Home » Financial Planner: Memahami Pengertian, Peran, Tipe Serta Sertifikasinya

Financial Planner: Memahami Pengertian, Peran, Tipe Serta Sertifikasinya

Tentu beberapa orang sudah tahu dan paham mengenai financial planner ini. Salah satu alasannya yaitu karena merasa sulit untuk bisa mengelola keuangan, sehingga memilih solusi tersebut.

Tentu jika memiliki rencana maka akan berjalan lebih terarah begitu juga masalah uang. Setiap individu perlu adanya literasi keuangan, sehingga Anda dapat memilih finansial planner tersebut agar sukses menggapai tujuan.

Walaupun saat ini teknologi sudah mulai berkembang, namun masih banyak yang belum mengetahuinya. Bahkan masih ada yang salah paham dan menganggap hal tersebut tidaklah penting, padahal hal tersebut sangatlah penting.

Walaupun masih minim yang mengetahuinya, tetapi belakangan financial planner ini mulai dilirik dan diperbincangkan. Karena ada perusahaan yang mengaku sebagai finansial planner tersebut tetapi justru merugikan pengguna.

Adanya jenis finansial tersebut seharusnya menjadi solusi yang baik, justru merugikan penggunanya. Akan tetapi, bagi yang belum paham mungkin akan percaya bahwa memang merugikan padahal justru mengguntungkan.

Namun, memang Anda harus memilih dengan tepat jangan sampai tertipu. Finansial jenis ini sendiri adalah lembaga ataupun seseorang yang sudah memenuhi syarat agar membantu individu, perusahaan mengatasi keuangan jangka panjang.

Ada yang mendefinisikan financial planner adalah individu atau seseorang memiliki fokus pada pembangunan rencana keuangan, agar membantu kliennya mencapai tujuannya. Sehingga finansial ini memiliki tanggung jawab terhadap klien.

Mereka dapat berupa lembaga, perusahaan atau individu. Ia juga memiliki tugas yaitu sebagai konsultan klien dalam menganalisis toleransi risiko, tujuan dan jenis investasi yang sesuai.

Tanggung Jawab Sebagai Financial Planner

Ada beberapa tanggung jawab sebagai finansial tersebut. Sehingga klien tetap aman dan tidak akan ada timbul kasus yang dapat merugikan baik klien atau Anda sendiri, berikut beberapa tanggung jawabnya.

  1. Analisis tujuan serta karakteristik

Setiap orang pasti mempunyai tujuan ataupun karakteristiknya masing-masing. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan analisis tujuan serta karakteristik kliennya tersebut, jangan sampai salah karena hal itu sangat penting.

  1. Mengevaluasi kondisi keuangan

Setelah paham mengenai tujuan serta karakteristiknya maka kemudian melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangannya. Seperti evaluasi aset, pendapatan, tabungan, pengeluaran, cicilan dan lainnya, sehingga akan terlihat hal yang belum dijalankan klien.

  1. Membuat dan memiliki rencana keuangan

Inti tanggung jawab finansial ini yaitu pembuatan rencana keuangan sesuai dengan tujuan serta kondisi kliennya. Sehingga ia akan menjadi solusi keuangan klien seusai tujuan finansial yang diinginkannya.

  1. Menyampaikan rencana

Usai membuat sebuah perencanaan kemudian Anda harus dapat menyampaikan rencananya tersebut kepada klien. Namun, hal ini tidak dilakukan secara satu arah, harus 2 arah sehingga akan lebih jelas.

Seperti jika masih terdapat pertanyaan yang mungkin belum dimengerti. Ataupun jika kliennya tersebut merasa rencananya dibuat kurang sesuai seperti harapan awalnya, dengan begitu Anda dapat memperbaikinya.

  1. Membantu menjalankan rencananya

Kemudian apabila rencananya tersebut dibuat secara financial planner maka ia sudah disepakati dan baru bisa dijalankan. Anda juga dapat membantu beberapa hal contohnya mengelola aset, membuka rekening dan lainnya.

  1. Mengawasi rencana

Ketika sebuah rencana tersebut mulai dilakukan, maka Anda tidak bisa langsung lepas tanggung jawab. Anda harus melakukan pengawasan terhadap jalannya rencana itu, apabila terhambat maka harus segera diatasi.

Tipe Financial Planner Serta Sertifikasinya

Selain paham mengenai pengertian ataupun tanggung jawabnya maka Anda bisa memahami tipe yang ada didalamnya serta sertifikasi yang dibutuhkan. Berikut tipe-tipe yang akan sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Robo-advisors

Apabila Anda menginginkan rencana keuangan sederhana maka bisa menanggungjawabkan kepada robo advisors. Ia dikelola otomatis memakai alogaritma, sehingga perencanaannya dapat disesuaikan seperti tujuan klien.

  1. In-person financial planners

Tipe selanjutnya adalah In-person financial planners, Anda dapat memilih tipe ini apabila membutuhkan rencana keuangan rumit ataupun untuk jangka panjang. Hal itu karena tipenya ini lebih sesuai kondisinya.

  1. Online financial planning service

Kemudian tipe ini merupakan gabungan dari robot atau computer serta manusia. Sehingga Anda bisa mendapat perencanaan sesuai alogaritma computer serta dapat berkonsultasi menjadi financial planners baik melalui email, telepon.

Kemudian apabila Anda ingin menjadi seorang finansial planners maka harus memiliki sebuah sertifikat yang resmi. Sehingga klien akan lebih aman jika melakukan konsultasi keuangan kepada Anda.

Supaya menjadi seorang planning finansial maka Anda tentu harus sudah mengikuti program CFP atau gela profesi financial planner. Sertifikasi tersebut memiliki skala internasional dan memenuhi standard board.

Manfaat yang Didapat dari Memiliki Finansial Planners

Terdapat berbagai manfaat apabila memiliki sistem keuangan ini selain menguntungkan. Berikut beberapa manfaat dari finansial planners agar Anda lebih paham mengenai hal tersebut dan tidak salah persepsi.

  1. Dapat memantau keuangan

Finansial planning dapat membantu dalam pemantauan kondisi keuangan. Apakah bagus atau justru mempunyai risiko seperti bangkrut, utang atau risiko tidak terduga lainnya sehingga penting untuk memilikinya.

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi hal tersebut agar kondisi keuangan tetap sehat. Seperti menabung setiap bulan 20%, lakukan cicilan 30%, serta mempunyai dana darurat.

  1. Pembuatan anggaran

Bukan hanya dengan pemantauan kondisi keuangannya saja, tetapi juga dalam pembuatan anggaran. Seperti pengeluaran, fokus dengan tabungan, mencatat keluar masuknya uang karena tanpa anggaran maka finansial tidak akan maksimal.

  1. Mencegah utang

Dengan adanya anggaran serta pemantauan tersebut maka menekan risiko Anda berhutang. Karena tentunya uang akan lebih termanajemen dengan baik, sehingga meminimalkan untuk menghutang dengan begitu kondisi keuangan tetap sehat.

Melakukan sebuah perencanaan memang harus dilakukan apalagi bagi perusahaan atau pembisnis. Dengan begitu, kondisi keuangan akan tetap sehat serta financial planner berjalan dapat sesuai tujuannya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!