplikasinya lebih rumit, seperti keputusan membeli aset baru, merekrut karyawan, atau menggait investor baru.

2.      Mampu Menghitung dan Mengelola Hutang

Modal mengembangkan usaha berasal dari tiga sumber, pendanaan pribadi, dana investor, atau hutang. Komponen hutang memiliki suatu kendala tersendiri, yaitu suatu saat akan dimintai untuk membayarkan hutangnya atau terjerat oleh bunganya.

Mampu mengalokasikan dana perusahaan untuk membayarkan hutang menjadi prioritas pertama yang harus dibangun. Berapa jumlah hutangnya yang belum terbayar, kapan tenggat waktunya, dan berapa jumlah bunganya, hanya dapat diketahui ketika laporan keuangannya detail.

3.      Transparansi Pengelolaan

Salah satu fungsi dari financial reporting adalah pengawasan, yaitu memastikan uang perusahaan digunakan hanya untuk kepentingan bisnis saja. Menyusun daftar bagaimana uang didapatkan dan digunakan mampu menjadi sistem kontrol yang baik.

4.      Mempermudah Perhitungan Pajak

Setiap bidang usaha tentu memiliki kewajiban menghitung serta melaporkan perpajakannya. Akan sangat sulit sekali membayarkan pajak yang tepat apabila tidak memiliki bagaimana kondisi keuangannya secara baik dan sistematis.

Apabila pajaknya tidak tepat dalam pembayarannya, bisa jadi merugikan atau bahkan terkena sanksi. Tentunya hal seperti ini harus dihindari, efisiensi penggunaan sumber daya termasuk salah satunya dana adalah hal yang menjadi perhatian utama.

5.      Sesuai dengan Prosedur Hukum

Di Indonesia salah satu persyaratan dalam membangun dan mendirikan usaha adalah memiliki laporan keuangannya sendiri. Karenanya ketika sudah membuat laporannya berarti sudah menaati aturan yang berlaku tentang pembukaan usaha.

Mengenal Langkah – langkah Menyusun Financial Reporting

Menyusun laporan keuangan tidak boleh sembarangan, terdapat berbagai langkah penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Ini untuk memastikan laporan keuangannya disusun secara baik, rapi, sistematis, dan menyeluruh.

1.      Menyiapkan Tools untuk Membuat Laporan

Karena akan berhubungan dengan berbagai data – data penting, termasuk keuangan, tentu akan sangat sulit apabila menyusunnya secara manual. Akan lebih baik ketika menggunakan tools khusus untuk menyusun laporannya.

Setiap tools memiliki fitur dan fungsi tersendiri, terkadang terlalu spesifik tetapi tidak jarang juga terlalu umum. Karenanya pilihlah tools terbaik untuk membantu Anda dalam menyusun sebuah laporan keuangan.

2.      Menyiapkan Berbagai Bahan Laporannya

Ada banyak sekali bahan yang harus dipersiapkan sebelum menuliskan financial reporting, mulai dari informasi buku besar, neraca saldo, neraca rugi laba, bukti transaksi, dan berbagai informasi lainnya. Ada baiknya seluruh bahan tersebut siap terlebih dahulu.

3.      Input dan Periksa Kembali

Langkah terakhir adalah memasukkan seluruh data – data tadi ke dalam tools sesuai dengan formatnya. Nanti komputer akan secara otomatis mengolah dan mengelola datanya untuk dijadikan laporan atau rangkuman terkait kondisi keuangan perusahaan.

Periksalah kembali informasi yang tertera, apabila ada yang tidak sesuai, periksa ulang prosedurnya. Untuk membuat laporan yang sesuai dengan perusahaan, terkadang Anda juga harus menuliskannya secara manual berdasarkan informasi dari tools tersebut.

Kesalahan dalam Menyusun Financial Reporting

Terkadang sebuah laporan tidak valid bukan karena prosedurnya yang salah, tetapi terdapat beberapa kesalahan proses ketika membuatnya. Kesalahan ini harus dihindari, karena menghalangi bagaimana melihat kondisi keuangan perusahaan secara obyektif.

1.      Mencampurkan Harta Pribadi dengan Bisnis

Urusan bisnis seharusnya dibedakan dengan urusan pribadi, terlebih tentang masalah keuangan. Akan banyak sekali informasi transaksi setiap harinya, apabila mencampurkan keuangan pribadi ke dalam bisnisnya, akan sulit mengidentifikasi arus masuk dan keluar uangnya.

Kesehatan keuangan paling gampang dilihat dari seberapa banyak pengeluaran dibandingkan pemasukannya, apabila lebih banyak tentu dianggap tidak sehat. Namun untuk mengetahui informasi tersebut, arus keuangannya harus jelas terlebih dahulu.

2.      Mengabaikan Pajak dalam Perhitungannya

Laporan keuangan adalah sebuah catatan tentang bagaimana uang didapatkan, dikelola, serta akan dipakai untuk apa saja. Pajak merupakan salah satu komponen pengelolaan uang, maka seharusnya pajak juga tidak boleh diabaikan.

3.      Kehilangan Bukti Transaksi

Bukti transaksi penting untuk tetap disimpan secara baik, selain menjadi arsip untuk alokasi pengeluaran, bisa juga digunakan sebagai verifikasi tentang pengeluaran perusahaan. Ini bisa digunakan sebagai alat kontrol apabila terdapat arus pengeluaran tidak wajar.

Maju mundurnya sebuah bisnis ditentukan oleh pengambilan keputusan dan kondisi keuangan dari bisnisnya itu sendiri. Memahami kondisi obyektif menjadi syarat mutlak dalam pengambilan keputusan, karenanya peran financial reporting sangat penting bagi perusahaan.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!