Home » Aset Tetap Adalah: Pengertian, Karakteristik dan Cara Mendapatkannya

Aset Tetap Adalah: Pengertian, Karakteristik dan Cara Mendapatkannya

Aktiva tetap atau lebih sering dikenal sebagai aset tetap adalah bentuk aset dari sebuah perusahaan yang digunakan untuk menjalankan aktivitas operasionalnya. Karena itu tidak diniatkan untuk dijual serta memiliki manfaat lebih dari satu tahun.

Bagi perusahaan, sumber ekonomi untuk menjalankan berbagai kegiatan operasionalnya adalah aset atau aktiva. Berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap, melalui keduanya diharapkan akan mendapatkan manfaat di masa mendatang.

Untuk aktiva tetapnya sendiri terdapat dua jenis, pertama yang nilainya selalu bertambah seiring waktu, seperti tanah dan gedung. Sedangkan keduanya cenderung menurun seiring bertambahnya waktu, contohnya adalah kendaraan, mesin, dan berbagai alat produksi.

Beberapa Karakteristik Aset Tetap Adalah

Kepemilikan sumber daya dan mengklasifikasikannya sangat penting bagi sebuah perusahaan, melaluinya nanti akan diketahui kekayaan dari perusahaannya. Karena ada beberapa aktiva atau aset dalam sebuah bisnis, maka perlu mengetahui karakteristik tentang aktiva tetap (fixed aset).

1.      Memiliki Manfaat Lebih Dari Satu Tahun

Salah satu tujuan dari memiliki fixed Asset adalah mampu mengoptimalkan produktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Karenanya salah satu karakteristik asetnya adalah mampu bertahan serta memberikan manfaat minimal satu tahun.

Tidak semua jenis sumber daya memiliki ketahanan atau terus dapat digunakan, contohlah mesin atau komputer, semakin sering dipergunakan ada komponen yang aus. Apabila sumber daya tersebut memberikan kemanfaatan lebih dari setahun, dapat disebut sebagai aktiva tetap.

2.      Nilainya Dapat Menyusut

Karakteristik berikutnya dari aset tetap adalah nilainya dapat menyusut, penyusutan nilai tersebut disebabkan karena fungsional asetnya mulai menurun seiring berjalannya waktu. Ada banyak faktor penyebabnya, mulai dari intensitas penggunaan, usia, dan lainnya.

Namun tidak semua asetnya pasti menyusut, beberapa nilainya bahkan meningkat, contohnya seperti tanah. Mengingat setiap tahun permintaannya meningkat tetapi ketersediaannya terbatas.

3.      Digunakan Dalam Operasi Bisnis

Tujuan utama memilikinya adalah menggunakannya untuk keperluan operasional bisnisnya, sehingga mendapatkan keuntungan. Tidak digunakan sebagai alat investasi maupun direncanakan akan dijual.

karenanya terdapat ciri yaitu digunakan secara aktif pada setiap proses kegiatannya. Contoh paling sederhana adalah mesin produksi atau kendaraan kantor.

4.      Tidak Liquid

Sifat atau karakteristik lainnya adalah tidak mudah untuk diuangkan atau dicairkan menjadi uang kas. Selain karena digunakan pada kegiatan produksi juga efisiensinya selalu berkurang.

ASET TETAP ADALAH

Cara Mendapatkan dan Mencatat Aktiva Tetap Adalah

Ketika ingin memulai bisnis tentu harus memperhatikan bagaimana aktivanya didapatkan serta dicatat. Hal ini karena cara mendapatkannya sangat beragam, mulai dari membuatnya sendiri, membeli tunai, kredit, dan hibah.

1.      Membeli Secara Tunai

Apabila membeli secara langsung tunai, maka pencatatannya disesuaikan dengan besaran uang yang dikeluarkan untuk membelinya. Apabila ada pengurangan atau potongan tunai, dituliskan pada pengurangan faktur.

Apabila pembelian tunai melingkupi beberapa sumber daya sekaligus, misalnya membeli gedung beserta tanahnya, maka pencatatannya dipisah. Harganya disesuaikan nilai pasaran pada umumnya.

2.      Membeli Secara Kredit atau Mengangsur

Ketika membeli secara mengangsur atau kredit tentu akan mendapatkan bunga, namun dalam pencatatan harga perolehan bunga dijadikan satu dengan harga perolehan. Pencatatan bunganya dilakukan pada catatan tersendiri, berbeda dari perhitungan biaya perolehannya.

3.      Menukarkan dengan Surat Berharga

Pencatatan ketika menukarkan atau membeli asetnya dengan surat berharga yaitu menyesuaikan harga sahamnya, namun apabila harganya tidak diketahui, bisa menggunakan harga aktivanya sesuai pasar.

Apabila kedua nilainya tidak diketahui, maka pimpinan berhak memutuskan harganya. Hal ini untuk mempermudah pencatatan aktiva dan surat – surat berharganya.

4.      Pertukaran dengan Aset Tetap Lainnya

Cara mencatat ketika mendapatkan asetnya dengan cara penukaran aset tetap adalah menghitung nilai aktiva lama ditambah dengan jumlah uang tambahan yang dikeluarkan. Bisa juga dihitung berdasarkan harga aktiva barunya

5.      Hasil Donasi

Ketika menerima aset hasil donasi biasanya tidak mengeluarkan uang atau total pengeluaran uangnya lebih kecil dari harga aslinya. Pencatatan nilai perolehannya tidak didasarkan berdasarkan jumlah uang yang dikeluarkan, tetapi tetap didasarkan pada harga pasarnya.

6.      Aktiva Buatan Sendiri

Terkadang perusahaan membuat sendiri aktivanya, seperti membangun gedung, perabot, alat kantor, dan lain sebagainya. Perhitungan dan pencatatannya bisa didasarkan pada jumlah biaya beban dalam mendirikan aktivanya sendiri.

Faktor – Faktor Berpengaruh Pada Penurunan Nilai Aktiva Tetap

Karakteristik salah satu aset tetap adalah senantiasa mengalami penurunan atau depresiasi nilai. Ada beberapa penyebabnya, mulai dari harga perolehan, waktu, residu dan lain sebagainya.

1.      Nilai Residu

Setiap aset memiliki masa pakainya, ketika sudah melalui masa pakainya serta tidak rusak karena berbagai faktor, nilainya dapat ditaksir ulang. Perkiraan nilainya ini juga mempengaruhi pada penurunan harga aktiva tetapnya.

2.      Harga Perolehan Awal

Harga perolehan adalah besarnya biaya untuk membeli atau mendapatkan asetnya. Besarnya tersebut juga mempengaruhi nilai penyusutan asetnya. Semakin besar harga asetnya, maka nilai asetnya juga semakin besar penyusutannya.

BACA JUGA: Apa Itu Petty Cash dan Metode yang Diginakan

3.      Waktu Manfaat

Setiap aset memiliki dua jenis umur, yaitu secara fisik dan fungsional, ketika berkaitan dengan kondisi fisik asetnya maka termasuk manfaat fisik. Tetapi ketika dihubungkan dengan manfaat asetnya, termasuk nilai umur manfaat. Keduanya digunakan sebagai acuan menentukan usia asetnya.

4.      Nilai Pada Buku Aset

Nilai pada buku aset juga akan berpengaruh pada penurunan nilai aktivanya, hal ini karena pencatatannya didasarkan atas harga perolehan dikurangi dengan penurunannya. Jenis penurunannya beragam, mulai dari penyusutan garis lurus, saldo menurun, dan lain sebagainya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pemilik bisnis adalah aset – asetnya, karena akan berpengaruh pada total kekayaan perusahaannya. Aset tetap adalah salah satu bentuk aset yang harus ekstra diperhatikan, karena sangat berdampak pada keuntungan di masa mendatang.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!