Home » Gunakan Analisis Fundamental Saham, Raih Keuntungan Ekstra

Gunakan Analisis Fundamental Saham, Raih Keuntungan Ekstra

Berbagai aktivitas investasi membutuhkan analisis fundamental saham jika Anda ingin memperoleh keuntungan ekstra. Profit bisa berwujud capital gain ataupun dividen. Namun diperlukan keterampilan tinggi, karena sifatnya high risk high return.

Berinvestasi di dalam dunia ekuitas sangat berbeda dengan instrumen lain seperti properti, deposito, emas, tabungan berjangka, reksadana, atau obligasi. Setiap instrumen mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Hal paling utama adalah memahami pergerakan nilai secara keseluruhan, atau dengan nama lain indeks. Ada banyak jenis instrumen tersedia, Anda tinggal menyesuaikan dengan support resistance saham terlebih dahulu.

Beberapa panduan dapat dipergunakan dalam proses membaca dinamika harga, contohnya IHSG, IDX30, LQ45, serta Pefindo25. Komposisi indeks tersebut hampir sama, namun IHSG menjadi acuan pokok pergerakan harga di Indonesia.

Analisis Fundamental Saham, Perhatikan Hal ini

Harga saham ditentukan oleh kinerja perusahaan atau penyedia emiten. Melakukan analisa mempergunakan laporan keuangan sebagai basis dalam penilaian atau valuasi kinerja, acuan harga, serta mengevaluasi secara berkala.

Pilih perusahaan terpercaya dan solid, sudah terbukti mempunyai prospek baik di masa mendatang. Menurut Warren Buffet, beli emiten yang bisa Anda percaya selama beberapa puluh tahun ke depan.

Acuan harga ekuitas wajar menjadi tujuan proses pengamatan Anda selain memilih perusahaan terpercaya. Jika ingin membeli ekuitas berharga lebih rendah daripada nilai perusahaan, diperlukan sebuah acuan.

Acuan sangat penting ketika keadaan pasar sedang tidak stabil, sehingga memerlukan investor harus memutuskan antara menjual atau membeli aset. Jika mempunyai sebuah panduan, investor akan mudah menentukan sikap.

Margin of safety atau MOS, merupakan sebuah konsep sederhana namun sangat berkuasa. Saat menciptakan prediksi, Anda memerlukan buffer sebagai antisipasi kondisi ketidakpastian di masa mendatang.

Namun ketika membuat prediksi, kejadian di masa depan akan diperkirakan berdasarkan banyak faktor yang saling berkaitan. Berapa persen besaran margin of safety tidak pasti, pada umumnya 30% hingga 50%.

Kuasai laporan keuangan sebagai alat paling membantu dalam melakukan analisa. Ketahui bagaimana cara membaca serta menganalisa laporan keuangan perusahaan. Pahami berbagai indikator untuk membaca laporan.

Mempelajari laporan keuangan, serta membedah berbagai analisa bukanlah sebuah perkara mudah karena memerlukan pemahaman akan bisnis. Fokus saja pada beberapa saham, jangan terlalu banyak untuk mendalami.

Perusahaan yang rajin membagikan dividen berarti memiliki kredibilitas tinggi. Dividen merupakan pembagian keuntungan secara tunai kepada para pemegang ekuitas melalui sebuah RUPS. Hal ini telah disepakati bersama.

Sebagai investor, keberadaan dividen sangat penting karena merupakan salah satu wujud profit. Namun ada juga investor yang memilih menginvestasikan kembali profit tersebut untuk memperoleh pertumbuhan.

Analisis Fundamental Saham dan Rasio Keuangannya

Apabila melakukan analisa dengan menggunakan pendekatan top down approach, maka hal selanjutnya yaitu menghitung nilai wajar atau nilai intrinsik. Nilai wajar kemudian dibandingkan dengan harga market.

Untuk menghitung nilai wajar, investor perlu melakukan estimasi arus kas sebuah perusahaan saat ini dan seterusnya. Arus kas berasal dari laba bersih bisnis, kemudian divaluasikan untuk mendapat nilai wajar.

Perusahaan sekuritas mempunyai analis yang melakukan penghitungan fair price sebuah ekuitas. Analisa biasanya dilakukan secara berkala sesuai kondisi makro atau mikro yang dinamis dalam periode waktu tertentu.

Laporan neraca serta laba rugi merupakan dua laporan keuangan paling sering dianalisa. Neraca memperlihatkan semua aset perusahaan pada periode waktu tertentu serta darimana sumber modal berasal.

  1. Price to Earning Ratio

PER menggambarkan keuntungan perusahaan dibandingkan nilai ekuitasnya. Cara menghitungnya yaitu harga saham dibagi EPS (Earning Per Share). PER juga merupakan lama waktu untuk mengembalikan modal pembelian.

  1. Price to Book Value

Perwakilan atau gambaran seberapa besar pasar menilai harga dibanding kekayaan bersihnya disebut PBV. Cara menghitungnya yaitu harga dibagi nilai buku per lembar (BV). Apabila PBV mencapai 2x berarti terjadi pertumbuhan.

  1. Return on Equity

Rasio perolehan laba bersih dalam pembukuan perusahaan dibanding total kekayaan bersih, cara menghitungnya adalah laba bersih dibagi kekayaan bersih. ROE menjadi tolok ukur efisiensi sebuah perusahaan.

  1. Dividend Yield

Dividend yield merupakan rasio antara pembagian dividen dengan harga di pasar, cara menghitungnya cukup membagi dividen per lembar dibagi harga ekuitas. Dividen yield 3% menandakan kondisi laba bersih stabil.

  1. Earning Per Share

EPS atau laba bersih per lembar diketahui dengan penghitungan laba bersih dibagi jumlah lembar. Sebaiknya carilah perusahaan dengan tren EPS positif, artinya bertumbuh seiring berjalannya waktu.

Analisis Fundamental Saham vs Teknikal

Analisis fundamental saham merupakan proses menganalisa untuk memperoleh informasi meliputi kondisi ekonomi, perusahaan, serta industri secara menyeluruh. Metode ini lebih fokus pada kinerja dan proyeksi dalam memprediksi harga.

Metode awal top down approach biasa digunakan untuk menjaring emiten berpotensi. Dalam prosesnya, dilakukan pengamatan berbagai faktor. Metode sebaliknya disebut dengan teknik bottom up dari skala kecil.

Ada beberapa hal penting diketahui oleh investor, caranya dengan mengamati tabel atau menggali informasi tentang unsur finansial serta transparansi. Unsur finansial seperti pendapatan, nilai buku, atau rasio lain perlu diperhatikan.

BACA JUGA: Cara Kerja Support Resistance Saham

Para investor bisa mendapatkan transparansi informasi dengan membaca laporan tahunan. Laporan ini berisi tentang aktivitas selama satu tahun, butuh waktu untuk dapat memahami secara cepat.

Analisis teknikal lebih menekankan penggunaan data historis mengenai dinamika harga, indikator pasar, serta volume perdagangan. Metode ini umumnya digunakan pada bursa efek yang dipengaruhi suppy dan demand.

Para pengamat serta investor lebih leluasa memanfaatkan data market seperti harga, pasokan, serta permintaan di masa lalu dengan metode teknikal. Data volume perdagangan sering menjadi alat analisis fundamental saham selanjutnya.

Bagikan artikel:
error: Content is protected !!